The Future Is In The Hands Of The Girl

The Future Is In The Hands Of The Girl
Apa Artinya Teman?



Sehari semalam memang waktu yang sebentar tapi entah mengapa Chao Lu merasa nyaman dengan Li Ren, bahkan ia hampir melupakan misi yang sebenarnya. Mengapa ia jadi merasa kalau ia menyukai Ren?


Terlihat Ren dari kejauhan di depan tenda sedang membakar kayu untuk api unggun dan membuat makanan mereka.


Sebenarnya ia tidak sakit tapi Li Ren memaksanya untuk tinggal sehari lagi di sini, di tenda ini. Sebenarnya apa tujuan Li Ren datang kekota?


Li Ren terlihat sedang bercanda dengan burung kenari emasnya, seperti berdebat akan hal sesuatu tapi anehnya mereka berdua terlihat bisa saling berkomunikasi. Itu artinya Li Ren bisa mengerti bahasa burung?


"Chip, Chip, Chip,"


Seperti itulah yang terdengar di telinga Chao Lu.


Chao Lu kembali memasuki tenda dan berbaring di kasur tanpa sadar ia melihat sebuah pedang yang berukir dari daerah WuXi yang di tempati oleh para penduduk Li. Dan daerah itu sudah hancur karena mereka terbantai saat berperang dan pemberontakan yang di lakukan oleh pemimpin desa membuat Kaisar Qing memerintahkan untuk membantai mereka semua.


Ia ingat sewaktu kecil kalau pada saat itu ia pernah melihat bahwa ada satu keluarga membawa anak mereka berobat keistana dan anak kecil itu sangat mirip dengan Li Ren sekarang.


Mengetahui bahwa marga Li masih ada, mereka meminta bayaran dengan menjadikan ayah gadis itu sebagai prajurit istana namun insiden itu terulang lagi karena dia mendapat tuduhan mencuri giok hijau dari istana Qing. Mengetahui itu kaisar sebelumnya akhirnya mengeksekusinya dan tanpa di sadari setelah meninggalnya beberapa tahun kemudia sang istrinya datang dan menjadi pelayan istana.


Lalu hal yang sama terjadi lagi batu giok hijau menghilang, karena mengetahui pelayan itu bernama belakang Li. Akhirnya juga di eksekusi karena tuduhan mencuri batu giok hijau.


"Kasihan sekali, padahal hanya sebuah batu giok hijau malah menghabisi semua anggota Li lalu menyuruhku menyelidiki Li Ren," ujar Chao Lu merasakan bersalah.


"Aku yakin dia gadis baik yang sudah kehilangan semua anggota keluarganya, dan tinggal di gunung perbatasan. Tapi jika gadis ini tahu kalau semua keluarganya terbantai apakah dia tidak merasa dendam terhadap anggota kerajaan?"


"Menjadi pembunuh bayaran, menyenangkan tapi merasa sepi,"


Ren masuk ke tenda dan membawakan makan malam untuk Chao Lu dengan senyuman hangat ia memberikannya.


Chao Lu menerimanya dengan sungkan dan tidak berani menatap Ren.


"Ada apa?" tanya Ren mengetahui kalau ekspresi wajah Lu tidak terlihat menyenagkan.


"Tidak! Tidak apa-apa," jawabnya dengan masih memalingkan wajah.


Gulfan merasa curiga dengan Chao Lu ia terus memperhatikan Chao Lu dan merasa kalau ini benar-benar tidak beres.


"Apa kau ingin pulang ke istana? Mungkin kau tidak nyaman dan pengobatanku juga lama mungkin kau membutuhkan suasana kamar yang nyaman dan tabib istana yang mengobatimu," ujar Ren menyimpulkan.


"Ti... Tidak, aku memang sudah baik-baik saja. Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Chao Lu ragu-ragu.


"Ya,"


"Sebenarnya kau siapa, lalu tujuanmu datang kekota untuk apa?" tanya Lu.


Ren sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Haruskah ia menjawab kalau tujuannya kekota hanya melihat cahaya terbang beson malam.


Yah, besok malam.


