
Ren berpikir mulai dari sekarang kemana pun ia pergi, ia akan tetap menjadi incaran para pria-pria yang ingin membunuhnya atau mempersuntingnya menjadi permaisuri.
Tidak ada tempat kabur selain ke gunung perbatasan, tempat tinggalnya.
Ia harus merencanakan sesuatu untuk menghentikan ini. Mendapatkan batu giok itu lalu memberinya kepada dewa ketertiban dunia agar peradapan sekarang lebih damai.
Hanya ia yang bisa mengambil giok itu, Gulfan mengatakan seperti itu.
Sekarang ia terjebak di dalam istana Chagoi dan dalam beberapa hari ia akan di persunting menjadi istri, jika Chagoi tahu ia adalah klan Li dan juga orang dari kerajaan musuh maka tamatlah riwayatnya.
Sebelum itu terjadi ia akan kabur, kabur sejauh mungkin agar Chagoi tidak menemukannya.
Ini sudah satu minggu ia terjebak di dalam kamar istana dan Gulfan masih belum kunjung kembali, jika mereka tahu Gulfan adalah partner dewa bisa-bisa saja Gulfan di bunuh.
"Harus menemukan Gulfan," ujar Ren bergegas mencari burung peliharaannya.
"Ren, Ren," ada sesuatu yang terbang mendekatinya.
"Gulfan,"
"Ren gawat kita berada dalam istana musuh," ujar Gulfan terlihat panik beterbangan kesana kemari.
"Tenang dulu Gulfan apa yang terjadi? Jangan terbang seperti itu," ujar Ren berusaha menghentikan Gulfan.
Gulfan pun tenang dan akhirnya hinggap di pundak Ren, ini sudah terlalu malam untuk berteriak-teriak.
"Chagoi, ini istana musuh yang sangat membenci klan Li dari kerajaan Qing," jelas Gulfan sambil menenangkan diri.
"Ya aku tahu, itu sebabnya aku ingin cepat melarikan diri dari sini. Gulfan apa kekuatanmu cukup untuk membawaku keluar dari sini?" tanya Ren.
"Aku rasa ini cukup, mereka belum mengetahui identitasku jadi aman,"
"Kita harus bergegas pergi malam ini, segera kegunung dan aku akan menemui pertapa di sana dia pasti tahu cara mengambil giok itu dari istana Qing," jelas Ren.
"Ren aku akan membuat semua orang tertidur sampai setengah hari, maka kita akan keluar dari sini," ujar Gulfan mulai mengumpulkan kosentrasi penuh lalu terbang sambil mengeluarkan bubuk sihir tidur.
"Bagus, ini sudah hampir pagi aku akan bergegas ke gunung,"
Akhirnya Ren dan Gulfan meloloskan diri dari istana.
Sementara itu Chagoi melihat kepergian Ren dan bermaksud untuk mengejarnya, ia satu-satunya orang yang tidak terkena bubuk sihir itu.
Melihat semua orang di istana tertidur, ia pun jadi sedikit pusing dan membereskan orang-orang ini terlebih dahulu.
"Gadis itu, kau lihat saja sampai mana kau akan lari. Aku tahu identitasmu dan sangat ingin bermaksud untuk membunuhmu, tunggu saja!"
Ren dan Gulfan akhirnya sudah melarikan diri agak jauh dari istana Chagoi, ini adalah perbatasan untuk bisa pergi ke gunung meski ini masih termasuk wilayah selatan tapi daerah ini cukup dekat dengan pegunungan.
Matahari sudah terbit, terlihat semua warga yang mulai beraktivitas. Di sebuah pasar kota pusat.
Jika ingin menghindari Chagoi maka Ren harus berbaur dengan warga pasar ini, bagaimana pun ia masih di wilayah selatan dan dalam setengah hari pasti orang-orang kerajaan akan bangun da segera memburunya.
"Ren ini adalah bulu emasku, kau bisa menjualnya dan membeli pakaian serta mengubah penampilanmu," ujar Gulfan memberi sehelai bulu emasnya.
Ren menerima bulu itu, sangat indah bahkan begitu bersinar.
"Heee aku tidak tahu jika bulu emasmu bisa berguna juga," ujar Ren sambil terpesona melihat bulu itu.
