
Hari mulai pagi...Entah kenapa badanku terasa sangat berat saat aku tidur...
"Ehhh...S-Sayori kenapa kau bisa tidur disampingku?"
"Hoaahh....Selamat pagi keiji-kun, Oh maaf kemarin malam aku sangat kelelahan jadi mungkin aku ketiduran disini" Jawab Sayori sambil mengusap matanya.
"Ohh...ya udah, Aku juga minta maaf karena merepotkanmu semalam"
"T-tidak apa apa keiji-kun, Justru Aku senang bisa melayanimu"
"Jangan bicara yang aneh aneh, Sekarang cepat bangunkan Haru dan Nazuna"
Tok..tok...tok..
suara ketukan pintu kamarku
"Masuk aja pintunya tidak dikunci" ucapku.
"Selamat pagi keiji-san....Ehhhh!...K-kenapa Sayori ada disini, J-jangan jangan kalian tidur bersama ya?" Tanya haru
"Betul, Aku dan keiji-kun tidur bersama semalam" jawab Sayori dengan wajah menyindir.
"K-k-keiji san mesum,bodoh,idiot" Ucap haru sambil berlari meninggalkan kamar.
Bruak!!....
Haru berlari keluar dari kamarku dan membanting pintunya dengan keras.
"Oi...Sayori jangan ngomong yang aneh aneh nanti haru bisa salah paham"
"Maaf maaf..hehe"
"Gk usah dibahas lagi sekarang bangunkan Nazuna...kita akan pergi untuk menemui pangeran"
"Baik"
Setelah bersiap siap akhirnya kami berempat berangkat untuk menemui pangeran didepan guild. Tetapi ketika kami sampai didepan guild, kami dikejutkan oleh kuda yang kelihatannya sangat mahal...
"Woaahh....kereta kuda siapa ini? Keliatannya mahal banget" Ucap Nazuna.
"Hahaha....Matamu jeli juga ya Nona kecil, Ini adalah kereta kuda pribadi ku Aku membelinya seharga 1 juta koin emas" ucap pangeran william sambil berlagak sombong.
" Hahaha...jangan terlalu dingin begitu, Baiklah kita berangkat, Kalian silakan naik kuda yang sudah kupersiapkan dibelakang" ucap pangeran sembari menunjuk ke arah kudanya.
"A-anu keiji-san aku tidak tahu cara mengendarai kuda" ucap haru sambil memainkan jarinya.
"Ohh...kalau begitu kau naik bersamaku saja."
Mendengar kata kataku muka haru mulai mengeluarkan rona merah.
"Eehh...B-Baiklah jika keiji- san memaksa" ucap haru sambil merasa malu malu.
'Eh emangnya aku memaksa ya?'
"Cih dasar haru licik bisa bisanya dia mengambil kesempatan dalam situasi seperti ini" Bisik sayori.
kami pun berangkat menuju kerajaan timur...Kira kira akan memakan waktu sampai tiga hari jika menaiki kuda...
"Oi...pangeran kenapa kau menyewa kami? kan ada petualang yang lebih hebat daripada kami" Tanyaku
"Karena aku terkesan dengan cara bertarungmu saat melawan ular di dungeon kemarin, Jadi kupikir Akan lebih aman jika menyewa orang yang mengalahkan ular itu" Jawab pangeran sambil tersenyum ke arahku.
"tcih...Jangan tersenyum padaku, itu menjijikkan tau" Jawabku dengan nada datar.
"Ehh...ku pikir kau senang melihatku tersenyum" Ucap pangeran dengan tersenyum.
"Bicara seperti itu sekali lagi kubunuh kau" Ucapku dengan wajah kesal.
kami pun memulai perjalanan yang sangat panjang,Tiba tiba ditengah jalan ada sekelompok orang Berjubah hitam yang muelompat dari semak semak dan menghentikan kami.
"Hei...kalian jika kalian tidak ingin mati serahkan semua barang kalian" ucap pria berjubah itu.
Ini waktu yang bagus untuk mencoba skill baruku ini.
"Oi..paman yang akan mati itu kau, Kalau kau tidak segera menyingkir kau akan mati" Ucapku sambil mengeluarkan pedangku.
"hahaha....bocah sepertimu cuma bisa bicara besar, hei bocah aku gk akan segan lo" ucap salah satu orang berjubah tersebut.
"Kalau kau segan maka tidak akan menarik paman, Jadi mari kita tentukan siapa yang akan mati disini"
Melihat jumlah mereka ada lima orang, Jadi aku tidak perlu menggunakan pedang goudu, aku akan mencoba skill baru yang kudapat dari ular kemarin....