
Semua orang yang berada dalam aula itu sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Seorang gadis pelayan rendahan, mendapat kondisi yang mengerikan terlihat dari sepanjang tangga tempatnya jatuh darahnya berserakan.
Kepalanya juga mengeluarkan darah dan wanita ini telah mendapat kondisi yang kritis.
Gulfan yang melihat itu sangat terkejut. Ren telah terjatuh dan tidak membuka matanya terasa seluruh badannya terasa lemas.
Chao Lu yang mengejar Ren juga terkejut melihat kondisi Ren yang begitu menyakitkan.
"Ren!" ucapnya pelan sambil menahan tangisnya di sudut sana.
"Dia sudah matikah? Cepat buang dia dari istana ini!" Perintah mantan kaisar Xioau.
Mendengar itu semua tamu terkejut.
"Heeeh!"
"Ayah apa yang terjadi disini tolong jelaskan padaku?" Tanya Xiaou Zen menidurkan Re di pangkuannya dan menutup luka Ren dengan baju panjangnya agar bisa berhenti darahnya mengalir.
"Apa, apa yang kau lakukan, cepat buang gadis itu. Asal kau tahu dia adalah anggota Li yang tersisa, jika tidak di hancurkan sampai keakar-akarnya maka akan menjadi ancaman bagi kita!"
"Li!"
Semua orang kembali terkejut ketika mendengar nama Li.
Anggota klan yang berkhianat pada kerajaan bahkan sampai mengincar batu giok hijau untuk menguasai kerajaam dan menjatuhkan kaisar.
Xiaou Zen tidak ingin percaya kalau gadis di pangkuannya ini adalah anggota Li.
Karena klan Li juga mengambil nyawa sang ibu pada saat itu.
Bukan hanya Xiaou Zen, bahkan Xiu Ye, Bai Ling dan Yuan Jiang juga tidak percaya karena klan Li telah berkhianat pada kerajaan.
"Chao Lu, pastikan kau memenggal kepalanya di hadapan semua orang!" perintahnya.
Chao Lu segera menghapus air matanya lalu mulai mengangkat pedangnya dan mulai menuruni tangga.
"Andai dia bukam dari Li, andai saja, aku mungkin akan berteman baik dengannya," dalam hati Chao Lu tidak sanggup lagi melihat ini.
Ia harap ini adalah mimpi di mana Ren tidak muncul dalam hidupnya, dan kehidupan kembali menjadi normal.
Chao Lu akhirnya sampai ketempat Ren terbaring.
Gulfan yang melihay dari kejauhan berusaha menyerang Chao Lu.
"Kekuatan ku bodoh kenapa masih belum bisa! Tolong aku dewa, selamatkan gadis ini!"
Gulfan sebisa mungkin menjauhkan pedang itu dari Ren.
Lalu mengelikingi Ren yang masih terbaring agar pedang itu tidak menebas Ren dan akan tertebas oleh pedang itu adalah dia.
"Hentikan!"
Sebuah perintah datang dari Kaisar Mingxue dari kerajaan Mixu.
Ia melangkah dan mendekati Ren, menjauhkan Chao Lu darinya.
Ia mengusap gadis itu yang masih menutup matanya, dan masih terlihat bernafas.
Tanpa pikir panjang Mingxue langsung mengangkat tubuh gadis itu.
"Maaf! Aku tidak tahu urusan kalian dengan gadis ini, tapi aku tidak ingin membiarkannya mati!" ujar Mingxue menatap jijik semua kerumunan itu.
"Maaf Kaisar Mingxue, aku tidak tahu apa yang kau maksud tapi jelas gadis ini adalah anggota Li yang tersisa dan mungkin suatu hari akan menghancurkan simbol 7 naga dan tujuh kerajaan," jelas Mantan Xiaou.
Sang penasihat Bai Ling yang melihat situasi itu memilih tidak memihak siapa-siapa antara gadis Li dan kerajaan ini.
Jenderal Xiu Ye tidak ingin menatap apapun di depannya, meski gadis ini tidak bersalah tapi klan Li telah membunuh satu-satunya kekuarganya yaitu adik laki-lakinya terbunuh saat pemberontakan klan Li.
Tuan Muda Yuan Jiang merasa udara sedikit panas, ia juga bingung mau memihak siapa. Memang klan Li waktu itu bersalah dan menyebabkan terbantainya seluruh klannya.
Namun melihat gadis itu di pangkuan Mingxue hatinya sedikit terasa sakit.
"Aku akan membawanya pulang, dan aku pastikan dia akan aman dan hidup di sana. Meski di masa lalu klannya telah terbantai habis tapi seperti kalian lihat dia hanya seorang gadis pelayan," ujar Mingxue melangkah untuk pergi sambil menggendong Ren.
"Kaisar Mingxue, hentikan langkahmu! Aku menghargaimu sebagai kaisar dan juga teman baik dari anak ku. Jika kau membawa gadis itu bersamamu dan membiarkannya hidup, maka mulai hari ini kau di nyatakan musuh oleh kerajaan Qing dan hubungan antara kerajaan akan ku putuskan!"
"Mantan Kaisar Xiaou, anda hanya seorang mantan kaisar yang tidak berhak untuk memutuskannya, bukankah Xiaou Zen baru saja di lantik? Bagaimana sahabatku, aku tahu penderitaanmu di masa lalu tapi gadis ini tidak ada hubungannya dengan penderitaanmu itu!"
Mingxue berbicara dengan tegas dan menatap semuanya sinis membelakangi mereka semua.
Gulfan yang sedari tadi hanya planga plongo tidak paham apa yang terjadi.
Tapi setidaknya sepertinya Ren akan aman dengan pria bernama Mingxue itu.
Xiaou Zen terlihat amat kesal dan tidak tahu berbuat apa lagi. Gadis itu dari klan Li dan itu artinya klan yang paling ia benci.
"Perintah ayahku mutlak, serahkan gadis itu atau kau dan aku tidak pernah berhubungan lagi. Aku akan memotong gadis itu sendiri!"
Mendengar pernyataan itu, membuat Bai Ling, Xiu Ye, Yuan Jiang dan Chao Lu terkejut. Perkataan itu terdengar serius, apa gara-gara gadis itu mereka berdua akhirnya bermusuhan?
"Ho begitukah? Kalau begitu aku akan pergi semoga kau tidak menyesal dengan perkataanmu itu Kaisar Xiaou Zen yang terhormat,"
Mingxue pun akhirnya meninggalkan istana di ikuti beberapa pengawalnya.
Awalnya para prajurit kerajaan ingin menyerangnya karena telah di nyatakan musuh, namun di hentikan oleh Xiaou Zen.
Masih dengan perasaan kalut Xiaou Zen pun akhirnya pergi dari aula dan acara ulang tahunnya hancur berantakan, semua tamu istimewa di bubarkan.
Sekarang pikirannya kacau oleh gadis Li itu, bahkan sahabatnya sendiri telah membawa pergi gadis itu.
"Sial!"
Dalam hati ia juga tidak ingin gadis itu di bawa oleh Mingxue.
"Huh, gadis pujaanku ternyata bermarga Li bahkan darah yang menututupi sebagian wajahnya tetap terlihat cantik. Tunggu gadisku jika kau tidak di butuhkan oleh kerajaan ini maka hatiku membutuhkanmu,"
Yuan Jiang beristirahat di kamar tamu sambil terlintas kenangan saat pertama kali ia berjumpa gadis itu.
Hatinya saat itu berdebar kencang dan rasanya baru pertama kali ia menemukan harta karun yang berharga, saat senyuman manis gadis itu dan kalung liontin yang ia beli waktu itu. Masih belum sempat ia berikan.
"Gadis itu...,"
Xiu Ye duduk di atas atap kerajaan itu saat memikirkannya bayangan itu terlintas.
Gadis yang ia temui di hutan, gadis itu hanya di lindungi oleh selembar handuk. Rambut cokelat keemasan serta mata cokelatnya yang cerah.
Sejak saat itu jika tahu ia telah jatuh hati pada gadis itu. Tapi dia dari klan Li.
Sementara Bai Ling, merasa sangat sakit ketika melihat Ren di bawa pergi oleh Mingxue, tapi ia juga tidak bisa memihak Ren. Karena ia telah bersumpah untuk mengikuti Xiaou Zen dan apapun keputusannya adalah mutlak.
Ia ingin cepat melupakan gadis itu, tapi ia juga tidak ingin melupakannya.
"Tcih,"
Next