![The Secret Of My Boss [Soft]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-secret-of-my-boss--soft-.webp)
(Bona side)
Bohong jika aku mengatakan jika hari ini hari yang cerah. Dengan cuaca pagi yang mendung seperti ini aku sedikit melangkah terburu-buru karena aku bangun terlambat. Lebih parah nya aku ketinggalan bis menuju tempat kerja. Tuhan, apa aku harus selalu bekerja ekstra??? Ya. Jawaban nya iya.
(Zrrasshhhhh!!!!!!!!!)
-
-
-
-
!!!!!!!!!!!!
Oke. Aku tiba. Aku setengah basah. Kau tau... Belakang basah dan di depan tidak..
Masih dengan langkah cepat aku menuju dapur kafetaria.
"Maafkan saya karena terlambat ketua Jang.. saya benar-benar menyesal.. " 90° aku membungkuk kan tubuhbku dihadapan ketua dapur itu.
"Omo.. kau mengagetkan Ku saja.. kenapa kau masih disini?? "
Tanya ketua Jang heran pada ku. Lho? Memang nya aku seharusnya dimana?? Aku bingung.
"Omo! Bona ya~ kenapa kau ada disini? Tadi manajer Kim mencari mu... " Hyanggi sunbae juga heran dengan keberadaan ku didapur.. manajer Kim??
"Kenapa manajer Kim mencari ku?"
Ketua Jang dan Hyanggi sunbae mengangkat bahu nya tak tau.
"Temui saja Manajer Kim. Mungkin saja lamaran mu diterima." Ujar Ketua Jang.
Bona diam sejenak.
. . . . . .
"Ahh kalau begitu aku pamit sebentar.. " aku pun pergi mencari manajer Kim itu.
( Author side )
Bona pergi menuju ruangan tempat Namjoon bekerja di kantor itu.
Tertulis 'general manager' di pintu tempat Bona berdiri sekarang.
'glek'
"Entah kenapa aku gugup."
Bona melihat disekitar nya. Ia sudah bertanya pada sekretaris Namjoon dan mengatakan Namjoon ada diruangan nya.
(Knock!knock!)
"Masuk"
Walau baru bertemu kemarin, Bona sudah mengenal suara Namjoon.
(Cklek!)
"Permisi.. apa anda mencari saya manajer Kim??"
Namjoon langsung menyambut Bona dengan senyuman khas nya dan lesung pipi manis nya itu.
(Dia memang manis. -Bona)
"Tetap disitu. Aku akan mengantar Mu ke suatu tempat."
Namjoon segera beranjak dari kursi nya dan langsung menghampiri Bona yang nampak kebingungan.
"Boleh saya tau anda ingin membawa saya kemana??"
"Ikuti saja langkah ku. Aku tak ada maksud jahat padamu. Malah aku ingin menawarkan pekerjaan.."
Mendengar kata 'pekerjaan' telinga Bona langsung 'ON'. Ia mencoba menebak apa pekerjaanya.
Tibalah mereka didepan ruangan bertulis kan CEO.
Namjoon mengetuk sebentar dan kemudian langsung masuk.
Dalam hati Bona benar-benar gugup dan bingung. Baru hari ini ia masuk ke ruangan yang elit seperti ini. Ruangan orang yang memimpin sebuah perusahaan besar.
Diruangan ini Bona dapat melihat siapa pemiliknya.
"Hyung.. ini Shin Bona yang aku ceritakan padamu kemarin." Ucapan Namjoon langsung direspon oleh seorang pria tampan dan terlihat masih muda sebagai seorang CEO.
"Halo. Saya adalah Shin Bona." Bona memperkenalkan dirinya pada Seokjin. Pria itu tersesenyum dan mulai bangkit berdiri menghampiri Namjoon dan Bona.
(Siapa dia?? Diakah yang memimpin perusahaan ini?? Dia masih muda dan tampan... Aura nya serasa berbeda dengan Namjoon. Ada sesuatu yang berbeda di balik senyum ramahnya ini.... -Bona)
"Ini adalah hyung ku Kim Seokjin. Seperti yang kamu tau.. dia CEO Bighit Corp. Dia lah yang meminta ku membawa mu kesini." Jelas Namjoon. Bona mengangguk paham.
"Namjoon, bisa tinggalkan kami berdua saja?" Pinta Seokjin.
Namjoon agak ragu meninggalkan Bona berdua dengan Seokjin. Entah apa yang akan dilakukan Hyung nya itu pada Bona. Wanita itu melihat Namjoon. Dari sorot mata nya wanita itu coba meyakinkan Namjoon bahwa tidak akan terjadi apa-apa.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Namjoon pasrah.
