The Power Of System

The Power Of System
Episode 19~ Masa lalu shiori bagian 2



Demi menjaga kakek aku rela melakukan pekerjaan apapun, karena hanya dia satu satunya keluargaku yang tersisa. Aku terus berjalan didalam hutan untuk menemukan kayu bakar yang cocok untuk dipakai untuk waktu yang lama, karena sekarang tengah musim dingin butiran salju perlahan mulai turun dari langit sebab itulah aku mencari kayu bakar yang dapat bertahan cukup lama.


Hanya pepohonan pepohonan yang terlihat, dengan salju yang perlahan lahan menebal membuatku kesusahan berjalan. aku tetap terus berjalan menelusuri hutan meski langkah kaki terasa berat karena tertutup salju pada akhirnya aku menemukan batang pohon yang cocok untuk dijadikan kayu bakar.


"Huaahh!!.....Sepertinya ini pohon ini sangat cocok untuk dijadikan kayu bakar" Ucapku lalu aku mulai mengeluarkan kapak yang ada di pinggangku.


Aku bersiap siap untuk menebang pohon itu, Tetapi udara dingin ini membuat tanganku tidak berhenti gemetar dan membuatku menjatuhkan kapakku beberapa kali. danTepat saat aku membungkuk untuk mengambil kapakku yang terjatuh aku menemukan selembar kain lalu kulilitkan kain itu ke tangan tanganku dan mulai mengambil kapakku, Tanganku sudah berhenti gemetar mungkin karena kain yang kain yang kulilitkan di tanganku ini dan akupun mulai menebang pohon besar yang ada dihadapanku ini.


Tep!!...Tep!!...Tep!!


Kratak!!..kratak!!...


Suara kapak yang menebang pohon itu hingga pohon besar itu roboh kesamping.


Bruk!!


"Hah...hah...Akhirnya pohon ini roboh juga" Ucapku dengan nafas yang masih terengah engah.


Aku memotong kayu itu menjadi beberapa bagian lalu kuikat dengan tali yang kubawa dari rumah kakek tadi. lalu kugendong untuk dibawa pulang.


"Ah ini berat sekali!!" Teriakku sembari menggendong kayu bakar yang ada di punggungku.


Aku tetap melangkah meski salju memperberat kakiku ini, tetapi disaat ditengah perjalanan pulangku aku mendengar suara aneh yang mendekat kearahku.


Srak!!..Srak!!..Srak!!


Suara aneh itu perlahan menjadi sangat keras dan semakin dekat lalu kuputuskan untuk berlari secepat mungkin.


"Haaaaa!!!....Suara siapa itu kenapa suara itu semakin mendekat" ucapku sembari berlari dengan kencang.


Bruk!!


Aku terjatuh karena atak kuasa menahan beban yang kubawa, kakiku sempat Terkilir dan tidak bisa kugerakkan lalu Ada seekor beruang yang melompat dari semak semak yang ada di belakangku.


Groaaa!!!!


"Kyaaaa!!..." Teriakku karena kaget.


"T-Tolong aku....Seseorang Tolong aku"


Teriakku Sembari merintih kesakitan.


Aku memejamkan mataku dan berharap ada yang menolongku, lalu aku tiba tiba mendengar suara seseorang yang berlari kesini.


Tap...Tap...Tap...Tap


"Oi...beruang jelek pergi dari sini!!" Teriak seorang anak laki laki yang membawa obor ditangannya.


Groaaaa!!!


groaaa!!


Beruang mundur beberapa langkah lalu segera berlari menuju semak semak.


"Hei...apa kau baik baik saja?" Tanya anak laki laki itu sembari mengukurkan tangannya kepadaku.


"I-iya...A-anu terimakasih karena sudah menolongku" Ucapku Karena masih merasa Trauma.


"Huff...syukurlah, tetapi kilihat kakimu terkilir dan kelihatannya kau membawa barang yang cukup berat yak" Ucap anak laki laki itu sembari membantuku berdiri.


"I-iya" ucapku karena masih merasa kesakitan.


"Huff....baiklah sini kugendong sampai kerumahmu" Ucap anak laki laki itu.


"Ehh!!" Aku kaget dan pipiku mulai memerah karenanya.


"T-Tidak usah, aku tidak mau merepotkanku" Lanjutku.


Greb!!


Anak laki laki itu tiba tiba menggendongku layaknya seorang putri.


"Ehhh!!...sudah kubilang tidak usah kan" Ucapku dengan wajah memerah.


" meskipun kau bilang begitu, kau juga tidak bisa berjalan kan dan jangan bahas ini lagi, cepat beritahu saja dimana rumahmu"


Aku hanya bisa terdiam dengan rona merah dipipiku, karena baru kali ini aku digendong oleh laki laki.


"Oi malah diem" Ucap laki laki itu.


"ah... anu itu di utara ada rumah kayu, itu adalah rumahku"


"baiklah..Tinggal kan saja kayu bakarmu disini aku akan membawakannya setelah mengantarmu dulu" ucap laki laku itu


Lalu laki laki itu membawaku hingga sampai dirumah kakek, senja mulai datang dan udara mulai sedikit hangat membuat salju salju meleleh.


"A-anu, kalau boleh tau siapa namamu" ucapku dengan muka memerah.


"Namaku keiji" Jawab anak itu sembari sembari menggendongku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gimana ceritanya seru gak?


Jangan lupa like & comment & rate 5 ya supaya author semangat up nya..hehe XD


Ruui Shiori