The Future Is In The Hands Of The Girl

The Future Is In The Hands Of The Girl
Ingatan Misi



Ren mendirikan tenda di hutan tak jauh dari kota, setidaknya untuk malam ini tempat ini cukup aman.


Menyadari identitasnya sudah ketahuan, mungkin saja Kaisar dan prajurit kerajaan mungkin sedang mencarinya.


Di tambah ia juga ketemu dengan jenderal yang ia temui sebelumnya di sugai itu.


Tapi ada baiknya juga Ren bisa melihat keindahan dan ketampanan para pria cantik tadi, membuat Ren sedikit mengkhayal malu-malu.


"Oi Ren, jangan marah lagi kau daritadi hanya dia sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila," ujar Gulfan mengejutkan Ren dari khayalan dramatisnya.


"Tcih, burung bodoh!" ujar Ren dingin sambil tetap melakukan pekerjaannya.


"Ren, maafkan aku jangan goreng aku!" ujar Gulfan menangis tersedu-sedu memeluk tangan Ren.


"Kau meninggalkan aku sendirian hanya untuk para burung benita itu, dasar kau burung playboy!" ujar Ren kesal sambil mengasah pisaunya untuk menjahili Gulfan.


"Haaaa Ren, maafkan aku, karena mereka semua cantik-cantik aku tidak pernah melihat burung secantik mereka di langit sana," ujar Gulfan sambil menghayal kenikmatannya tadi.


Gulfan tak sadar telah meninggalkan Ren karena melihat sosok kaisar yang sedang berjalan di dampingi pengawalnya.


Gulfan ingin menyelidiki kaisar itu karena samar-samar ia memiliki ingatan bahwa ia juga mempunyai misi untuk kaisar Xiaou Zen ini.


Namu ia tak sadar karena telah meninggalkan Ren, tapi perhatiannya malah tertuju pada beberapa burung gereja betina yang tengah asyik berkomunikasu dengan bahasa mereka.


Meledak, keluarlah banyak love-love di mata Gulfam dan dengan kejantanannya memikat empat burung betina itu.


"Chip, Chip, Chip. Hai nona cantik kalian sangat cantik seperti namanya burung gereja," goda Gulfan.


Para burung itu sangat tertarik dengan Gulfan dan semuanya berkumpul menjadi burung-burung gereja haremnya Gulfan. Hehehe.


"Jangan-jangan kau cemburu ya? Habisnya aku burung kenari emas yang paling tampan aku lebih tampan dari empat bocah-bocah yang mengetahui wajahmu tadi," ujar Gulfan langsung berpose layaknya pangeran tampan.


"Gul... Fan... Bodohhhh!" ujar Ren memberi satu pukulan yang melayang pada Gulfan. "Aku akan menggorengmu, hahahhah rasakan burung mesum," ujar Ren sambil tertawa jahat menjahili Gulfan yang terlihat sudah setengah mati.


"Ampuni aku Ratu Rennnnn!" teriak Gulfan melihat wajah murka Ren sambil tertawa sadis membawakan pisau kepadanya.


Sementara di istana Kaisar dan pengawalnya sudah menyuruh beberapa prajurit untuk mencari gadis yang ia temui siang tadi.


"Gadis ini sebelumnya dia tidak pernah ada di sini kan?" tanya pengawalnya Bai Ling.


"Ah dia, siapa dia?" ujar Kaisar Xioau Zen yang langsung terduduk di kursi kerjanya.


"Jenderal Xiu Ye juga sudah mencarinya dengan beberapa prajurit bersamanya serta tuan muda Yuang Jiang juga bersedia membantu kita mencari gadis itu," jelas Ling sambil melihat beberapa laporan tertulis untuk kaisar.


Pengawal sekaligus penasihatnya ini slalu berada di sisi Zen selama ini tidak heran karena mereka selalu bersama sejak Kaisar menjadi putera mahkota kerajaan Qing.


"Gadis ini sungguh luar biasa dalam sekejap dia telah menyatukan para prajurit kita dengan yang lain, kita juga menyatu," ujar Zen tersenyum simpul.


"Aku akan mendapatkan gadis itu!"


Ren terlihat cemberut sambil menjahit baru penutup untuk wajahnya, ia tak menyangka hari pertama ia datang kesini kesannya hanya menjadi orang yang mencurigakan.


