
"Hei....bocah kenapa kau diam saja cepat serahkan semua hartamu jika kau ingin selamat" Ucap perampok itu dengan pisau di tangannya.
'Baiklah akan kucoba skill racunku pada ketua mereka, Jika ketua mereka mati maka mereka akan lari ketakutan dan aku tidak akan repot repot membunuh semua bandit ini.'
"Skill racun activated" Ucapku sembari mengambil belati yang ada di pinggangku
Sistem : Skill racun telah diaktifkan sekarang senjata punya player sudah diperkuat oleh racun.
'Bagus...Ternyata tidak sulit juga cara mengaktifkan skill nya.'
"Hei bocah kenapa kau diam saja, Cepat serahkan barangmu" Kata ketua perampok tersebut.
" hei Paman....Bagaimana jika kita bertarung dan jika kau menang kau boleh mengambil semua harta yang ada disini...Tetapi jika kau kalah kau akan MATI" ucapku sembari mendekatinya.
"hahaha...Bagus juga mulutmu, Baiklah kuterima Tawaranmu jadi majulah sini"
aku mengaktifkan skill assasin dan skill racun yang kudapatkan dari Ular penjaga yang kukalahkan didalam dungeon kemarin..
"Skill assasin active...skill racun acticve"
Aku mencoba menggabung kan dua skill sekaligus. skill assasin untuk menambah kecepatan ku dan skill racun untuk menyerangnya, Jika aku bisa mengendalikannya kombinasi ini akan sangat berguna jika sewaktu waktu ada pertarungan. Aku melesat dengan cepat ke arah ketua perampok itu.
Swussh!
jleb!!
Aku menusuk daerah perut perampok itu hingga darahnya mengalir keluar
"Hoekk!!...A-apa aku tidak bisa melihat S-serangannya sama sekali." Ucap perampok itu sembari muntah darah.
"Bagaimana paman....Kau tahu perbedaan kemampuan kita kan" ucapku sembari menarik kembali belatiku.
"B-bocah brengs...."
brukk!...
ketua Perampok itu terjatuh ke tanah , dan tepat Sesuai dugaanku ketika perampok lain melihat ketua mereka terbunuh mereka semua lari ketakutan
"K-Keiji kun apa kau baik baik saja" Sayori berlari kearahku dan langsung memelukku.
Kami kembali ke kereta dan kembali melanjutkan perjalanan, Tetapi karena hari sudah mulai gelap jadi sudah kuputuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Hei...pangeran bagaimana kalau kita istirahat sebentar, Jika kami kelelahan mungkin kau bisa mati lo"
"Hmmm...betul juga katamu jika aku mati, aku tidak akan bisa menikah lagi an itu sangat menakutkan" Ucap pangeran sambil tersenyum ke arahku.
Entah kenapa...orang seperti ini bisa dijadikan pangeran. Apa dunia ini sudah mau kiamat.
"Tuan keiji bagaimana jika kita beristirahat di gua itu, kita akan lebih aman jika beristirahat disana kan?" Ucap haru sambil menunjuk ke arah goa.
"Baiklah...kita akan beristirahat didalam goa itu"
Kami pun mulai menuju ke goa itu, Tetapi sesaat aku merasakan adanya keberadaan yang aneh didalam goa itu tetapi aku tidak tahu apakah itu monster atau bukan. tapi yang kutahu makhluk itu sangatlah kuat
"Kalian tunggu sebentar aku akan Masuk terlebih dahulu"
"eh..emangnya kenapa keiji-san" tanya haru.
"Yah aku hanya mau mengecek apakah tempatnya layak untuk dihuni apa tidak" Ucapku sambil berjalan memasuki goa itu.
Karena aku tidak mau mereka dalam bahaya jadi kuputuskan untuk berbohong kepada mereka, Tetapi hawa yang dikeluarkannya semakin kuat semakin aku masuk ke dalam Nafasku semakin sesak, dan jalanku perlahan lahan mulai melambat.
"A-apa apaan hawa ini sangat kuat, Seberapa hebat monster yang ada didalam goa ini" ucapku sambil bernafas terengah engah.
Tiba tiba aku mendengar suara langkah kaki yang menuju kearahku...
Tep...tep...tep...
"S-siapa kau?" Ucapku yang masih merasa kesakitan karena aura yang dikeluarkannya
"Hahaha.....Jadi kau ya pahlawan yang dipanggil didunia ini" Ucap seseorang yang masih tertutup oleh gelapnya goa
Aku terkejut karena ada seseorang yang mengetahui asal usulku, dan terlebih lagi sepertinya orang ini bukan orang yang mudah untuk dikalahkan...
'Ha?...bagaimana dia bisa tau kalau aku dipanggil oleh dunia ini.dan dilihat dari aura yang menyelimutinya orang ini, Sepertinya orang ini kelihatan sangat berbahaya...