Kini, hanya berdua. Bona dan Seokjin.
"Duduklah.. kau pasti lelah jika berdiri terus.. ingin minum apa? Tak ada yang lain selain beer. Tapi kadar alkohol nya rendah.. "
"Tidak perlu repot. Saya tidak minum beer dan sejenisnya. " Berkat ucapan Bona, Seokjin tidak jadi membuka mini refrigrator nya dan menghampiri Bona yang duduk di sofa ruangan.
"Namjoon bilang kau yang memasakkan untuk ku kemarin.."
"Ya itu benar.. lagipula itu memang pekerjaan saya. Apa anda sangat menikmati makanan nya?". Seokjin mengangguk. Bona lega melihat respon dari Seokjin tentang makanan nya.
"Namun, bukan itu maksud ku untuk menemuimu.. Namjoon bilang kau adalah pekerja paruh waktu. aku ingin menawarkan sesuatu yang menarik bagimu. Mungkin ini agak aneh tapi aku menawarkan nya pada mu."
Bona berpikir karena Seokjin menyebut kata "aneh".
"Tidak seaneh yang kau pikirkan. Ini hanya pekerjaan biasa menurutku."
Ucap Seokjin.
"Memang nya apa pekerjaan nya??" Tanya Bona penasaran.
"Sekretaris ku. Menjadi sekretaris ku. jika kau berminat, hari ini kau langsung bisa langsung memulai."
"Benarkah???" Setelah memasang ekspresi tak percaya Bona diam dan berpikir lagi.
"Apa saja yang harus saya kerjakan jika saya menerima tawaran anda?" Tanya Bona lagi. Seokjin nampak tersenyum.
"Hanya pekerjaan kantor biasa.. aku sangat malas mengumumkan ini. Karena aku tak ada waktu untuk menyeleksi mereka. Maka dari itu aku meminta bantu Namjoon mencarikan ku sekretaris dan akan ku wawancarai secara pribadi seperti. Kira-kira seperti itu cara aku merekrut seseorang." Jelas Seokjin. Bona menjadi sedikit yakin bahwa tak ada hal aneh lain.
"Saya akan melakukan yang terbaik sesuai kemampuan saya." Ucap Bona mantap. Seokjin tersenyum.
"Kau adalah sekretaris ku sekarang. Namjoon kau boleh masuk."
Namjoon pun kembali ke dalam ruangan dan membawa semacam amplop berisi sebuah dokumen lalu diberikan nya pada Seokjin.
"Ini adalah surat perjanjian kita sekaligus kontrak mu. Kau bisa baca dulu sebelum menandatanganinya." Bona pun membuka amplop itu dan mulai membaca isi dokumen tersebut.
Isi nya hanya tentang kewajiban dan aturan selama menjadi sekretaris Seokjin. Selebihnya tentang peraturan perusahaan. Tak ada yang aneh hingga Bona membuka lembar terakhir dokumen.
"Wajib tinggal di kantor?? Maksudnya??" Ini kah keanehan nya?? Bona menatap Seokjin dan Namjoon heran.
"Diruangan ini ada sebuah kamar. Disitulah tempat kau akan tinggal. Jangan khawatir tentang bayaran mu. Aku akan membayar mu dua kali lipat dari gaji Namjoon." Ujar Seokjin dan disambut suara mendehem dari Namjoon.
"Aku akan menganggap nya seperti menjaga ruangan anda." Ucap Bona.
"Kontrak mu 6 bulan. Jika kau bertahan selama 6 bulan menjadi sekretaris ku. Mungkin saja kau akan memdapat promosi atau hal menguntungkan lainnya." Bona mengangguk.
"Masalah nya tak pernah ada yang sanggup menjalani nya sampai 6 bulan. Paling lama 3 bulan. Karena pekerjaan ini benar-benar sulit dan sibuk." Sambut Namjoon.
"Yah. Itu benar. Bagaimana?? Tertarik?" Tanya Seokjin lagi.
"Kita tak akan tau rasanya jika belum melakukan nya. Bukan kah sesuatu yang sulit akan membuat mu menjadi kuat? Menurut saya begitu.."
Jawaban Bona membuat Seokjin tersenyum dan membuat Namjoon memasang wajah yang sulit diartikan. Entah senang atau sedih.
Bona pun mendatangani kontrak itu dan menaruh cap jari diatas tanda tangan nya. Begitu pula Seokjin dan Namjoon sebagai saksinya.
"Senang bisa bekerja sama dengan mu." Seokjin menjabat tangan Bona.
"Saya juga. Mohon bantuan nya."
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue