
Untuk para pembaca sekalian, saya ucapkan terimakasih karena sudah membaca Novel saya dan sebelum lanjut.
Selalu ingatlah pesan dari Jotaro Kujo, karena dengan begitu. Kalian akan mendorong Novel ini untuk semakin baik lagi.
Dan... Selamat membaca 🙂
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Para penonton hanya diam mematung melihat apa yang di lakukan oleh Davian. Sedangkan dua Tetua lainya dan Wasit, sedang membereskan mayat Akira.
“Maaf, tapi kau harus di hukum mati Lyla.” Tetua Sam mencoba untuk memperjelas apa maksud dari semua ini.
“Tunggu, kenapa sahabat saya harus di hukum mati? memangnya dia melakukan kesalahan apa?!”
“Karena dia sudah mencoba untuk membunuhmu, Liana. Dirimu yang merupakan Murid Rekomendasi,” jawab Davian.
BAK!
Karena terkejut, Zyan sampai tersandung kakinya sendiri. Tanpa mencoba untuk berdiri, dia menatap Davian dan Lyla secara bergantian. “Jadi yang aku lihat tadi benar?”
Davian mengangkat sebelah alisnya. “Oh, jadi kau juga melihat jarum itu ya?”
Lyla yang dari tadi sudah takut, kini malah tambah takut. Pikiran nya semakin kacau balau, dan di dalam hati kini dia sedang mengumpat keras.
Liana mengerutkan dahi nya. “Jarum? jarum apa Davian?!”
Davian menghela nafas panjang untuk yang kesekian kali nya, sebelum menjelaskan semua nya secara lebih jelas dan terperinci.
Intinya, saat Liana memberi bantuan pada Lyla untuk berdiri setelah pertandingan mereka. Di sela-sela jari tangan Lyla, ada beberapa jarum kecil yang beracun. Beruntung Tetua Sam mengibaskan tangan nya, sehingga jarum-jarum kecil itu tidak jadi menusuk tangan Liana.
Tidak hanya Liana, semua orang yang ada di situ kecuali tiga Tetua dan Wasit. Merasa sangat terkejut, bahkan sampai ada yang berteriak karena sangking terkejut nya.
“Semua itu benarkan? nona...” Davian mendekatkan wajah nya ke wajah Lyla dengan ekspresi datar.
Karena terlalu takut, marah, kecewa, dan sedih, pikiran Lyla mulai tidak bisa di gunakan untuk berpikir jernih lagi. “Ya! itu semua benar, tidak ada yang salah sedikit pun!!”
Liana secara spontan menutup mulut nya menggunakan kedua telapak tangan, sambil menatap Lyla dengan ekspresi tidak percaya. “Katakan kalau semua ini adalah keboho-”
“Tidak ada yang berbohong!! ini semua nyata!!! aku ingin membunuhmu itu karena kau adalah gadis yang paling ku benci! Gadis yang beruntung, cantik, kaya, di sukai banyak orang! aku benar-benar membenci-”
JLEB!!
“Berisik, booodoh.” Davian menusuk jantung Lyla.
Seketika gadis berambut cokelat itu langsung diam dengan mata yang melotot, pipi di banjiri oleh air mata dan mulutnya di penuhi oleh darah segar.
Tetua Sam menepuk pundak Davian. “Hais... Sudah ku bilang biarkan aku saja yang mengurus semua ini. Tapi seperti nya kau terlalu keras kepala,” ujar Tetua Sam sambil menggelengkan kepalanya.
SREEET!
Davian mencabut pedang miliknya dengan santai nya, lantas dia mengibaskan Soul Weapon itu untuk membersihkan darah yang menempel. “Sisanya ku serahkan kepada anda.”
Di saat yang bersamaan juga, Tetua Sam menangkap tubuh Lyla sebelum ambruk. Kemudian menghilang tanpa mengatakan apapun, di ikuti oleh dua Tetua lain nya dan Wasit.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Dan selama periode itu, Davian terus-terusan mengantarkan makanan di depan gubuk Liana, tapi makanan yang dia berikan selalu tidak pernah di sentuh sedikit pun oleh Liana.
Namun, Davian tetap melakukan nya. Dan ini sudah yang keempat kali nya, sebenar nya Zyan sudah mengatakan untuk membiarkan saja Liana, tapi Davian tidak menggubris.
