
Barang-barang yang Davian minta tidaklah banyak, hanya benang baja yang cukup panjang dan beberapa Shuriken saja.
“Cepat katakan rencana apa yang harus kita lakukan?”
“Tidak terlalu sulit, cukup biarkan dia muncul dan kau hajar saja dia sampai babak-belur atau mati.” Davian berkata tanpa menengok ke arah Ellena, karena dia masih sibuk mengotak-atik benang baja itu.
Ellena langsung berdiri lantas menarik kerah baju Davian. “Jangan bercanda! dia itu pengguna Poison Magic, dan kita tidak tau berapa orang yang ada di pihak nya.”
“CK! lakukan saja, memang apa susah nya?”
Kirana yang dari tadi hanya diam memperhatikan, kini mulut nya membentuk huruf O karena memahami maksud dari perkataan Davian. “Mmm... Begitu ya...”
“Lihat, seniormu saja faham, dasar Sendaris payah!”
CTAK! SEEK!
Davian melepaskan cengkraman tangan Ellena dari kerah baju nya. “Lakukan saja sesuka kalian, aku mau bermain-main dengan benang ini dulu.”
WUSH!
Tanpa basa-basi lagi, Davian langsung melesat pergi dari situ. Ellena hanya bisa berdecak kesal karena selalu di anggap payah dalam hal kecerdasan.
“Hahaha... Sudahlah dia itu cuma anak-anak, jadi wajar kalau dia masih suka bermain-main.”
“Tapi senio-eek.” Tiba-tiba tubuh Ellena terasa sedikit kaku saat di gerakan.
Melihat hal itu, Kirana cepat-cepat membantu Ellena untuk meraih keseimbangan lagi. “Kau tidak apa-apa?”
“Iya, aku tidak apa-apa senior. Hanya saja tubuhku terasa sedikit kaku saat di gerakan...”
Kirana memiringkan kepala nya. “Apa itu karena kau terlalu banyak menggunakan Mystical Magic semalam?”
“Yah... Mungkin begitu.”
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Kirana merupakan salah satu murid berbakat di Dark Shadow Sect, hanya berbakat tidak jenius. Itu di tunjukan saat dia berhasil mencapai Refinement Of Shinsu 10 di usianya yang masih 18 tahun.
Tapi sayang nya dia sudah tersendat di situ, jadi dengan berat hati dia membentuk Early Realm – Core.
Memang saat di bawah Refinement Of Shinsu 5 semua nya berjalan mudah, tapi saat sudah berada di atas tingkatan itu kesulitan nya akan naik puluhan kali lipat.
Jadi bisa mencapai Early Realm – Core saja itu sudah bisa disebut berbakat.
Sedangkan Ellena sendiri yang masih berusia 14 tahun dan dia sudah berhasil mencapai Refinement Of Shinsu 8 itu baru bisa disebut jenius.
Tapi sebenarnya masih banyak jenius-jenius muda yang melebihi bakat Ellena di luar sana, bahkan ada yang melebihi bakat Davian sekalipun.
Contoh nya adalah Long Mei yang merupakan cucu dari Long Jin sekaligus salah satu dari Eight Holy Daughters. Long Mei sendiri dikatakan jenius bukan karena sembarang alasan.
Gadis itu saat masih berusia 10 tahun sudah bisa mencapai Refinement Of Shinsu 6 dan tidak hanya itu. Dia juga memiliki puluhan prestasi besar lainnya.
Salah satu nya adalah saat dia berhasil mengalahkan seorang Early Realm – Core Last – Stage. Saat masih di usia 10 tahun itu.
Dan tidak menutup kemungkinan di usianya yang kini sudah 15 tahun, untuk dirinya mengalahkan seorang Early Realm – Mortal Mid – Stage.
Di temani oleh Kirana, Ellena berlatih tanding menggunakan pedang kayu. Tentu nya di tempat latihan yang ada di Green Garden.
TAK! TOK! TEK!
Di lapangan tempat Kirana dan Ellena berlatih tanding, hanya ada mereka berdua jadi suara dua pedang kayu saling beradu segera memenuhi udara.
“Senior, apa kau mengerti maksud dari rencana Davian?” Ellena bertanya sembari terus menghindar dan menyerang.
“Dari yang aku tangkap.” Kirana menangkis serangan dari Ellena kemudian menghempaskan nya. “Kita harus mencari informasi tentang pria misterius itu.”
Latih tanding pun terus berlanjut hingga pedang kayu kedua nya patah. Setelah nya mereka berdua langsung berjalan menuju tempat istirahat, namun tiba-tiba...
DUAR!! SHHHH...
Sebuah bom racun tiba-tiba muncul dan meledak di antara mereka berdua, Kirana yang telat menyadari hal tersebut langsung pingsan tanpa tau apa-apa.
Sedangkan Ellena sendiri dengan sigap melompat mundur sambil menutup hidung nya. Lantas dia mengibaskan tangan untuk membuat racun itu pergi.
Masih menutup hidung nya, Ellena mencoba untuk mengamati sekeliling nya dan terlihat ada enam orang pria yang masing-masing berada di tingkat Refinement Of Shinsu 7 sedang mengepung nya.
Keenam pria itu menggunakan jubah yang bertudung menutupi wajah mereka, jadi Ellena sedikit kesulitan untuk melihat wajah orang yang menyerang nya itu.
Belum sempat Ellena bereaksi, salah satu dari enam pria itu langsung mendekati tubuh Kirana yang terbaring lemas di tanah. Pria itu pun mendekatkan sebuah pisau kecil ke leher Kirana.
“Menyerah, atau nyawa gadis ini akan melayang...,” ancam pria itu.
Tanpa bisa berbuat banyak, Ellena berniat membuang pedang yang ada di pinggang kirinya itu. Tapi tiba-tiba tubuh nya langsung berhenti tak bisa bergerak. ‘Tunggu, kenapa ini?!’
“Cepat letakan senjata mu!” Pria itu mulai kesal setelah menunggu beberapa saat.
SIUNG SIUNG SIUNG
Samar-samar, Ellena bisa mendengar seperti ada suatu benda tipis yang melintasi tubuh nya. Detik berikutnya tangan Ellena bergerak sendiri, menarik pedang yang ada di pinggang kirinya itu.
Pria misterius itu berdecak kesal karena ancaman nya tidak mempan. Di sisi lain, Ellena saat ini sedang sangat kebingungan, sebab tubuh nya bergerak bukan karena kehendak nya sendiri.
Pria misterius itu sekarang sudah tidak peduli lagi dengan sandera, dia berdiri kemudian berniat menyuruh rekan-rekan nya untuk menyerang. Namun langkah nya terhenti saat mendengar suara.
“Yarn Technique – Living Dolls.”
Dari atas salah pohon yang ada di situ, muncul seorang bocah berambut hitam yang jari-jemari nya sudah di penuhi oleh benang berwarna keperakan.
Mata Ellena melebar saat dia mengenali siapa bocah berambut hitam itu. “Davian apa yang kau lakukan?!”
“Sttt... Sudah ku bilang bukan, tugas mu hanyalah menghajar mereka!!”
“Kyaa!”
Davian mulai menggerakan tangan nya kesana-kemari, tubuh Ellena juga ikut bergerak menyerang ke-enam pria misterius itu.
Mereka berenam menggenggam erat pisau di tangan mereka masing-masing, kemudian maju menghadapi serangan dari Ellena. Dan pertarungan pun, sudah tidak dapat terelakkan lagi.
To Be Continue.