
"Oi...Kenapa kau liatin aku terus?" Ucapku karena penasaran
"Haa...S-siapa juga yang mau liatin laki laki sepertimu" Jawab Liliana sembari memalingkan wajahnya yang memerah
'Eh, Kenapa jadi aku yang salah?'
Sementara itu disisi lain, Aku melihat Sayori dan Haru masih menatap tajam kearahku.
'Pandangan mereka berdua seperti mau membunuhku'
"Anu...Nazuna, Kau sudah menjelaskan semuanya pada mereka kan?" Ucapku sembari menoleh kearah nazuna
"Tentu saja, Tetapi mereka masih tetap tidak mau menerimanya" Ucap Nazuna
Aku menghela nafas berat, karena mengetahui masalah ini akan menjadi sangat panjang. Terlebih lagi pandangan Para Elf didesa Horest ini semuanya Tengah Tertuju padaku. Bagaimana tidak, Aku yang baru saja datang didesa ini sudah berani memukuli salah satu warga mereka. dan mungkin tidak lama lagi kami akan diusir dari desa ini, Huff...Sungguh sial nasibku
"Horeee!!"
"Manusia itu sudah memberi pelajaran pada Goro"
"Dia penyelamat desa ini"
'Eh'
Tiba Tiba Para warga Elf didesa ini bersorak gembira. Tentu saja aku merasa heran, bukannya diusir malah disambut dengan gembira. Sebenarnya ada apa sih dengan otak para Elf ini?
"Oi Liliana, Apa maksudnya ini?" Tanyaku dengan wajah bingung
"Mana aku tahu"
ditengah Sorakan para warga Elf ini, ada seorang petapa Elf tua dengan pakaian putih panjang yang dikenakannya, berjalan kearah kami
"Terimakasih banyak tuan, karena sudah memberi pelajaran kepada Goro" Ucap Elf tua tersebut
"Dia adalah orang yang tadi mengganggu Cucuku, dan dia juga suka membuat keonaran didesa ini sehingga para warga sangat terganggu dengan ulahnya. ditambah lagi kami terlalu takut untuk menentangnya karena dia mempunyai banyak anak buah yang kuat" Ucap Elf tua Tersebut
"Oohh begitu semua jadi jelas. Eh tunggu dulu jangan jangan cucumu itu"
"Maaf aku lupa memperkenalkan diri....Aku adalah Jien ye, aku adalah kakek Liliana sekaligus kepala suku didesa ini" Ucap Elf tua tersebut
"Ehhhhhh!!" Teriak kami semua
Kami semua terkejut ketika mengetahui bahwa Liliana merupakan cucu dari pemimpin dari desa Horest ini. Ditambah lagi, aku tadi sudah mengatakan didepan umum bahwa Liliana adalah pacarku.
"A-anu kek, yang aku katakan tadi itu cuma..."
"Ah, Tenang saja...Aku akan segera mempersiapkan pernikahanmu dengan Liliana" Ucap Jien ye sembari tersenyum
"Aaappaaaaaaa!!!!!...Menikahhh!!" Teriak kami semua
"Aku juga sudah menyiapkan penginapan untuk kalian semua, Liliana juga akan mengantarkan kalian sampai kesana" Ucap kakek Jien ye
Disisi lain aku malah bingung kenapa Liliana tadi tidak menentang pendapat kakeknya, Apa jangan jangan dia menyukaiku?. ah...Sepertinya tidak mungkin, kami kan juga baru bertemu tadi pagi
"Baiklah...kalian Semua ikuti aku" Ucap Liliana sembari memimpin jalan kami
Kami semua pun mengikuti langkah Liliana dari belakang, tetapi wajah Sayori, Haru dan Nazuna menjadi murung ketika kakek Jien ye menyebutkan kata pernikahan tadi. memang betul yang akan menikah itu aku, tetapi kenapa yang murung malah mereka berdua?. Setidaknya itulah yang aku pikirkan saat ini
"Viska, kemarilah" Ucapku dengan nada pelan
"Hmm...ada apa?" Ucap Viska sembari melompat kepundakku
"Apa mereka berdua punya masalah?, kelihatannya wajah mereka dari tadi murung terus" Bisikku dengan pelan
"Kau cari tahu saja sendiri, aku tidak mau ikut campur"