Davian tetap saja mengantarkan makanan di depan pintu gubuk kecil Liana. Tapi berbeda dengan yang kemarin kemarin, kini Davian menunggu di situ.
Davian bersandar di pintu gubuk kecil Liana, dia menatap langit biru yang di penuhi oleh awan. “Kau yakin tidak mau keluar Liana? hari ini cuaca nya sangat cerah.” Davian mencoba untuk membuat Liana keluar dari gubuk kecil nya.
Sudah beberapa menit Davian menunggu, tidak ada jawaban sama-sekali. “Hati mu memang mengatakan untuk jangan keluar, tapi aku tidak yakin pada perut mu.”
Seketika wajah Liana langsung memerah mendengar perkataan itu. ‘Bodoh! kenapa kau tidak pergi saja dari sini?! kau hanya membuat ku malu.’
Sama seperti tadi, Davian tidak mendapat jawaban apapun. Dia menghela nafas berat, sebelum berdiri kemudian berjalan menjauh dari situ. Tapi Davian tidak benar-benar pergi, kini dia sedang bergelantungan di dahan pohon dekat situ.
5 menit setelah Davian berpura-pura pergi. Pintu gubuk kecil Liana terbuka, dan muncul tangan dengan kulit putih halus mengambil nampan yang di atasnya terdapat berbagai macam hidangan.
Setelah nampan itu masuk ke dalam gubuk, 10 menit kemudian nampan itu kembali ketempat nya semula dengan hidangan yang ada di mangkuk sudah habis tanpa sisa.
Melihat hal itu, Davian tersenyum tipis. Kemudian mengambil kembali nampan dan mangkuk-mangkuk yang dia bawa tadi ke dapur untuk di cuci.
Di tengah perjalanan, Davian sempat berpapasan dengan Zyan. “Apa kau yang memakan itu semua?” Zyan menatap mangkuk-mangkuk yang ada di atas nampan yang di bawa Davian dengan tatapan bingung.
“Enak saja, coba kau tanya sendiri saja pada Liana. Dan jika dia menjawab dengan jawaban ‘Tidak’ itu berarti dia menjawab ‘Iya’...”
Setelah basa-basi sebentar dengan Zyan, Davian langsung melanjutkan kembali berjalan menuju dapur untuk mencuci mangkuk-mangkuk kotor itu.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Seminggu kemudian, para penghuni Shady Hut sudah mencapai Refinement Of Shinsu 3 jadi sudah saatnya mereka menerima Bone Forging.
Tentu saja ini kabar gembira bagi para penghuni Shady Hut, di tambah sekarang Liana juga sudah mau keluar. Walaupun perasaan gadis itu masih campur aduk.
Sekarang mereka berempat puluh sudah di kumpulkan di sebuah tempat yang mirip seperti perpustakaan. Setelah mendengarkan panduan singkat dari Tetua Sam, mereka akhirnya masuk ke perpustakaan itu.
Inti nya mereka akan memilih Bone Forging yang akan di gunakan untuk mengembangkan kualitas tulang mereka. Zyan, Liana dan Davian hanya menunggu di luar.
Masing-masing memiliki alasan tersendiri mengapa mereka tidak mengambil Bone Forging di perpustakaan. Untuk Liana dia itu memiliki kondisi tubuh Goddess Of War, jadi sudah tidak perlu Menempa Tulang lagi.
Untuk Alasan Zyan, dia sudah mendapatkan Bone Forging jauh-jauh hari dari pemberian ayah nya. Sedangkan Davian juga beralasan sama seperti Zyan.
Walaupun sebenarnya, Bone Forging yang Davian sudah punyai bukan pemberian dari siapa pun. Melainnkan murni ciptaan nya sendiri, dan Bone Forging itu bernama Forging Dragon Bone.
To Be Continue.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ini itu Chapter bonus, karena sudah mau men-vote tadi. Ya maaf karena baru selesai sekarang. Mmmm.... Nikmati aja lah ya.
Dan perkataan legend dari Lord Ishigami ada di Chapter ini. “Urusei baaaka.” yang kalau di artikan dalam bahasa Indonesia itu berbunyi. “Berisik booodoh.”