The Future Is In The Hands Of The Girl

The Future Is In The Hands Of The Girl
Perbatasan



Ren pergi berkelana kembali kedalam pedalaman hutan tempat ia tinggal. Pesan terakhir Gulfan adalah mencari pendekar pedang yang akan mengajarinya cara menggunakan pedang emas kenari.


Meninggalkan segala kenangannya di kota dan bertekad dalam setengah tahun ia akan membalas kematian klannya.


Mengambil batu giok yang seharusnya milik klannya, meskipun merencanakan kudeta terdahulu. Tetapi itu untuk menggulingkan raja yang kejam Xiaou Ten, semasa jabatannya dia telah bertindak semena-mena dan selalu menyiksa klan Li yang di anggap suatu hari akan merebut batu giok hijau itu.


Banyak yang telah terjadi di kota, mempunyai teman tetapi ternyata mengkhianatinya, menganggap semua pria akan baik padanya ternyata serigala dan sekarang juga sudah menjadi incaran beberapa kerajaan.


Ren berkelana mencari pendekar pedang serta peramal yang akan menuntunnya di masa depan.


Sementara di kerajaan XiaouXiang. Chagoi semakin temperamen sekarang ia juga tidak bisa mengenakan topeng wajah karena ia telah memperlihatkan wajahnya pada seorang gadis.


Gadis yng sangat ingin ia nikahi tapi juga membencinya, sekarang ia di juluki kaisar yang gagal menikah.


Meski sudah mengadakan sayembara untuk memilih permaisuri tapi tidak da yang cocok dan akhirnya hanya mendapatkan selir untuk membersihkan nama baiknya.


Di istana ia telah memiliki 10 selir yang ia nikahi karena urusan politik dan juga untuk membersihkan namanya.


Padahal jika masih memakai topeng ia tidak sudi menikahi 10 selirnya itu, selir yang serakah akan kekayaannya dan sampai sekarang ia masih belum menyentuh satu pun selirnya dan masih melakukan pengejaran mencari Ren.


Mingxue juga sudah menikahi 7 selir dan dua bangku permaisuri juga masih kosong, ia masih berharap bisa menemukan Ren dan menikahinya menjadi seorang permaisuri.


Lupakan soal batu itu, sampai sekarang hal yang paling berharga dalam hidupnya adalah Ren.


Kenapa ia dulu begitu bodoh membiarkan Ren mengorbankan hidupnya jatuh kedalam jurang itu.


Tapi ia juga lega mendengar kalau Ren masih hidup dan jejaknya terakhir kali di temukan di hutan XiaouXiang.


Masih melakukan pengejaran dan berharap ia bisa menemukan Ren.


"Tuan, sepertinya beberapa bulan ini kau masih belum melepasnya dari pikiranmu," ujar penasihatnya sekaligus tabib dewa yang telah menyelamatkan nyawa Ren.


"Menurutmu bagaimana aku bisa melepasnya? Ini semua salahku, seandainya aku tidak mengorbankannya untuk mengmbil batu itu, aku memang sangat bodoh!"


"Jika kau sadar kau bodoh, lalu untuk apa kau menikahi 7 selir? Kau tahu mereka tidak salah apapun padamu, dan aku mendengar laporan bahwa selir pertama Chen ingin pulang ke negerinya,"


"Aku menikahi mereka hanya sebagai selir, dan dua bangku permaisuri masih kosong aku berharap Ren lah yang mengisi bangku itu,"


"Tapi kau juga tidak boleh mengabaikan mereka, meski menikahi selir hanya untuk urusan politik tapu jika para selir juga tidak mendapat bagiannya mereka pasti suatu saat akan membatalkan pernikahan ini dan urusan politik kerja sama gagal,"


Mingxue hanya berpikir keras bahwa selama ini para selir mungkin juga membutuhkan kehangatan dirinya.


Tapi ia juga tidak bisa menyentuh wanita yang tidak di sukainya, menikahi mereka hanya karena urusan politik.


Terlihat Xiu Ye yang kelelahan dan depresi akhir-akhir ini. Ia mencari Ren kemanapun tapi tidak ia temui.


satu-satunya kemungkinan besar Ren melarikan diri kembali ke hutan, tapi ia juga tidak menemukan Ren di sana.


