
...
Disisi Lain..
Goro memegangi perutnya yang masih kesakitan sembari berjalan menuju ke Rumah kayu tua yang ada didepannya
"Sial...Akan kubalas bocah brengsek itu" Ucap Goro
Goro membuka pintu Rumah kayu tersebut, dan disambut oleh beberapa bawahannya
"Boss, Perutmu kenapa?" Tanya seorang Bawahannya
"Diam dan cepat bawakan aku beberapa obat"
Salah satu bawahan Goro segera mengambil obat yang ada disalah satu ruangan dirumah ini, Sementara Goro duduk dikursi kayu ditemani oleh beberapa Bawahannya yang lain
Ngomong ngomong Rumah kayu ini adalah markas Goro, Letak nya berada didalam hutan dan sedikit jauh dari pemukiman didesa Horest.
"Boss, Siapa yang telah membuatmu Terluka?" Ucap Bawahannya yang bernama Ren, Seorang pria Elf berambut pirang panjang dengan jubah coklat yang dikenakannya
Ren merupakan tangan kanan dari Goro, ia adalah bawahan yang paling setia dengannya. itu disebabkan karena Pada waktu kecil, Ren pernah diselamatkan oleh Goro dari para preman yang membullynya
Dan sekarang Ren adalah seorang assasin yang hebat, dia berani membunuh siapapun yang berani melukai Tuannya, bahkan jika itu adalah ras nya sendiri. Sungguh kesetiaaan yang luar biasa bukan?
"Ada seorang Manusia tengik yang baru saja datang didesa ini, dia menghajarku dan juga bawahanku yang lain hanya dengan tangan kosong" Ucap Goro
Brakk!..
Ren meninju meja kayu yang ada didepannya dengan sangat keras. hingga meja tersebut patah menjadi dua
"Sialan berani sekali dia melukai anda, Aku akan segera membunuhnya" Ucap Ren dengan muka kesal
"Tunggu dulu jangan gegabah, kelihatannya manusia itu masih belum mengeluarkan seluruh kekuatannya" Ucap Goro
Tidak lama kemudian, Salah satu bawahan goro yang mengambil obat datang menemuinya
" Ini Obatnya tuan" Ucapnya sembari memberikan obat tersebut
[Obat didesa Elf bentuknya seperti tanaman herbal yang telah ditumbuk, dan diberi sedikit mana didalamnya]
...
Setelah Goro mengoleskan obat tersebut diperutnya, obat tersebut mengeluarkan cahaya hijau yang membuat rasa sakit diperutnya perlahan mulai menghilang
"Tapi bagaimana kita memberi pelajaran pada manusia itu tuan?" Tanya Ren
"Hmm.." Goro memgang dagunya dan berpikir keras
Brakk!!
Seorang bawahan goro membuka pintu dengan keras, ia bernapas terengah engah seperti telah berlari sejauh 10km tanpa henti
" Tuan, Putri Liliana besok akan segera menikah" Ucapnya dengan nafas terengah engah
"Haa...dengan Siapa?" Tanya Goro
"Dari kabar yang kudengar, Kepala suku akan menikahkannya dengan Manusia pendatang tadi" Ucapnya
Goro termenung dan muncul sebuah ide dikepalanya, seketika ia tersenyum jahat. mengetahui rencana yang akan ia buat akan sepenuhnya berhasil
"Hahahaha.....Aku mempunyai sebuah rencana yang sangat bagus, Ren panggil semua bawahan kita kedalam markas
Ren hanya mengangguk dan segera menjalankan perintah yang diberikan Goro. ia memanggil para bawahan yang sedang berlatih memanah dibelakang markas
...
Selang beberapa menit kemudian, Semua Bawahan sudah berkumpul dimarkas kayu ini. Goro tersenyum jahat, karena dia percaya kalau rencananya kali ini pasti akan membuat Manusia pendatang tersebut terlibat masalah
"Kenapa anda mengumpulkan kami semua tuan?" Tanya Seorang Elf pemanah bernama Acer
Goro berdiri dan menatap bawahannya dengam senyum jahatnya, Sementara Ren dan Acer menatap satu sama lain karena kebingungan.
"Ambil senjata kalian, Besok kita akan menculik Liliana dan pergi dari desa busuk ini" Ucap Goro dengan senyum jahatnya
'Bagaimanapun juga aku yang akan tetap menjadi pengantin Liliana'