
"Sudah kubilang kan kalau ada monster berbahaya didalam dungeon ini!" Teriak haru karena panik.
"Semuanya Jangan berpencar, Tetap bersama dan jangan sampai ada yang terpisah" Teriak keiji.
Groaarrrr!!......
"B-Bagaimana ini monster itu semakin dekat" Ucap sayori dengan wajah ketakutan.
"Tuan lihat langit langit dungeon ini...Langit langitnya ada batu yang lancip, Jika kita Menjatuhkan batu itu ke arah monsternya mungkin monster itu akan mati," Ucap Nazuna sambil menunjuk ke langit langit.
"Tapi bagaimana cara kita menjatuhkan Batu batu itu?" Tanya sayori.
Serahkan saja padaku....Aku akan mengarahkan Fire ball ku ke langit langit"Ucapku.
"FIRE BALL" ucapku sembari mengarahkan tanganku yang mengeluarkan beberapa bola api ke langit langit dungeon
boom!!...Boom!!...Boom!!
"Berhasil" Ucap Haru dengan wajah gembira.
Reruntuhan dari langit langit tersebut jatuh tepat diatas monster itu.....
Duuuuaaaaakk!...
Grrrrrrroooooaaaaarrrr!!!
Monster itu mati ketika reruntuhan langit langit itu tepat mengenai diatas kepalanya
"Huff.....Akhirnya kita berhasil, kita baru saja masuk sudah disambut lima monster yang sangat besar bagaimana jika kita masuk lebih dalam" ucapku sembari menghela nafas berat
"Jalan keluarnya juga ditutup...Jadi kita tidak punya pilihan lagi selain melanjutkan masuk ke dungeon ini" Ucap sayori sambil memegang Tanganku.
"S-S-Sayori k-kenapa kau memegang tangan keiji" Ucap haru dengan nada keras.
"ehh...Aku kan ketakutan jadi gak apa apakan jika aku memegang tangan orang lain" Ucap Sayori dengan wajah menyindir.
"Tidak boleh pokoknya tidak boleh!" Teriak Haru dengan muka memerah.
"Diamlah kalian berdua berisik tau....Sekarang bukan waktunya untuk bercanda kita harus segera mencari jalan keluar dari dungeon ini" Ucapku.
Kami pun berjalan menelusuri dungeon tetapi aku merasakan ada yang aneh,setiap jalan yang kami lewati terlihat sama seperti jalan yang sudah kami lalui
"Nee..keiji-kun kayaknya kita hanya berputar putar di dungeon ini deh."Ucap sayori.
"Kau benar kita hanya berputar putar didalam sini, apa ada sihir yang bisa membingungkan orang?"
"Sihir seperti itu tidak ada di dunia ini dasar keiji bodoh" Ucap haru.
"Ah..kau juga gak perlu menyebutku bodoh kalee" Ucapku dengan wajah datar.
Krak!...
"Ah tuan tunggu sebentar..."Ucap Nazuna.
Nazuna mengangkat keramik yang ada dibawah, dan ternyata dibalik lantai itu terdapat ruang rahasia.
"Ternyata benar ada ruang rahasia" Ucap haru dengan mata bersinar sinar.
"Baiklah.....mari kita masuk"
Sesaat setelah Kami masuk, kami melihat pedang emas yang bersinar sinar dan menancap disebuah batu didalam ruangan ini
"Woaah...lihat itu keiji-san itu sebuah pedang emas" Ucap Haru sambil menunjuk kearah pedang itu.
"Tunggu mungkin ada jebakan disini"
"ahh...kau kebanyakan berfikir keiji-san aku akan mengambilnya sendiri" Ucap haru sambil berlari menuju ke pedang itu.
Aku mempunyai Firasat buruk tentang tempat ini, Aku harus tetap waspada dan tidak boleh lengah sedikitpun.
Tanpa disadari haru sudah mengambil pedang itu.
"Lihat keiji-san aku sudah mengambilkannya untukmu" Ucap haru.
Gruduk Gruduk Gruduk...
Tiba tiba gempa terjadi didalam dungeon ini
"Suara apa ini kenapa tiba tiba ada gempa" Ucap sayori yang sedang ketakutan.
"oi..Haru bodoh cepat kesini" Ucapku.
"Baik baik"
"Haru...berhenti ada sesuatu yang muncul didepanmu" ucapku.
Hoaaaaaaaaa!
Tiba tiba sebuah Ular Raksasa Keluar dari bawah lantai dungeon ini. Dan sepertinya ular ini adalah Boss didalam dungeon ini
"kyaa...ular apa ini besar sekali" ucap haru.
Melihat ular itu yang sangat dekat dengan haru, aku menyuruh haru untuk menyingkir dari sana.
"haru cepat menyingkir dari sana!!" teriakku
Jadi ini firasat burukku, Ternyata Ular besar ini adalah penjaga pedang ini ya...
"kyaa..keiji san tolong aku" ucap haru sambil lari terbirit birit karena dikejar ular penjaga itu.
"Haru lempar pedang emas itu padaku"