Sebenarnya dimana Gadis itu?


Sebuah perintah memanggil Xiu Ye kehadapan Xiaou Zen dan Xiu Ye segera menghadap Zen ke istana.


"Xiu Ye memberi hormat, ada apa Kaisar memanggil Xiu Ye?" tanya Ye membungkuk hormat.


Xiu Ye sedikit panik mendengar berita itu, dan tidak heran siapa dalang yang menyampaikannya adalah Chao Lu.


"Aku tidak mengerti mengapa Kaisar bertanya tiba-tiba seperti itu, hamba adalah jenderal kerajaan ini jika iti musuh maka Xiu Ye langsung menyerahkannya ke kerajaan atau memenggalnya di tempat!"


Xiu Ye di kenal sebagai jenderal yang tak kenal ampun, siapapun yang ia temui sebagai musuh maka ia langsung memenggalnya dan membawakan kepala orang itu kekerajaan.


"Kau benar, aku telah mengenalmu lama. Mana mungkin kau akan menyembunyikan gadis itu," ujar Zen.


"Heeh, yang benar saja yang mulia percaya padanya? Dia seorang jenderal lho, jenderal Xiu Ye juga pria. Pria mana yang tidak terpikat oleh sahabatku hehehe," ujar Chao Lu tiba-tiba yang duduk di tangga.


"Apa maksudmu, kau yang memberi berita ini pada Kaisar?" ujar Ye terlihat akan emosi.


"Menurutmu? Aku yakin Li Ren ada di kediamannya, kalau tidak percaya Kaisar cek saja sendiri kesana," ujar Lu dengan santai.


Xiaou Zen mulai termakan omongan Chao Lu, dan berisiniatif akan mengadakan kunjungan dadakan ke kediaman Xiu Ye.


Jika benar Ren ada di sana maka Xiu Ye akan di berikan hukuman cambuk lima puluh kali pukulan.


Xiu Ye terlihat panik, meski Ren sudah pergi dari kediamannya tapi hatinya masih tidak aman.


Bagaimana kalau Ren kembali karena tidak menemukan tempat persembunyian dan meminta Ye menyembunyikannya lagi.


Mustahil kalau Ren memintanya begitu, tapi ia juga berharap dimana pun gadis itu berada ia selali berdo'a akan keselamatan gadis itu.


"Jenderal Xiu Ye, apa kau tidak keberatan kalau aku mengadakan kunjungan dadakan ke kediamanmu?" tanya Zen menatap Ye dengan serius.


Chao Lu tersenyum sinis melihat ekspresi panik Ye.


"Aku...,"


"Untuk apa kaisar mengunjungi kediaman Ye? Jelas-jeas gadis itu tidak di sana!" ujar Bai Ling tiba-tiba.


"Darimana kau tahu?" tanya Zen langsung menatap Bai Ling kesal.


Bai ling memberikan sebuah laporan yang berisikan keberadaan Ren.


"Terakhir kali, pengawal memata-matai Li Ren kalau dia berada di sekitar kerajaan Xiang. Tak lama ia menghilang dan keberadaannya beberapa hari ini sebelumnya ada di kota pergi ke perbatasan, aku rasa ia ke gunung utara tempat tinggalnya," jelas Ling.


"Bagus, segera kirim pasukan ke perbatasan gunung utara. Kita akan menangkapnya!" perintah Zen.


"Penasihat Bai Ling, bagaimana kau bisa tahi ini?" tanya Xiu Ye.


Ling mendekati Ye menjauh dari Zen.


"Ketahuilah bahwa aku ini cerdas dan punya koneksi di mana-mana, sebelumnya kau memang menyembunuikannya di kediamanmu tapi untuk menyelamatkanmu aku tidak mengatakan apapun. Jadi hentikan balas dendam mu atau kau akan menerima akibatnya jika melukai kaisar sedikit pun!" bisik Ling.


Zen penasaran apa yang di bicarakan mereka berdua.


"Hei apa yang kalian bicarakan di beakang ku?" tanya Zen.


Next