
Semua pandangan Penduduk desa tertuju kepadaku. didesa ini tidak ada yang berani melawan Elf berbadan besar yang bernama Goro tersebut dikarenakan Anak buahnya yang banyak dan sifatnya yang suka berbuat sesuka hatinya Tentu saja membuat kebanyakan orang tidak suka kepadanya, Tetapi para warga didesa Elf ini tidak bisa berbuat apa apa karena mereka terlalu takut kepada Goro
Sementara itu disisi lain, aku sedang berdiri ditengah desa ini dengan menatap tajam kearah Goro. Tentu saja Raut muka Goro menjadi Kesal karena baru kali ini ada seseorang yang berani memukulnya hingga merasa kesakitan seperti itu. Sementara dia menatapku dengan muka kesal, aku menatapnya dengan Hawa membunuh sehingga Goro sedikit merasa gemetaran karena aura yang kukeluarkan
"Ha-habisi Orang brengsek itu" Ucap Goro
"Baik boss"
Goro mengerahkan Gerombolan Elf nya untuk menyerangku secara bersamaan. Tentu saja itu bukan masalah besar bagiku yang sudah mempunyai banyak pengalaman bertarung didunia nyata maupun didunia game ini. Sekali lagi aku melesat dengan kecepatan penuh ke segerombolan Elf didepan dan memukul nya satu persatu hingga mereka tumbang ketanah. Aku tidak menggunakan belatiku karena hanya akan membuat masalah menjadi runyam dan jika itu terjadi mungkin kami akan diusir didesa ini yang satu satunya harapan kami untuk bisa Tidur dan beristirahat dengan tenang
"Hebat!!"
"Siapa nama Lelaki itu?"
"Tidak tahu, tapi dia tadi menyebut Liliana sebagai pacarnya"
"Eh...benarkah?"
Begitulah pembicaraan warga desa mengenai diriku. disisi lain Goro hanya bisa terkejut karena melihat anak buahnya yang dikalahkan dengan sekejap saja, Goro terlihat gemetaran dengan keringat dingin yang menghujani seluruh tubuhnya. Dia tidak menyangka bahwa seorang manusia bisa mempunyai kekuatan yang hebat melebihi Ras Elf yang memiliki banyak mana dibanding dengan ras ras lain. -Setelah menghabisi semua anak buahnya, Aku menghampiri Goro yang berdiri gemetaran dengan mulut yang terbuka lebar seakan mencoba mencerna apa yang dia lihat hari ini
"Selanjutnya" Ucapku sembari mendekat kearahnya
"A-ampuni aku, a-aku berjanji tidak akan mengganggu Liliana lagi. jadi kumohon ampuni aku" Ucap Goro dengan wajah ketakutan
"Baiklah kau boleh pergi, Tetapi jika kau mengganggu Pacarku lagi...Kubunuh kau"
"Baik" Ucap Goro sembari berlari menjauh
Akhirnya pertarungan singkat ini berakhir. Semua orang desa masih tidak percaya dengan sesuatu yang telah kuperbuat. Mereka seperti melihat pahlawan yang telah menyelamatkan mereka dari para pembuat onar tersebut, disisi lain Sayori dan haru menatapku dengan tatapan tajam dan jika dibandingkan dengan para Elf tadi -Tatapan Merekalah yang justru membuatku benar benar ketakutan
"A-anu...Terima kasih sudah menolongku tadi" Ucap Liliana dengan muka memerah
"A-aku juga minta maaf karena sudah membuat onar didesamu" Ucapku dengan muka memerah karena mengingat kata kata yang kuteriakkan kepada Goro tadi
"Ke-i-ji san, Apa yang kau maksud dengan Pacar tadi?" Ucap Sayori dan haru dengan tatapan tajam mereka
'Sial...Aku tidak bisa mengelak'
"Sayori-senpai...Haru-senpai, Aku akan memberi tahu kalian" ucap Nazuna dengan Nada pelan
Nazuna membisikkan Tentang pembicaraan kami waktu itu. dan entah kenapa hatiku merasa sangat lega setelah Nazuna menengahi situasi ini, dan disisi lain aku melihat Liliana yang masih memandangiku dengan pipinya yang masih memerah -Tentu saja Aku langsung memalingkan wajahku dan berpura pura tidak melihat apa apa. tetapi meskipun begitu dia masih memandangiku terus menerus dengan pipiny yang merah itu
'Sebenarnya Elf yang satu ini kenapa sih?'