
Mata kecoklatan itu mengerdip beberapa kali, sampai akhirnya terbuka sepenuhnya.
Tetesan-tetesan air membasahi wajahnya. Saat ia membuka mata ia mendapati pemandangan awan yang gelap di sertai gerimis.
"Dimana?"
"Ren, Ren akhirnya kau sadar,"
Seekor burung kecil memeluk pipinya sambil mengelusnya.
"Gulfan,"
Ren melihay di sekitar bahwa ia berada di kedalaman hutan jurang.
Tunggu!
Ia masih hidup?
Ren langsung mengecek seluruh tubuhnya sambil mencubit pipinya ternyata ini bukan mimpi.
"Kau masih hidup, aku memberimu beberapa tetes ramuan kehidupan. Saat kau jatuh kau mengalami patah tulang dan darah yang mengalir," jelas Gulfan.
"Hah! Serius?" Ren mengecek tubuhnya ternyata tidak terasa sakit ataupun darah yang mengalir.
"Akhirnya ramuan ini juga berhasil, padahal masih uji coba heheh," ujar Gulfan menunjukan sebotol cairan emas yang berkilau.
"Apa kau bilang masih uji coba!"
Ren sangat kesal mendengar penjelasan itu, bagaimana kalau ia benar-benar mati?
"Ya, hehehhe kan berhasil,"
"Gulfaaaaannnnnn!"
Ren sangat marah bahkan auranya berubah menjadi iblis. Gulfan yang ketakutan hanya bisa menelan ludah dan menjauh.
"Kesini kau burung BODOH!"
"Maaf Ren...,"
Satu pukulan melayang pada Gulfan, karena Ren kesal merasa bermain-main dengan nyawanya.
Karena hujan yang terlihat akan turun lebat beserta petir yang menerjang. Ren dan Gulfan pun segera mencari tempat untuk berlindung.
Jurang ini seperti tidak ada jalan keluar, tapi untuk beberapa hari kemudian ia akan aman dari Mingxue.
Mungkin saja dia tidak akan mudah percaya kalau ia mati karena jatuh kejurang, masalahnya tabib itu terlihat percaya pada Gulfan dan mungkin saja tabib Zhong Yu tahu kalau ia tak akan mati selama ada Gulfan.
Ren dan Gulfan berteduh di sebuah gua yang tak jauh dari tempat ia jatuh tadi.
"Gulfan apa yang harus aku lakukan? Aku sangat menyesal keluar dari gunung itu, jika aku tahu aku tak akan pernah mengunjungi kota yang menakutkan ini," terlihat raut wajah yang menyedihkan.
"Ren, itu bukan salahmu ini semua jalan takdir kau hanya perlu mmengikutinya dan mengubah cerita masa depan hanya itu saja," ujar Gulfan mencoba menghibur Ren.
"Padahal sebelum itu kau lupa ingatan tentang misimu, lalu kenapa kau harus mengingatnya? Chao Lu yang sudah ku anggap teman malah melukai ku bahkan mencoba membunuhku, Kaisar Mingxue yang menyelamatkan ku ternyata punya tujuan lain. Mereka semua menatapku dengan jijik karena aku dari klan Li,"
Bersamaan dengan derasnya hujan, Ren tak tahan menahan perasaan ini dan akhirnya menangis.
"Maaf Ren, ini semua salahku. Jika saja aku bisa menolakmu waktu itu untuk pergi kekota kau pasti akan aman dengan identitasmu. Dan maaf kan para dewa yang telah memilih takdirmu," ujar Gulfan merasa bersalah.
"Gulfan,"
"Ren, kita pasti bisa mengambil batu giok iti dan meletakannya ke segel suci Li. Kita bisa menyelamatkan dunia dimana kau tinggal dan kau tidak perlu lagi berdiam diri sendirian di hutan. Aku berjanji Ren mulai sekarang aku akan menjagamu dengan seluruh kemampuanku, jadi jangan khawatir lagi," ujar Gulfan tersenyum sambil menunjukan jempolnya.
Mendengar hal itu membuat Ren merasa lega, bukan salahnya untuk lahir sebagai mempunyai takdir.
