The Power Of System

The Power Of System
Episode 46 ~ Desa Horest



Ketika aku membuka mata, Aku terkejut karena terdapat Gerbang batu besar dan tinggi tepat dihadapanku. Gerbang itu Sangat besar dan tinggi dengan tanaman rambat menyelimuti gerbang itu. Konon Gerbang ini sudah menjaga Desa Horest selama ratusan tahun dan hingga saat ini Gerbang ini belum pernah sekalipun Roboh ataupun hancur sehingga Gerbang batu ini diberi nama "The Strong Gate" Oleh para Elf pendahulu


"Besar sekali" Ucap kami semua secara tidak sadar


"Ini adalah Gerbang turun temurun dari nenek moyang kami, dan gerbang ini Sudah menjaga Desa kami selama bertahun tahun" Ucap Liliana


Sementara Semua orang masih terkagum kagum dengan Gerbang batu itu, Tiba tiba Layar Notifikasi kembali muncul diadapanku


---


The Strong Gate


Gerbang yang sudah menjaga Desa Horest selama ratusan tahun hingga Sekarang Tetapi belum pernah sekalipun hancur ataupun roboh


---


Begitulah Isi dari Layar Notifikasi yang muncul dihadapanku. Aku semakin dibuat penasaran dengan Desa Horest, Karena penduduk Elf disana bisa membuat Jewl Move item tanpa bersusah payah pergi kedalam Dungeon Level 8. Aku penasaran seperti apa bahan bahan yang mereka gunakan untuk membuat Jewl move item tersebut


"Anu...Keiji-san, Kau tidak lupa dengan permintaanku kan" Ucap Nazuna sembari menempelkan kedua jari telunjuknya


"Hmm...permintaan apa?" ucapku sembari sedikit memiringkan kepalaku


"Per-permintaan untuk menjadi pacar Liliana saat sampai didesanya" Ucap Nazuna dengan muka yang memerah


"Ohh....T-tentu aku ingat"


Sebenarnya Aku lupa dengan permintaan yang dimaksud Nazuna, Tetapi aku tetap diam agar tidak menyinggung perasaannya. disisi lain aku melihat Liliana bejalan mendekati gerbang batu yang bernama The Strong gate tersebut.


"La Feruis de Licapto" Ucap Liliana sembari menyentuh gerbang dengan tangan tangannya


Setelah mengucapkan kalimat itu, Gerbang batu yang tadinya tertutup rapat itu terbuka dengan sendirinya. Tentu saja kami semua terpana dengan tindakan yang dilakukan oleh Liliana, bagaimana bisa hanya dengan menyebutkan kata kata saja gerbang besar itu bisa terbuka dengan sendirinya?, Setidaknya itulah pertanyaan yang ada dibenak kami semua


"Wuaaaa...Indah sekali!!" Ucap kami semua dengan kagum karena melihat indahnya desa Elf


"Aku seperti merasakan energi yang sangat kuat didesa ini" Ucap Viska yang masih dalam wujud kucingnya


"Tentu saja, Kami para Elf adalah ras yang dicintai oleh mana. Jadi tidak heran jika satu Elf memiliki lebih banyak mana daripada ras ras lain" Ucap Liliana


Setelah mendengar penjelasan dari Liliana tentang kelebihan Ras Elf. Liliana memimpin jalan kami memasuki Desa yang bernama Horest ini. rumah yang ditinggali oleh ras Elf hampir semua terbuat oleh bahan alami seperti kayu. Tidak ada yang menggunakan Bata ataupun tanah liat sebagai bahan baku rumah mereka, mungkin itu disebabkan karena ras Elf ingin tetap menjaga Kelestarian alam didesa mereka


"Menikahlah denganku"


"Aku ingin membuat anak denganmu"


'Demi Ketiak Zeus, para lelaki elf disini kalau bicara pada nggak ngotak'


Begitulah Pikirku setelah mendengar teriakan dari para Lelaki Elf saat kami semua memasuki desa ini. Sementara itu Liliana tetap berjalan menghiraukan mereka dengan tubuh yang sedikit bergemetar. Hingga ada Seorang Lelaki Elf yang berbadan besar beserta gerombolannya datang menghampiri Liliana


"Ohh...Ternyata Calon istriku sudah datang ya" Ucap Lelaki Elf berbadan besar tersebut


"Minggirlah Kau menghalangi jalan Kami semua" Ucap Liliana


"Hahaha...Sifat itu lah yang kusuka darimu, Kemarilah ikutlah bersamaku akan kutunjukkan pertunjukkan yang menarik padamu" Ucap Lelaki elf itu sembari menarik tangan Liliana


"Tidak, Lepaskan aku"


Melihat Liliana yang diseret paksa, tentu saja aku tidak bisa tinggal diam begitu saja. Aku segera mengaktifkan Skill Assasin ku dan melesat cepat kearah Elf berbadan besar tersebut


Swussh!!...Buuk!!


"Hoek"


Aku memukul perut elf berbadan besar itu hingga terpental kebelakang hingga beberapa meter, Sementara itu Liliana berlari dan bersembunyi di belakang Nazuna.


"S-siapa kau?, Kenapa kau tiba tiba memukulku berengsek" Ucap Elf Berbadan besar tersebut sembari memegang perutnya yang kesakitan


"Ohh..maaf tadi tanganku hanya merasa gatal dan ingin memukul serangga besar yang ada didepanku. dan satu hal lagi jangan pernah menyentuh pacarku dasar gendut" Ucapku sembari menatap tajam kearahnya


"Apaaaaaa!!" Teriak Sayori dan Haru secara bersamaan


Disisi lain Liliana masih terlihat sedikit gemetaran dibelakang Nazuna. Sementara itu Elf gendut didepanku ini perlahan mulai bangkit dan bersiap untuk duel bersamaku


---


Terus Dukung Author dengan Like & Comment & Vote ya:)