Ren telah sampai di kota meskipun orang-orang lain tahu wajahnya dan empat pria itu ia metasa sedikit tak peduli. Jika ia memohon untuk tinggal di sini oleh Kaisar apa boleh ya? Jika ia menyewa tumah atah bekerja untuk mendapatkan uang pasti akan lebih seru.


"Ren, apa kau membuat penutup wajah lagi?" tanya Gulfan mendekati Ren yang sedang menatap sedih penutup wajahnya itu.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukan kah kau tahu kalau di kota atau di kerajaan ini maksudku serigalanya.


"Tapi Gulfan kota ini sangat ramai, banyak sekali yang ku lihat dari mulai berjalan menuju kesini," ujar Ren terlihat sumringah bahagia di sudut bibirnya membuat Gulfan tak tega untuk membantahnya.


Tapi ia masih bingung kenapa ia memiliki misi untuk membantu Ren? Tapi bantuan seperti apa?


Sejak tertembak dan jatuh dari ketinggian sedikit membuat otaknya geger karena jatuh dari tempat yang tinggi.


"Dasar bocah jenderal itu, berkat dia aku tidak terlalu ingat apa yang di katakan dewa langit padaku," ujar Gulfan kesal.


"Oh ya, ternyata Gulfan ada misi di sini untuk di selelsaikan ya? Mau ku bantu?" ujar Ren tersenyum tulus.


Membuat kedua pipi gembung milik Gulfan memerah dan terbang riang memeluk Ren.


"Ah Ren aku menyayangimu, menyayangimu, menyayangimu," ujar Gulfan yang terharu.


"Lepaskan aku burung mesum,"


"Jahat sekali menyebut itu padaku!" ujar Gulfan menangis.


"Aku sedikit penasaran kenapa aku di sembunyikan di gunung itu serta tidak memperbolehkan aku keluar, mencari teman dan melihat festival kota," ujar Ren menatap wajahnya di kaca.


"Kau sadar diri dong, kau itu kan cantik. Pria manapun yang melihatmu akan langsung tergila-gila dan mengejarmu, masa depan ada di tanganmu untuk menyatukan tujuh kerajaan," jelas Gulfan. Yang langsung ditatap tak mengerti oleh Ren.


"Hah!"


Ren langsung tertawa apa yang telah ia dengar dari penjelasan Gulfan. Lalu apa hubungannya denga kecantikan dan tujuh kerajaan. Lagipula semua gadis kota yang sempat ia temui mereka semua terlihat cantik.


"Heeeehh, apa aku ingat, apa aku ingat? Aku mengatakannya," ujar Gulfan sedikit senang. "Jangan tertawa jahat begitu dong Ren," ujar Gulfan menangis lagi.


"Maaf, maaf jadi kau ingat apa misimu di dunia ini?" tanya Ren penasaran.


"Ummm Tidak tahu, ingatan ku masih samar-samar bahkan hampir lupa apa yang sedang ku bicarakan," jelas Gulfan masih belum ingat dengan tugasnya.


Sementara satu persatu para prajurit pulang dan mengatakan tidak menemui gadis cantik itu.


Sebagian para prajurit membawa semua gadis cantik dari kota yang telah mereka tangkap, karena tidak tahu pasti tentang identitas gadis cantik itu.


Kaisar menggeleng tidak ada satupun tipe yang terlihat dari gadis kota ini.


"Maaf Kaisar, hamba pantas mati jika bukan dari salah satu yang anda cari," ujar kapten prajurit itu sambil berlutut meminta ampunan.


"Oyayayaya, kalian sebanyak itu tidak bisa mencari satu gadis kecil yang aku inginkan," ujar Zen tersenyum sinis dan juga bercampur kesal.


"Lapor Kaisar Xiu Ye memberi laporan bahwa jejak gadis itu memang tidak terlacak," lapor Ye.


"Gadis itu luar biasa bahkan setelah menghebohkan dunia di hilang tanpa jejak setelah itu," ujar Zen.


"Gadis ini sangat luar biasa, aku juga ingin menemukannnya sebelum Kaisar," kata hati Ling tak ingin menemukan gadis itu untuk Kaisar.


Mungkin kalau boleh di katakan Bai Ling sudah jatuh cinta pandang pertama pada gadis itu.


Next