
Sesampainya di gerbang Kota, mereka berdua di sambut oleh 10 orang yang merupakan Murid Inti yang ditugaskan untuk menjemput mereka.
Total ada 15 calon murid yang akan bergabung dengan Dark Shadow Sect di Kota Frozen ini.
Terlihat ada 4 kereta kuda yang mewah dan cantik. Liana yang melihat itupun merasa sangat antusias, tapi rasa antusiasnya itu langsung hilang saat melihat seseorang.
Terlihat seorang pemuda yang berpakaian layaknya seorang bangsawan, lengkap dengan tampang sombong nya. Pemuda itupun langsung mendekati Liana saat melihat gadis itu.
“Halo Liana apa kabar?” Pemuda itu menyapa sambil memainkan kipas nya.
Mendapat sapaan dari pemuda itu, membuat Liana merasa jijik. “Apa mau mu Flarace?”
Flarace menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak ada, hanya sekedar ingin menyapa istri ku di masa depa-”
Belum sempat Flarace menyelesaikan perkataan nya, Liana langsung menarik tangan Davian untuk masuk ke salah satu kereta kuda. Tapi langkah mereka berdua langsung dihentikan oleh Flarace.
DEEP! SRAK!
Flarace menarik kerah baju Davian, lalu mendekat kan wajahnya dengan wajah si bocah berambut hitam. “Bocah terkutuk, ingat ayahmu bisa menjadi walikota itu karena dukungan dari kulaargaku, keluarga Song jadi jangan sombong kau.”
TAK!
Liana langsung melepaskan tangan Flarace dari kerah baju Davian. “Jaga ucapan mu!”
“Tapi Liana, dia pasti sudah menghasut m-”
“Hei kalian! kereta kudanya sudah siap!” teriak salah satu Murid Inti.
Mendengar panggilan dari seniornya, membuat Flarace mendengus kesal. “Awas saja kau.” Jari Flarace menunjuk Davian, kemudian dia pergi menuju salah satu kereta kuda.
Setelah Flarace pergi, Davian akhirnya menghela nafas lega sambil mengelus dadanya. “Dia itu seram sekali.”
“Sudahlah jangan pedulikan orang sombong itu.”
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
KLETAK! KLETAK! KLETAK!
Suara hentakan kaki kuda yang tangkas terdengar memenuhi udara sepanjang perjalanan.
Perjalanan mereka menuju lokasi Dark Shadow Sect cukup lancar dan aman, hanya ada beberapa bandit lemah saja yang menghadang mereka di perjalanan.
Untuk selebihnya, perjalan lancar jaya. Di butuhkan waktu sekitar 1 Minggu mengunakan kuda tercepat yang Dark Shadow Sect miliki untuk sampai di tempat dari Kota Frozen.
Letak dari markas Dark Shadow Sect itu sangat tersembunyi. Letaknya ada di sebuah hutan yang tidak di ketahui oleh orang luar Sekte.
Ada semacam Illusion Magic yang membuat markas Dark Shadow Sect tidak dapat di masuki oleh orang luar meski mereka sudah mengetahui lokasi markas Sekte tersebut.
Jika ada tamu yang ingin berkunjung ke Dark Shadow Sect, maka tamu tersebut akan di bimbing oleh salah satu anggota Sekte.
Dan jika ada orang yang tetap nekat untuk masuk, maka orang tersebut akan terjebak di sana paling sebentar 7 tahun. Itupun jika orang tersebut merupakan Ahli Ilusi yang beruntung.
Untuk alasan mengapa Dark Shadow Sect memilih menyembunyikan markas mereka, itu hanya di ketahui oleh para Shadow Elder dan Patriach itu sendiri.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Ada semacam hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang, jika mereka tidak di temani oleh para Murid Inti. Sudah dapat dipastikan bahwa rombongan Kota Frozen akan lari terbirit-birit dari tempat itu.
Setelah beberapa saat memasuki hutan tersebut, akhirnya mereka menemukan sebuah jalan setapak yang kanan kirinya di hiasi oleh obor.
Tapi semakin lama jalan setapak itu semakin bercabang, untuk awal-awal sih masih wajar, tapi saat sudah genap 2 jam mereka melewati jalan setapak tersebut tiba-tiba cabang nya menjadi seratus jalan.
Tapi dengan santainya para Murid Inti itu memacu kuda mereka dan memilih salah satu cabang nya. Dan setelah beberapa menit akhirnya terlihat sebuah gerbang besar megah yang terbuat dari batu yang indah.
Setelah sampai di depan gerbang, para penjaga menghentikan rombongan kereta kuda itu kemudian menanyakan dari mana asal mereka.
Kemudian salah satu Murid Inti menyerahkan semacam kertas, dan setelah beberapa saat akhirnya mereka di izinkan untuk masuk.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Setelah kereta kuda nya berhenti di depan sebuah gerbang masuk ke hamparan lapangan yang luas. Davian langsung turun dan meminum air yang dia bawa.
“Astaga... Itu tadi seram sekali.”
WUSH! WUSH! TAK!
Di depan gerbang tersebut, tiba-tiba muncul 3 orang yang merupakan Tetua. “Baiklah, mari ikuti kami.”
Rombongan kota Frozen pun langsung mengikuti ketiga Tetua itu. Walaupun dengan berat hati karena mereka masih belum pulih dari ketegangan saat di kereta kuda tadi.
“Davian, apa kita akan duduk bersila bersama dengan mereka?” tanya Liana sambil menunjuk ke barisan panjang para calon murid yang sedang mengumpulkan Shinsu.
Davian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua bahunya. “Mungkin.”
Di sepanjang jalan, terlihat banyak sekali hal yang baru bagi Davian. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan antusias hingga tanpa di sadari mereka sudah sampai.
Sesampainya mereka di sebuah ruangan, masing-masing dari mereka di berikan sebuah pil yang bernama Shinsu Collecting Pills.
“Makanlah pil itu, kemudian duduk bersila di sana,” kata Tetua Sam.
“Baik!” mereka menjawab serempak.
Kemudian mereka menuju ke lapangan lalu membentuk barisan menyamping dan duduk bersila di situ.
WUING~ HAP!
Davian melemparkan Shinsu Collecting Pills nya ke udara kemudian menangkap nya menggunakan mulut. “Mmm, punyaku rasa Strawberry. Kalau punya mu Liana?”
“Anggur.”
Kemudian dimulailah proses pengumpulan Shinsu pertama kali nya bagi mereka, untuk memasuki Refinement Of Shinsu 1.
To Be Continue.