
Divine Beast kecil terus melayang diatas kami berdua untuk memantau daerah sekitar. Sementara aku dan Juga Viska tetap mempertahankan kewaspadaan kami, karena belum mengetahui apa yang membuat Hutan ini sangat berbahaya.
Sembari melangkah, Aku juga sempat menoleh kesegala arah untuk berjaga jaga jika ada Goblin yang menyerang lagi. Tetapi Anehnya, setelah kami membunuh Hob Goblin tidak ada satupun Goblin yang terlihat dimataku. Apa telah sesuatu yang terjadi pada mereka?. Setidaknya pertanyaan itulah yang terlintas dikepalaku saat ini.
"Keiji berhenti" ucap Viska sembari menarik kerah jubahku.
"Ada apa?" Tanyaku dengan penasaran
"Aku dapat mencium bau para Elf dari sini"
Aku berpikir bahwa markas mereka sudah tidak jauh dari sini, jadi aku memerintahkan Divine Beast untuk terbang memeriksa sekelilng hutan ini Sementara aku dan Viska bersembunyi dibalik pohon yang besar disamping kami
Selang beberapa menit, Divine Beast kecil kembali dan bertengger di pundakku. dan sepertinya ia telah menemukan suatu tempat persemubunyian mereka. tanpa basa basi lagi aku langsung menanyainya tentang Lokasi Liliana berada...
"Apa kau menemukan tempat mereka burung kecil?"
"Kiyak...kiyak..kiyak..kiyak"
Aku lupa bahwa ia adalah seekor burung, meskipun aku menanyainya berkali kali jawabannya pun tetap tidak akan dapat kumengerti. Kurasa otakku sudah mulai bermasalah semenjak Viska menceritakan bahwa aku adalah penerus dari Raja Iblis selanjutnya. Jujur saja hingga saat ini aku masih kepikiran dengan perkataannya tersebut.
"Jadi begitu ya, 10 meter didepan terdapat sebuah kastil dengan Orang bertudung yang menjaganya" Ucap Viska
"Kenapa kau bisa paham dengan bahasanya?" Tanyaku
"Mudah saja, karena aku seorang iblis" jawab Viska dengan senyum seringainya.
Aku mengacuhkan jawaban Viska, dan melihat keatas langit. Matahari sudah mulai tenggelam setengahnya, aku berpikir akan menyerang saat malam tiba dimana penjagaannya mulai melemah.
Sementara menunggu matahari tenggelam, Aku meminum lagi Fear Potion yang diberikan oleh Viska karena efek dari Fear potion sebelumnya sudah mulai habis. meskipun rasanya sanga menjijikkan, mau tidak mau aku harus tetap meminumnya agar tidak terkena Efek Fear yang disebabkan oleh dark aura Hutan Pers ini.
...
Tidak lama kemudian matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Sebelum menyerang, aku memutuskan untuk menyusun sebuah rencana terlebih dahulu. dan untuk membuat Rencana ini sukses, aku memerlukan kerjasama dari Viska dan juga Divine Beast.
"Apa kau sudah mengerti?"
"Jangan samakan aku denganmu"
"Kalau begitu rencana dimulai"
Kami berdua segera menuju ke kastil yang berada 10 meter didepan kami. dan setelah sampai, aku bersembunyi disemak semak yang tidak jauh dari Lokasi kastil sementara Viska mendatangi kedua penjaga yang tengah berjaga didepan gerbang.
"Dark Ball"
Viska membunuh kedua penjaga tersebut dengan sangat mudah, tidak lama kemudian terdengar suara hentakan kaki dari dalam gerbang kastil tersebut.
Grekk!!
Sekelompok prajurit bertudung membuka gerbang dan mengarahkan Kedua tombaknya ke Viska.
"Iblis, kenapa ada iblis dihutan ini?" Ucap salah satu prajurit
"Mana kutahu bodoh, kita hanya harus membunuhnya" jawab prajurit lain
Kemudian Sekelompok prajurit bertudung tersebut berlari dan menyerang Viska secara bersamaan. Tentu saja Viska dapat membunuh mereka dalam sekejap, karena ia adalah seorang jendral raja iblis.
"Shadow Tusk"
Beberapa Banyangan Hitam yang runcing mulai muncul dari tanah dan menembus dada mereka semua hingga berlubang. Teriakan para prajurit itu terdengar keras hingga kedalam kastil.
-
Jangan Lupa Vote untuk mendukung Author agar tetap semangat