
"Sekarang coba buka matamu" Ucap viska
Ketika aku membuka mataku tiba tiba saja aku sudah berada tepat didepan guild petualang dengan lingkaran sihir dibawahku yang perlahan lahan mulai menghilang, Tentu saja aku sempat terkejut tetapi itu hanya sebentar karena mengetahui diriku saat ini sedang bersama dengan salah satu jendral dari Raja iblis dunia ini. Jadi aku tidak heran lagi jika mereka masih mempunyai Sihir Hebat yang masih mereka sembunyikan
"Woaah!!...Sihir ini sungguh praktis" Ucapku dengan wajah kagum
"Sihir teleportasiku memang sangat memudahkan, Tetapi aku cuma bisa menggunakannya satu kali dalam sehari," Ucap viska
Sekali lagi aku dibuat terkejut olehnya, Karena Aku baru tahu ternyata beberapa sihir juga memiliki batasan dalam penggunaanya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dia malah membocorkan Kelemahan salah satu Sihirnya kepada musuhnya sendiri. Aku sangat tidak mengerti apa yang ada dijalan pikirannya tersebut tetapi yang pasti aku tidak akan membiarkan dia berbuat seenaknya sendiri.
"Oi...kenapa kau malah melamun?, bukankah kau harus menemui temanmu yang bernama sayori itu?" Ucapnya yang membuatku tersadar dari lamunanku
"O-oh....Baiklah" Ucapku lalu berjalan Menuju Bangunan besar berwarna putih didepanku
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Grek!!
ketika Aku membuka pintu guild ---tiba tiba saja Suasana didalam guild yang tadinya ramai berubah drastis menjadi sangat tenang, dan yang membuatku lebih penasaran adalah kenapa semua mata para petualang yang berada didalam guild hanya tertuju padaku.
"Etto....H-halo semuanya" Ucapku dengan gugup
Tetapi para petualang didalam sana Tidak mengeluarkan sepatah katapun kepadaku, Jadi aku memutuskan untuk melangkah masuk kedalam guild dan menghiraukan tatapan tajam mereka padaku
"Oi...Lihat Orang itu, dia berjalan Seperti merasa tidak pernah membuat kesalahan apapun"
"Eee..kau benar, kudengar dia pergi ke bukit okiyama sendirian"
"Padahal Bukit okiyama itu Tempat yang sangat tabu untuk dikunjungi oleh manusia, Dan kabarnya jika ada manusia yang datang disana maka dia dianggap bersekongkol dengan Raja iblis"
"Aku yakin dia pasti akan dijatuhi hukuman yang sangat berat"
Begitulah bisik bisik Para petualang yang kudengar, dan juga aku baru tahu kalau bukit okiyama itu tempat yang tabu untuk dikunjungi, Tetapi Jika aku berkata tidak tahu apa apa mengenai rumor itu Mungkin semua orang tidak akan percaya kepadaku karena hampir semua orang didunia ini Sudah mengetahui tentang rumor ini.
"Oi...apa perlu kuhancurkan para manusia sampah ini?" Ucap viska
"Tcih...kau terlalu baik,.....Tetapi ingatlah satu hal bahwa kebaikanmu itulah yang lama kelamaan akan menghancurkan dirimu sendiri"
Aku terkejut karena kata kata seperti itu bisa keluar dari mulut seorang jendral iblis, dan itu membuat penilaianku terhadap dirinya sedikit berubah
"A-ada yang bisa saya bantu t-tuan?" Ucap adminiatrator guild dengan wajah ketakutan
"Anu...Aku mau tau, apa ada Seorang petualang yang bernama sayori datang kesini?"
"Di-dia ada didalam ruangan itu" Ucap administrator sembari menunjuk pintu yang berada disamping ruangan ini
"Oh...makasih" Ucapku lalu berjalan ke arah pintu itu
Tok....Tok....Tok
Suaraku mengetuk pintu.
Sekilas aku mendengar suara seseorang berlari dari balik pintu ini, dan tanpa melihatnya pun aku sudah tahu kalau seseorang Dibalik pintu ini pasti adalah haru
Grekk!!
Brukk!
"Keiji san....Aku...aku sangat senang kau bisa kembali dengan selamat, kumohon jangan pernah tinggalkan kami lagi" Ucap haru yang tiba tiba memelukku dan mengeluarkan air matanya
"Maaf karena telah membuat kalian cemas, dan tenang saja Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian semua" Ucapku sembari mengelus kepala haru
"Anu...kalau boleh tau Kucing siapa yang berada di pundakmu itu?" Ucap haru sembari melepaskan pelukannya
"Nanti kujelaskan....yang penting sekarang dimana sayori?" Tanyaku
"Ah...Aku menaruhnya dikasur didalam ruangan ini" jawab haru
Tanpa berbasa basi lagi, aku segera melangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan dan melihat sayori yang terbaring lemah dikasur dengan nazuna yang duduk dikursi disampingnya