
Di peristiwa penyerangan Marlay Empire jatuh banyak korban jiwa, Kaisar Hiro juga menjadi salah satu korbannya. Alhasil kepemimpinan Aliansi diserahkan kepada Talleius Sendaris.
Aliansi dapat terus ada sampai saat ini, itu karena saat Devil's King mundur dulu, dia juga membawa anak buahnya untuk ikut mundur.
Oleh karena itulah Talleius Sendaris di pilih sebagai Ketua Aliansi yang baru. Dia juga merupakan Patriach dari Sekte Silhouette.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Di sebuah Istana yang sangat besar, sedang terjadi kekacauan di dalam sana. Pertempuran besar sedang berlangsung di istana itu.
Bangunan-bangunan kecil di Istana itu, satu-persatu mulai runtuh karena terkena dampak dari pertempuran.
Satu demi satu mayat pun mulai bergeletakan di tanah. Di ikuti oleh darah yang mengalir dengan derasnya. Dari dalam Istana juga mulai terlihat asap hitam tebal yang mengepul ke udara.
Di sisi lain Istana. Terlihat ada enam orang yang sedang bertempur melawan sepuluh orang.
Walaupun kalah jumlah, enam orang itu tetap bisa mengimbangi lawan nya. Dan setelah beberapa menit mereka mulai berada di atas angin.
Luka yang cukup parah pun mulai menyelimuti sepuluh orang tersebut. Terlihat jelas ekspresi tidak senang di wajah mereka, bahkan ada yang mengumpat keras.
Dan sepuluh menit kemudian, kemenangan pun jatuh pada enam orang tersebut. Walaupun memang dengan mudah, bukan berarti mereka tidak menerima luka sedikitpun.
WUSH!
Tiba-tiba di hadapan mereka berenam muncul sesosok wanita berambut panjang hijau, pupil matanya juga berwarna hijau. Sedang melihat-lihat keadaan mayat dari sepuluh orang tadi.
“Aduh~ kalian membunuh Jendral Jendral ku? hais padahal mereka sudah ku didik dengan susah payah tapi kalian malah membunuh mereka...,” keluh wanita itu.
Mereka berenam langsung memasang sikap siaga. “Ck! masalah utama nya malah datang.” Dom berdecak kesal.
Wanita berambut hijau itu pun menengok kebelakang, kemudian menarik pedangnya. “Ya~ kalian bukan orang yang aku cari sih, tapi tidak apa-apa hitung-hitung untuk pemanasan.”
“Apa kau meremehkan kami?! dasar wanita ja-”
“Sudahlah Dom!”
“Tapi Rena-”
“Rena benar Dom, kita harus tenang dan jangan terpancing oleh kata-kata nya.” Hyde menambahkan.
Setelah saling berpandangan sejenak, pertarungan pun akhirnya di mulai. Tapi...
TRANG! DUAKH!
Tiba-tiba muncul sosok seorang laki-laki berambut hitam di tengah-tengah pertarungan. Kemudian memukul mundur wanita berambut hijau itu.
“Akhirnya kau datang juga, nak.” Wanita itu menyeringai.
“Sudah berapa ratus tahun ya? 200? 300? aku sedikit lupa.”
“Ketua!” panggil mereka berenam serempak.
“Kalian cepat lah mundur, bawa seluruh pasukan untuk ikut mundur-”
“Tapi Ke-”
Mereka berenam diam sejebak dan saling bertukar pandangan, sebelum dengan berat hati, mereka berenam mundur berikut juga dengan pasukan Aliansi.
Di Tengah Perjalanan Mundur.
“Rena aku harus melakukan sesuatu yang penting, tolong sampaikan ini pada Tuan Sendaris!” Kemudian Dom menghilang begitu saja.
“Apa yang ingin di lakukan nya di situasi seperti ini?” Rena mengerutkan dahi.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Di sebuah pedang rumput, terlihat dua orang sedang terbaring lemas di sana. Satu orang laki-laki dan yang satunya perempuan.
Luka-luka terlihat jelas menyelimuti tubuh mereka berdua, bahkan mereka berdua masing-masing kehilangan satu anggota tubuh mereka.
Si lelaki kehilangan tangan kanan nya, sedang kan si wanita kehilangan kaki kiri nya.
Si wanita tiba-tiba langsung memeluk si pria. “Nak, kalau boleh tau siapa namamu?”
“Davian.”
“Aku Arlane.”
Davian menatap Arlane dengan tatapan bingung. “Untuk apa kita berkenalan? padahal beberapa menit lagi kita akan mati.”
Arlane tersenyum tipis, kemudian memeluk Davian dengan lebih erat lagi. “Asal kau tahu, aku selalu menunggu pria kuat sepertimu. Tapi sayangnya kita malah jadi musuh.” Arlane terlihat murung.
“Jadi apa yang kau inginkan?”
“Aku ingin menjadi kekasihmu, walaupun cuma sesaat.”
Davian mengalihkan pandangannya ke langit yang meneteskan banyak sekali air. “Tidak mau, aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai,” tegas Davian
Arlane tersenyum pahit. “Begitu ya? ya sudah.” Setelah selesai berbicara, Arlane mulai menutup matanya secara perlahan.
Davian menghela nafas panjang. “Mati di pelukan musuh? tidak buruk juga.” Kemudian Davian mengikuti perginya Arlane.
Saat mereka berdua sudah mati, tiba-tiba ada seorang pria yang datang mendekati dua mayat tersebut.
“Hancurlah!”
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Bangsa Devil mati secara perlahan di basmi oleh Aliansi Demon Slayer, memang sejak kematian Devil's King sudah tidak ada lagi yang akan menghalangi Aliansi.
Tapi mereka harus menerima kenyataan pahit, bahwa Davian juga ikut mati bersama Devil's King. Dan ada satu kenyataan lagi yang tidak pernah mereka sangka.
“Apa kau serius?!” Seluruh orang yang ada di ruang pertemuan itu bertanya secara bersamaan.
“Untuk apa aku berbohong, inilah kenyataannya.” Dom berkata serius.
To Be Continue.