The Power Of System

The Power Of System
Episode 16~ penghargaan



"A-aku hanya melaksanakan perintah dari rajaku, aku mohon jangan bunuh aku!" Ucap jendral gilbert yang masih bersujud dihadapanku.


"Huff...baiklah hari ini aku mengampunimu, dan katakan kepada rajamu jika dia berani menyerang kerajaan ini lagi, aku sendiri yang akan datang dan berurusan dengannya" Aku kembali memasukkan pedang goudu ku ke dalam invetory.


"B-baik!" ucap jendral gilbert lalu segera pergi menggunakan kuda miliknya.


Perang telah berakhir dan hanya tersisa mayat mayat yang bertumpukan di tanah yang tandus ini, Langit mulai menghitam dan air mulai berjatuhan membuat basah rambut dan juga pakaianku yang telah ternodai oleh darah.


"Huff...sudah berakhir ya" aku menatap ke arah langit dan perlahan memejamkan mataku.


Tap...tap....tap


"Keiji-kun" Teriak Sayori,haru,dan nazuna yang berlari ke arahku.


"Ah...maaf membuat kalian khawatir, aku terlalu lama ya" Ucapku sambil menggaruk kepalaku.


"Tidak apa apa ...yang penting kau tidak terluka kan?" sayori tiba tiba memelukku dengan sangat erat, seketika mataku terbelalak dan wajahku merona merah.


"Eeehhhh!!....S-S-Sayori kau tidak boleh melakukan itu, Itu curang banget" Teriak haru.


"Betul...sayori-senpai curang,harusnya hanya Aku yang boleh memeluk tuan keiji" Nazuna menggelembungkan pipinya dan membuatnya sangat imut.


"Kalian semua tenanglah...yang penting kita harus ke tempat pangeran william terlebih dahulu" Ucapku.


kami berlari melewati mayat mayat yang mulai basah karena hujan, kami terus berlari dan berlari hingga sampai ke tempat pangeran william berada.


"Yang mulia!....apakah anda baik baik saja" Aku menghampirina dan membantunya untuk kembali berdiri.


"oh..ternyata nak keiji ya....terima kasih karena sudah menyelamatkan kerajaan ini aku sangat berhutang budi padamu" ucap sang raja.


"Ayah...terima kasih saja tidak cukup untuk membalas jasa keiji....kita harus memberinya sebuah penghargaan" ujar pangeran william sambil berpose aneh.


"ah...tidak usah repot repot, anggap saja ini untuk membalas perjamuan tadi" Ucapku untuk mengelak dari tawarannya.


"Etto...baiklah jika yang mulia tidak keberatan"


Kami segera pergi meninggalkan lautan darah ini dan segera berangkat menuju istana. langit mulai membiru dan air sudah berhenti jatuh dan sinar matahari yang hangat membuatku lupa akan peperangan tadi.


Grek!!


Gerbang istana terbuka dan para warga menyambut kami dengan meriah, suara sorakan dan juga kembang api membuat hatiku sedikit senang.


"Selamat atas kemenangannya!" Begitulah sorak warga sepanjang perjalanan kami.


Kami mulai memasuki gerbang istana dan raja langsung mengundang kami ke Kedalam untuk memberikan penghargaan.


"Shibuki keiji , Matou Sayori , Sakura haru, dan Ibuki Nazuna karena kalian sudah berjasa dalam peperangan kali ini, aku raja Erickson William memberikan kalian penghargaan "Dewa perang dari timur" " Ucap raja lalu mengalungkan medali emas ke leher kami.


"Terima kasih banyak yang mulia raja" ucapku,sayori,haru,dan juga nazuna.


" Hooooaaaaaa!" Teriak semua orang yang ada didalam ruangan ini.


Huff...tadinya aku hanya ingin cepat pulang dan kembali ke guild, tetapi keadaan menjadi jadi rumit seperti ini.


"nee....keiji kun medali ini sangat berat dileher" ucap sayori sambil mengernyit.


Ah...tapi sekali sekali begini juga tidak masalah...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hei Fillippo Andreas disini, gimana ceritanya seru apa gk?


kalau seru jangan lupa pencet like nya ya dan jangan lupa rate & share juga novel ini agar author semakin semangat up nya ><.