
Mendengar penjelasan dari Viska, aku merasa beruntung dapat keluar dari kabut tersebut hidup hidup. Karena Mengetahui bahwa tidak ada orang lain yang selamat setelah memasuki kabut itu. Yah- mungkin itu karena Ada seorang jendral iblis yamg bersamaku saat ini.
Setelah melewati Kabut White World, Aku menyuruh Divine Beast untuk terbang dengan kecepatan penuh. Karena aku tdak ingin ada musuh yang merepotkan mendatangiku lagi.
Selang beberapa menit, Akhirnya kami dapat melihat Hutan Pers dari kejauhan, Kenapa Aku bisa mengetahuinya? Tentu saja kakek Jien sudah memberitahukan Ciri ciri hutan itu padaku.
Hutan itu memiliki Aura yang berbeda dari hutan magis lainnya, dan aura tersebut lebih mencolok ke Dark aura atau bisa disebut Aura kegelapan yang menandakan bahwa hutan itu sangat berbahaya.
Tetapi yang membuatku berpikir keras adalah, Kenapa Hutan itu sangat bahaya padahal hanya dihuni oleh Goblin saja? apa ada monster yang lebih kuat didalamnya?, Setidaknya itulah yang kupikirkan saat ini
Mengesampingkan Pertanyaan yang terlintas dikepalaku, Kami berdua segera mendarat tepat didepan Hutan itu. Aura yang kuat membuat badanku terasa berat, sedangkan Viska tidak terkena dampaknya karena memang dia adalah seorang iblis.
"Aura dari hutan ini sangat mengerikan" ucapku sembari turun dari Divine Beast
"Jangan Lengah, bisa saja kau langdung mati ketika memasuki hutan ini" ucap Viska yang juga turun dari Divine Beast
Viska mengeluarkan botol kecil dengan cairan ungu dari sihir ruangnya, Aku yang melihatnya pun menjadi penasaran dengan Botol aneh tersebut.
"Minumlah ini"
"Apa kau mau mau meracuniku?" ucapku yang sedikit bercanda
"Minum saja jika kau tidak mau mati"
Aku menerima botol pemberian Viska itu, lalu langsung meminumnya sampai habis. Tetapi beberapa detik kemudian, badanku sudah mulai terasa ringan kembali. Aku seolah olah sudah diet selama 5 tahun. dan karena senang, aku mencoba melompat beberapa kali untuk memastikannya.
"Ini hebat, Cairan menjijikkan apa yang kau berikan padaku?" Tanyaku
"Itu adalah Fear potion, Potion itu dapat menghilangkan Efek fear selama 50 menit"
"Tentu saja aku membuatnya dengan mencampurkan Serangga beracun menjadi satu"Jawab Viska dengan senyum seringainya.
Mendengarkan jawabannya itu ingin membuatku mutah, tetapi untung saja aku bisa menahannya. Karena bisa sia sia jika Potion yang kuminum keluar kembali.
"Kau, brengsek" ucapku sembari menahan mual
Viska hanya membalasnya dengan senyuman. Kali ini aku berjanji tidak akan menerima benda apapun darinya, meskipun nyawa adalah taruhanku.
Disisi Lain, Divine Beast tiba tiba mendekat dan meniilatiku lagi. Dan kalau dipikir pikir lagi akan repot jika burung sebesar ini masuk kedalam hutan, karena dapat menarik perhatian musuh kekami.
"Hei Bietch eh maksudku Beast...Apa kau bisa berubah menjadi kecil?" Tanyaku
Kiyakk
Divine Beast berteriak kencang dan mengepakkan kedua sayapnya, Aku yang melihatnya menganggapnya bahwa ia sanggup melakukannya. dn sesegera mungkin aku menyuruhnya untuk berubah menjadi kecil, karena aku sudah tidak mempunyai banyak waktu yang tersisa.
"Sekarang berubahlah, karena aku sudah tidak mempunyai banyak waktu lagi"
Divine Beast mengangguk, kemudian Badannya berubah menjadi asap dan membentuk sebuah burung kecil yang imut.
"Aku ingin memakannya" ucap Viska dengan senyum megerikannya
Divine Beast kecil merasa takut ketika melihat senyum Viska, ia langsung terbang dan bertengger dibahu kananku.
Dan kini aku sudah siap untuk memasuki hutan ini, aku pun mengeluarkan Pedang Goudu ku dari invetory. sedangkan Viska tidak mengeluarkan apa apa karena sejak awal ia memanglah seorang penyihir, artinya ia adalah tipe petarung dengan Jarak jauh.
"Liliana Tunggu aku" ucapku