"Orang lain pun pasti curiga karena tidak pernah melihay wajah asing di daerah mereka, tapi tenang saja aku bukan penjahat dan tidak berbahaya kok. Hanya untuk besok malam, aku akan pergi jauh dari sini," ujar Ren terlihat wajah yang tulus ketika mengatakan itu.


Sedikit hati Lu sedikit berdebar melihat sinar gadis ini, sebagai pembunuh bayaran ia belum pernah berbicara seperti ini dengan mangsanya. Entah mengapa ia sangat ingin mengenal Ren bahkan menjalin hubungan yang di sebut teman.


Seorang wanita pembunuh bayaran menyelamatkannya.


"Ada kalanya wanita bisa melakukan sesuatu hal tanpa melibatkan hatinya lalu berbaris di depan untuk menghancurkan rintangan. Hiduplah, hiduplah dengan layak membunuh untuk bertahan hidup atau di bunuh lalu di buang dan di kuburkan,"


Kata-kata itu masih teringat oleh Chao Lu sebelum wanita itu mati terbunuh di depan matanya.


Dan saat itu ia kembali sendiri, tapi untuk menjadi seorang pembunuh.


Karena keahliannya membunuh dengan kunai dan racun, maka ia mendapat sewaan dimana-mana bahkan tinggal di tempat mewah.


Karena prestasi itu kerajaan Qing memintanya untuk menjadi pembunuh bayaran kerajaan.


Dan pada saat itu ia telah tinggal cukup lama di istana, di hargai dan di sanjung.


Tapi ia masih merasa sepi. Teman? Apa itu teman?


"Jika kau ingin berbicara jangan sungkan, katakan iya kalau kau ingin dan katakan tidak jika kau tidak mau. Bukankah kita sudah menjadi teman?" ujar Ren tersenyum.


Chao Lu kembali terkejut ketika Ren menyadari kegelisahannya. Dan untuk pertama kalinya ia berbicara formal sebagai orang biasa bukan pembunuh. Dan teman pertamanya, gadis seumuran dengannya untuk pertama kalinya mendapatkan kata teman.


"Jika kau ingin pulang aku akan mengantarmu sampai gerbang istana, mungkin teman-temanmu juga mengkhawatirkanmu,"


"Tidak!" ujar Lu menyangkalnya.


Ren terlihat bingung kenapa Lu begitu terlihat gelisah.


"Tidak, maksudku ini sudah malam dan kita juga jauh di dalam hutan bagaimana kalau besok pagi?" ujar Lu dengan sedikit tersenyum yang di paksakan.


"Kau benar, mungkin saja kaj masih sakit. Baikalh nanti aku akan memberimu obat dan istirahatlah,"


Chao Lu benar-benar merasa telah kehilangan dirinya. Bukan! Bukan ini yang ia mau. Teman! Apa itu teman hanya mengikat seseorang dengan kata-kata membosankan seperti itu.


Di dunia ini tidak ada yang menyenangkan ketika melihat wajah ketakutan dan kematian mereka.


Karena pada saat itu Lu baru merasa bahagia melihat mangsa-mangsanya memohon ampun ketika di ambang kematiannya.


Lalu untuk gadis ini? Sejak pertemua empat pria itu dengan gadis ini. Ayah dari kaisar Xiaou Zen mantan kaisar terdahulu mensengarnya bahwa mungkin saja itu sisa dari anggota Li.


Karena sebelumnya kaisar mengetahui bahwa ayah dan ibu dari gadis yang mereka bunuh ternyata menyembunyikan seorang putri mereka di gunung perbatasan.


Jika ancaman itu tak di musnahkan dari sekarang, mungkin saja akan menjadi bahaya di kemudian hari.


"Chao Lu, aku dengar bahwa putra ku kebetulan bertemu dengan seorang gadis cantik, dan rumor itu sangat cepat tersebar. Gadis asing yang cantik datang kekota, aku ingin kau mencari jejak dan latar belakangnya jika itu benar Li maka langsung kau bunuh saja!" perintah mantan kaisar.


"Baik,"


Tapi kenapa sekarang ia merasa tidak bisa melakukannya? Kenapa?


Next