"Apa kau sedang memuji?" tanya Gulfan sinis.
"Heheheh," Ren hanya tertawa melihat ekspresi Gulfan.
Ren menjualnya lalu membeli pakaian lelaki dengan kumis.
Sepertinya ia yakin kalau Chagoi tidak akan mengenalinya dan jika pemburu dari istana Qing dan Kin juga mengincarnya pasti juga tidak akan ketahuan dengan penampilan ini.
Tengah hari, benar dugaan Ren bahwa orang-orang kerajaan Xiang sudah mencarinya bahkan memasang lukisannya ke segala tempat.
Bahkan di tuliskan juga siapa yang menemukannya akan di bayar tinggi dan semua warganya berlomba-lomba mencarinya.
"Gulfan lihat lukisan ini, mereka benar-benar tidak melepaskanku," ujar Ren memperlihatkan lukisan itu pada Gulfan.
"Segera bergegas Ren, untuk perjalanan kegunung kita butuh perjalanan satu hari kesana. Beli peralatan yang di butuhkan, dan segera cari penginapan terdekat bagaimana pun identitasmu sudah di ketahui oleh kerajaan Qing dan kita harus segera merebut giok iti dari mereka," jelas Gulfan.
Ren membeli peralatan perang, seperti pedang da panah.
Ia harus mulai belajar pedang dan menaklukan pria-pria itu.
Meski ia pandai berpedang tapi masih kalah jauh dari orang-orang bangsawan bahkan tingkat prajurit saja belum.
Ren mencari penginapan yang terdekat, berjalan seharian mengelilingi pasar juga cukup lelah dan matahari mulai terbenam ia harus istirahat yang cukup agar pagi-pagi sekali bisa cepat meninggalkan negeri ini.
Ren menemukan sebuah penginapan dan memesan satu kamar.
Ren membuka kamarnya dan langsung merebahkan diri.
"Ah nyaman sekali kasur ini," ujar Ren merebahkan diri di kasurnya.
"Istirahatlah Ren, besok pagi-pagi sekali kita bisa meninggalkan negeri ini," ujar Gulfan
"Kau benar, sebelum itu aku ingin mandi dulu,"
Ren pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari kotoran.
Seharian berjalan mandi sangat menyegarkan tubuh.
Sementara di istana Chagoi terlihat sangat kesal bahwa ia banyak mendengar gosip kalau ia gagal menikah untuk tahun ini.
Sayangnya wajahnya sudah tidak bisa memakai topeng lagi dan hanya bisa mencari gadis itu untuk ia nikahi.
"Dasar wanita ketika bertemu lagi awas aku akan menyiksanya terlebih dahulu," ujar Chagoi melempar barang ke segala arah.
Sang peramal kerajaan datang lalu memberi laporan mengenai Ren.
"Kaisar, gadis yang kau nikahi ini sangat berbahaya bagi masa depanmu nanti," ujarnya.
"Apa... Apa maksudmu berbahaya?"
"Yang pertama dia bukan berasal dari sini melainkan dari kerajaan Qing,"
"Aku sudah menduga kalau dia bukan dari sini, hohoho kerajaan Qing mau memulai perangkah!"
"Yang kedua dia adalah klan Li, Li yang sangat kau benci,"
Chagoi langsung emosi dan memukul meja sekuat tenaga ketika mendengar klan Li.
"Apa! Wanita itu klan Li,"
"Benar yang mulia,"
"Aku bisa saja memaafkannya kalau dia bukan berasal dari sini, tapi aku tidak bisa memaafkannya kalau dia berasal dari klan Li," ujar Chagoi kesal.
Klan Li adalah termasuk klan paling di benci oleh Chagoi, waktu perang melawan kerajaan Qing. Klan Li adalah formasi yang terkuat banyak dari mereka yang menjadi tentara dan prajurit kerajaan Qing.
Klan Li yang telah merenggut nyawa ibunya, di bunuh secara brutal oleh panglima Li Gong yang merupakan panglima terganas di kerajaan Qing pada waktu itu.
"Temukan wanita itu, temukan dia! Dia harus membayar untuk ini!"
Next