Ren mengelus Gulfan dengan pipinya, setidaknya Gulfan ada di sisinya sebagai partner yang bisa di percayainya.
"Bodoh! Kenapa dia harus memilih jatuh daripada tinggal di sisi ku? Padahal aku mencoba bersikap baik padanya," ujar Mingxue kesal yang sedari tadi hanya mondar mandir di ruang kerjanya.
"Tenanglah sahabatku, jangan panik seperti itu jika kau mendapat batu giok itu kau pasti bisa menguasai seluruh dunia bahkan seratus lebih baik darinya," ujar Zhong Yu mencoba menenangkan.
"Seratus lebih baik darinya? Apa maksudmu?"
"Maksudku bukankah tujuan awalmu cuma ingin memanfaatkan gadis malang itu? Kau tidak mungkin jatuh cinta padanya kan?" tanya Zhong Yu balik.
Suasana hatinya tambah kesal ketika Zhong Yu menebak hati yang sebenarnya.
Bahkan seribu gadis pun tidak akan bisa menggantikannya di hati Mingxue.
Sejak awal melihat Ren perasaan cinta untuknya sudah tumbuh.
"Zhong Yu jika benar aku mencintainya bagaimana?" tanya Mingxue balik.
"Maka lupakan tujuanmu hidup bahagia dengan gadis itu atau lupakan gadis itu dan fokus pada tujuanmu," jawab Zhong Yu.
Zhong Yu pun akhirnya pergi dari ruang kerja Mingxue. Sebenarnya ia sedikit kesal mendengar kebenaran itu dari Mingxue.
Tapi gadis itu adalah sesuatu, bahkan kalau boleh di katakan perasaan ini juga ada untuk gadis itu.
"Menarik sekali kau nona Li, lihat seberapa lama kau akan lari dari seluruh kerajaan nanti hanya enam bulan lagi Mingxue pasti bisa mendapatkan Giok itu,"
Setelah hujan reda Ren dan Gulfan kembali berjalan mencari jalan keluar dari gua ini.
Disepanjang jurang hanya ada jalanan yang gersang bahkan satu rumput tak ia temui di sini.
Gulfan yang terbang tinggi berusaha melihat celah jalan dari atas.
Tapi tak ia temukan jalannya selain memanjat tebing ini kembali dan mereka akan sampai ke desa sebelah.
Ya di sebetang jurang ini adalah desa bagian selatan yang di pimpin oleh kerajaan XioXiang dan di pimpin oleh Kaisar Gong Wu.
Kalau tidak salah dia adalah salah satu kaisar yang paling kejam bahkan untuk naik tahta ia bahkam membunuh ayahnya sendiri.
Tak bisa di bantah bahwa orang-orang takut untuk berurusan dengannya bahkan sampai mencari masalah.
Ya jika ketahuan ada orang asing yang menyelinap kedesa mereka terlebih bahwa Ren adalah dari klan Li.
Itu hanya akan membuat dirinya di incar oleh kerajaan XiouXiang.
Kerajaan ini sudah bertahun-tahun menjadi musuh bagi kerajaan Qing meski kerajaan Qing yang berhasil memenangkan peperangan dan kerajaan XiouXiang akhirnya menyerah dan tak ingin berurusan dengan kerajaan Qing lagi.
Membuat pembatas agar siapa saja dari kerajaan musuh yang memasuki wilayah mereka maka akan langsung di bunuh atau tak akan membiarkannya keluar dari kerajaan.
Peraturan 10 tahun lalu ino cukup mengerikan dan sekarang mereka ada di pembatas kerajaan Kin, Qing dan XiouXiang.
"Ren aku tidak melihat adanya jalan keluar,"
"Tapi dari atas apakah kau melihat kota atau semacamnya?" tanya Ren.
"Itu... Aku melihat bahwa di seberang sana adalah kerajaan bagian selatan,"
"Kalau begitu aku harus memanjat tebing ini dan meminta pertolongan sementara kepada kerajaan selatan itu," ujar Ren.
"Apa kau gila? Kau ini orang kerajaan Qing mana mungkin mereka menolong yang ada kau akan langsung dibunuh!"
"Heh?"
Next