The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 6 – Kembalinya Sang Legenda



“Dimana ini?”


Saat sadar, Davian hanya melihat ruangan gelap gulita yang lembab dan pengap. Di sana Davian hanya bisa melihat kegelapan, tidak ada apa-apa selain kegelapan.


Setelah diam cukup lama, Davian mencoba menggerakkan tangannya. Tapi malah tidak bisa, seinci pun tangan Davian tidak bisa bergerak.


Davian terus mencoba, tapi tetap saja hasilnya nihil. “Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa aku tidak bisa bergerak?”


Yang Davian bisa gerakan hanya leher, mulut dan kelopak matanya. Sedangkan untuk anggota tubuhnya yang lain, serasa seperti membeku.


Saat Davian ingin menutup matanya, tiba-tiba ruangan tersebut menjadi terang. Dan di depan Davian terlihat sosok yang wajahnya bersinar terang.


Sosok tersebut memegang tongkat di tangan kanannya, dan di kedua sisinya ada semacam cahaya berwarna ungu mengambang.


Sosok tersebut pun berjalan secara perlahan menuju tempat Davian duduk, dia berhenti sejenak saat sudah sampai di depan Davian.


Lalu sosok tersebut, mengangkat tongkat nya kemudian menyentuhkan ujung tongkat nya ke kening Davian.


Seketika itu, tubuh Davian langsung bisa di gerakan kembali. “Masuklah ke lubang itu, dan hiduplah kembali.”


Davian langsung menutup kedua telinganya menggunakan telapak tangannya. Suara sosok tersebut sangat nyaring bahkan ruangan tersebut sampai bergetar.


Setelah guncangan itu selesai, Davian memberanikan diri untuk bertanya kepada sosok tersebut. “Kenapa saya harus di hidupkan kembali?” tanya Davian se sopan mungkin.


Sosok tersebut hanya diam, kemudian menunjuk ke arah pojokan ruangan. Melihat hal itu, Davian langsung menengok ke arah pojokan.


Terlihat di sana, ada Zhi yang sedang berdiri di pojok ruangan. Dia juga menatap Davian sambil tersenyum lembut.


Zhi pun langsung berjalan menghampiri Davian. “Itu karena permintaan Ibu nak.”


Davian mengerutkan dahinya. “Kenapa Ibu ingin aku hidup kembali?”


Setelah berjalan beberapa langkah, Zhi akhirnya sampai di samping Davian kemudian dia duduk di situ. “Ibu hanya ingin kau menjalani kehidupan yang lebih layak.”


Mendengar jawaban Ibu nya, Davian hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia terdiam merenungkan ucapan Ibunya, tapi tiba-tiba muncul orang lain.


“Ibumu benar nak, kau hidup dalam bayang-bayang sang Devil's King. Dan selalu terkekang untuk menjadi kuat, jadi kehidupan kedua ini adalah ucapan maaf kami.”


Suara tersebut tidak lain tidak bukan adalah suara Ace sang Ghost Mask. Tapi Davian tetap diam menundukkan kepalanya.


“Kami tahu kau sudah lelah, tapi-”


Zhi memotong perkataan Ace. “Kau mencintai Shisi kan?”


Davian yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya, langsung menatap Ibunya dengan tatapan bingung. “Bagaimana Ibu bisa tahu?”


Perkataan Ibunya itupun, sukses membuat Davian dilema, dia benar-benar bingung harus bagaimana.


Davian pun mengacak-ngacak rambut nya karena merasa sangat bingung, dia bingung harus menyatakan cintanya atau hidup di akhirat bersama ibunya.


Ace yang melihat kebingungan Davian pun berinisiatif untuk meyakinkan muridnya itu. “Untuk bertemu kami, masih ada kesempatan lain. Tapi untuk menyatakan perasaan mu, hanya ada satu kesempatan.”


Mendengar perkataan Gurunya, membuat Davian langsung berhenti mengacak-ngacak rambut nya. Dia pun memandangi wajah Gurunya dan Ibunya secara bergantian.


“Pergilah nak, Ibu akan selalu menunggumu.”


Davian diam sejenak, sebelum menghela nafas panjang. Kemudian mencium tangan Ibu dan Gurunya. Lalu bertekuk lutut di hadapan sosok berwajah terang itu.


Davian mencoba untuk menenangkan diri, kemudian berkata. “Saya sudah siap untuk di hidupkan kembali.”


“Tapi ada konsekuensinya untuk hidup kembali, apa kau siap?” kini suara sosok tersebut lebih pelan.


“Saya siap.” Walaupun berkata demikian, tapi hati Davian saat ini sedang sangat was-was.


“Ingatan mu akan tersegel, tapi segel tersebut akan pecah jika kau mempelajari salah satu Jurus buatan mu.”


Davian cukup terkejut mendengar kosekuensinya, tapi dia sudah membulatkan tekadnya jadi tidak ada jalan untuk mundur. “Baiklah.”


Kemudian Davian berjalan menuju lubang yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut. Dia memandangi lubang tersebut cukup lama, Lantas dia masuk kedalamnya, dan saat Davian masuk, dirinya merasa seperti berada di lubang yang tak berujung.


Ketika Davian sudah tidak ada, sosok tersebut memandangi Ace dan Zhi. “Silahkan kembali ke tempat kalian masing-masing.”


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


“Sudah berapa lama ya aku diam di tempat ini.”


Saat ini Davian sedang mengambang di tempat yang gelap gulita, dan tidak ada apapun di situ.


Entah sudah berapa ratus tahun Davian diam di tempat itu. Tapi yang pasti dia sudah di situ dalam waktu yang sangat lama.


Davian hanya diam saja tidak melakukan apa-apa, karena memang dia tidak bisa merasakan tubuhnya sendiri.


Dan tiba-tiba, muncul cahaya yang berada bawah tubuh Davian, lalu cahaya tersebut pun langsung menarik Davian untuk mendekati nya.


Davian hanya diam, walaupun tubuh nya sudah tidak terasa. Tapi jiwa nya benar-benar kesakitan sekarang ini.


To Be Continue.