The Power Of System

The Power Of System
Episode 22~ Ruangan Putih



Aku berada didalam alam bawah sadarku, aku berdiri di ruangan kosong yang sangat gelap, hening, dan hampa, aku tidak lagi bisa merasakan apa apa. Apa aku akan mati disini?, apakah ini akhir dari hidupku?, Hanya itu yang bisa kupikirkan saat ini


"Keiji...Keiji"


Suara perempuan yang terdengar entah dari mana asalnya


Suara siapa itu?, Suaranya terasa nyaman sekali. aku ingin terus mendengarnya, suara yang dapat membuatku hangat dan terasa nyaman.


"Aku disini Keiji"


Suara itu membuatku Membuka mataku dan tanpa kusadari ruangan kosong yang gelap ini berubah menjadi berwarna putih terang, Aku berdiri didalam ruang kosong ini dan terdapat seorang wanita dihadapanku, matanya yang tertutup poni rambut dan mulutnya yang selalu tersenyum seperti mengingatkanku pada seseorang. tapi siapa orang itu? aku sama sekali tidak bisa mengingatnya dengan jelas


"A-anu dimana ini dan siapa kau," Ucapku sembari menggaruk kepalaku


" Apa kau tidak ingat keiji? Sewaktu kau berumur lima tahun kau pernah berjanji untuk selalu melindungiku kan?" Ucap wanita itu sembari memiringkan kepalanya.


Seketika mataku terbelalak dan mulai mengeluarkan air mata, perlahan lahan aku mulai mengingat kejadian itu.


"I-ibu"ucapku sembari meneteskan air mata


Aku mulai mengingat kejadian sebelas tahun yang lalu, yaitu saat aku masih berumur lima tahun. Saat itu kami pernah pergi ke gunung okiyama untuk melihat kembang api bersama, ibu yang tersenyum saat melihat kembang api itu, senyumannya yang tulus itu aku ingin selalu melihatnya dan saat itulah aku berjanji untuk selalu melindungi senyumannya itu. Tetapi takdir memang kejam, satu tahun kemudian Ibuku Meninggal karena penyakit jantung yang selama ini disembunyikannya. Sejak saat itu aku mengutuk diriku sendiri karena tidak bisa melindungi ibuku.


"Kau sudah besar ya" ucap ibu sembari tersenyum


"Kenapa!....Kenapa ibu masih bisa tersenyum? Aku sudah gagal untuk menepati janjiku kepadamu!...Ibu seharusnya memmbenciku!" ucapku sembari mengeluarkan air mata yang tiada henti.


" T-tapi tetap saja!...aku tidak bisa melindungimu!....Aku adalah orang yang gagal!...dan aku hanyalah seorang pecundang yang tidak bisa menepati kata katanya!" ucapku sembari memegang tangan ibu yang menyentuh pipiku.


Aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri, Sejak hari dimana ibu meninggal, aku selalu mengucilkan diri agar tidak menyakiti orang lain. Aku tidak ingin orang yang dekat denganku berakhir seperti ibuku. Aku hanya tidak ingin mereka Terluka karena aku.


"Keiji, Kau punya Seorang Teman kan?" Ucap ibu sembari tersenyum


"Mereka semua bukan temanku, mereka semua hanya seseorang yang kebetulan saja dekat denganku" ucapku sembari mengusap mataku dengan lenganku


" Apa mereka juga berpikiran seperti itu" Ucap ibuku


"Aku tidak tidak tahu" ucapku sembari menundukkan kepala


" Keiji Jika kau sangat menyayangi mereka, maka lindungilah mereka semua...Jika kau berkata tidak sanggup melindungi mereka sebenarnya kau hanya kabur dari kenyataan saja kan" lanjutnya


"T- tapi aku tidak ingin kehilangan sosok yang berharga bagiku lagi" ucapku


"Kalau begitu kau hanya harus menepati kata katamu kali ini, " ucap ibu lalu perlahan memudar dari ruangan putih ini


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gimana Ceritanya menarik gak?


Jangan Lupa Like & comment & rate 5 agar author semangat Up nya ya XD