The Power Of System

The Power Of System
Episode 52 ~ Penculikan Liliana



Aku memakai pakaian putih ini, lalu berdiri dihadapan cermin untuk mencocokkannya


"Hmm...Tidak buruk juga" Gumamku


Tok...Tok..Tok


'Siapa lagi?' pikirku


"Masuklah" Ucapku


Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok wanita berambut putih dengan pakaian coklat yang dikenakannya. Ya, itu adalah Nazuna...sejak dari pagi aku belum melihat wajahnya sama sekali


"Nazuna?, Kemana saja kau Tadi?" Tanyaku


Nazuna memandangku dengan wajah memerah. Aku pun merasa heran, 'Apa 'baju ini tidak cocok denganku ya?. Begitulah pikirku


"Kurasa pakaian ini memang tidak


cocok denganku ya" Ucapku sembari menggaruk kepalaku


"Itu tidak benar, Kau kelihatan sangat Cocok Keiji-san" Ucap Nazuna


Aku merasa sedikit malu dengan kata kata Nazuna. Tetapi ia pasti bukan datang hanya untuk memujiku. Aku pun mengalihkan pembicaraan ini


"Jadi, Apa yang membuatmu tiba tiba menemuiku?"


"Kakek Jien ye menyuruhku untuk memanggilmu ke balai desa, Sayori-senpai dan Haru-senpai juga sudah menunggu disana" Ucap Nazuna


"Baiklah kau duluan saja aku akan segera menyusul" Ucapku


Nazuna mengangguk, Lalu meninggalkan kamarku. Aku pun mengambil tiga anting yang ada diatas meja disamping kasurku dan memasukkannya kedalam Invetory


Setelah itu, aku keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah Balai desa didesa Horest ini


...


Selang beberapa menit berjalan, Aku melihat Semua warga didesa Horest ini berkumpul disuatu tempat yang luas


dan ditengah tempat itu terdapat kakek Jien Ye dan juga Liliana yang sudah memakai Gaun putih pengantinnya


Disisi lain, Aku merasa gugup untuk memasuki kerumunan itu. Perlahan tapi pasti aku berjalan mendekat kearah Kakek Jien ye, tentu saja dengan tatapan tajam para Lelaki Elf yang berada disekelilingku


"Oh...Kau sudah datang ya" Ucap Kakek Jien Ye


Aku hanya mengangguk pelan, sembari melihat kearah kanan dan kiri mencari keberadaan Sayori, Haru, dan Nazuna. Tetapi aku tidak bisa menemukan mereka sama sekali


"Baiklah, Mari kita mulai pernikahannya" Ucap kakek Jien ye sembari mengangkat kedua tangannya keatas


"Woaaaaa!!"


Semua warga Elf berteriak mengikuti kakek Jien ye, Tetapi aku tahu sebenarnya para Elf ini tidak senang karena Liliana akan menikah denganku


dan cara pernikahan para Ras Elf sungguh sederhana, Mereka akan melaksanakan semacam ritual yang bernama "Tukar Cawan". sang pengantin akan meminum cawan tersebut setengahnya lalu saling menukarkannya dan kembali meminumnya sampai habis


...


Kemudian Kakek jien ye membagikan Cawan tersebut kepadaku dan juga Liliana


"Oi...Apa kau yakin?" Bisikku dengan pelan


"T-tentu saja" Ucap Liliana


Meskipun dia berkata seperti itu, sebenarnya dilubuk hatinya. dia masih belum siap dengan pernikahan ini. itu bisa diketahui ketika aku melihat Tangan Liliana yang gemetaran ketika memegang cawan


...


Zrat..Zrat..Zrat


Dibelakang kerumunan terdapat sekelompok pasukan berjubah yang membunuh para Elf


Sehingga membuat para Elf lainnya kepanikan dan berlari ketakutan kesana kemari.


"wuaaa...Semuanya lari!" Teriak seorang Elf


Aku pun mengeluarkan Belati dari Invetory ku dan menyuruh Liliana untuk tetap berada dibelakangku


Terlihat Dua orang berjubah yang Tengah berlari kearahku, Dia membawa sebuab pisau dan satunya lagi membawa sebuah Busur.


orang yang membawa pisau itu menyerangku, Tentu saja aku menangkisnya dengan belati ditangan kananku


Ting!!


"Siapa kau" Tanyaku


orang tersebut tidak menjawab dan tetap mendorong pisaunya kearahku.


Percikan api timbul diantara 2 senjata yang saling bertabrakan tersebut.


'Orang ini Cukup kuat, apakah dia seorang assasin terlatih?' Pikirku


Dibelakang Assasin ini, terdapat satu temannya lagi yang melesat kan beberapa panah kerahku.


Aku pun meloncat mundur untuk menghindarinya. Tetapi orang itu terus melesatkan panahnya secara beruntun. membuatku kesulitan untuk menyerang kembali


"Kyaa...Lepaskan aku!!"


Aku menoleh asal dari suara tersebut, dan ternyata itu adalah Liliana yang tengah dibawa oleh dua berjubah lainnya


"Liliana!!" Teriakku


Aku mencoba berlari untuk menolongnya tetapi lagi lagi langkahku dihentikan oleh orang berjubah yang membawa pisau ditangan kanannya


'Orang ini sangat merepotkan' Pikirku