The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 26 – Friendship



“Uhuk! uhuk! huk!”


Davian berhenti melesat tepat di depan kediaman nya, dan saat berhenti dia langsung muntah darah. Itu di karenakan tubuh nya yang sedang sangat lemah.


Bayangkan saja seorang bocah berumur 10 tahun, memaksakan tubuh nya yang masih sangat muda itu untuk menggunakan Teknik yang dapat memberikan beban berat pada tubuh.


Pasti orang tersebut akan langsung mati, tapi berbeda dengan Davian yang dapat meminimalisir efek samping dari penggunaan Teknik-Teknik tersebut.


“Hell Poison Valley sialan...”


Hell Poison Valley merupakan Sekte besar aliran Hitam yang cukup berpengaruh, walaupun pemimpin Sekte tersebut hanyalah seorang Eternal Realm.


Sekte tersebut juga merupakan dalang dari penyerangan yang terjadi pada Ellena tadi siang. Davian dapat mengetahui nya saat melihat seragam yang di gunakan oleh ke-enam pria itu.


Wilayah Sekte tersebut terletak di sekitar Istana Altesia Empire, dan nama wilayah nya adalah Valley Around Mountains.


Valley Around Mountains sendiri berada di sebelah Selatan Istana dan jarak nya lumayan jauh. Di sana hampir tidak ada penghuni nya kecuali Hell Poison Valley.


Walau sang Matriach hanya seorang Magic Caster Eternal Realm, tapi dirinya juga merupakan salah satu dari Sixten Saint. Berbekal Ilmu dan Sihir racun nya, dia bisa menambal kekurangan nya dalam hal Tingkatan.


Dia bernama Satania atau yang biasa di kenal dengan sebutan Ruthlessness. Sesuai namanya dia itu sangat suka sekali membunuh dan menyiksa orang.


Bahkan ketika bosan, anggota Sekte yang tidak bersalah pun Satania siksa atau langsung di bunuh. Untuk memuaskan hasrat nya. Namun, terlepas dari semua kebengisan nya, dia itu merupakan wanita yang sangat cantik.


Rambut ungu yang terurai kebelakang, pupil mata merah, kulitnya yang gelap di tambah tubuh nya yang ramping, sudah dapat di pastikan bahwa jika ada pria yang melihat nya pasti akan langsung tergila-gila.


Walaupun begitu, Satania itu belum menikah. Karena tidak ada pria yang cukup gila untuk menikahi wanita psikopat itu, walaupun dia sangat cantik.


Davian sendiri dulu pernah di uji iman nya, karena pernah bertarung satu lawan satu dengan saat sedang menjalankan misi. Namun beruntung dia berhasil kabur dari wanita gila itu.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Beberapa Minggu sudah berselang sejak pertarungan hari itu, kini Davian sudah berhasil mencapai Refinement Of Shinsu 5 dan hanya di ketahui oleh Sendaris.


Selain itu, dia juga sudah berada di puncak kualitas tulang Yellow Tiger – Old. Dan hanya butuh sedikit dorongan lagi untuk dapat membentuk Orange Lion.


Saat ini yang ada di pikiran Davian adalah, bagaimana para Murid “Sampah” dari Hell Poison Valley bisa masuk kedalam Dark Shadow Sect?


Namun Davian langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membuang semua pikiran tidak berguna itu dari kepala nya. Sekarang ini dia sedang berdiri di depan gerbang Green Garden.


Dia menghela nafas pelan, sebelum berjalan keluar Green Garden untuk kembali ke Shady Hut. Mengingat Ujian Tahap Kedua Sesi Pertama akan segera di mulai.


Kali ini Davian tidak menggunakan kecepatan penuh nya, dia hanya melompat di atas atap bangunan dengan santai sambil menikmati angin pagi hari yang sejuk.


Sambil terus melompat, ingatan-ingatan tentang masa lalu nya pun mulai muncul satu-persatu. Mulai dari yang konyol, menyenangkan, hingga hingga menyedihkan.


Ingatan-ingatan itu sekarang sedang memenuhi kepala Davian. Davian sendiri hanya bisa tersenyum tipis dan tanpa sadar mulai meneteskan air mata.


“Kalian... Tidak akan pernah ku lupakan... Selamanya...”


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Saat sampai, dirinya langsung di sambut oleh teriakan histeris seluruh penghuni Shady Hut yang menyebutkan namanya.


Kecuali Zyan dan Liana, karena mereka berdua langsung melesat dan memeluk Davian dengan sangat erat.


“Hei teman-teman, bisakah kalian melonggarkan sedikit pelukan kalian? aku tidak bisa bernafas...” Davian berkata dengan wajah yang membiru.


Mereka berdua pun cepat-cepat melepaskan pelukannya. Dan hal itu sukses membuat seluruh penghuni Shady Hut tertawa.


Menanggapi hal tersebut, Davian hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum canggung. ‘Seperrinya, ini adalah rumah baru ku.’


Setelah puas melepas rindu, mereka semua pun kembali melakukan aktivitas masing-masing. Sedangkan Liana dan Zyan mengajak Davian untuk melihat sesuatu.


Dan betapa terkejutnya Davian saat melihat, gubuk kecil kesayangan nya itu sudah di perbaiki dan terlihat sama persis seperti sebelum nya.


“Hihihi... Apa kau suka dengan ini kawan? aku bersusah payah lo saat membuat nya-”


TRUK!!


Liana menyikut tulang rusuk Zyan. “Susah payah apa nya? padahal kau hanya duduk sambil memegangi kepala mu!”


“Stt... Hei! sakit tau, dan juga aku itu tidak hanya diam tapi memikirkan desain dari gubu-”


“Hiks... Terimakasih... Hiks... Teman-teman.”


Liana dan Zyan yang melihat itu, langsung menghentikan perdebatan mereka. “Hei hei, aneh sekali melihat mu menangis kawan... Aku jadi ikut sedih... Snfft!”


Liana memandangi wajah Davian “Tersenyumlah Davian,” kata Liana sambil memasang senyum lebar di wajah nya.


Davian hanya bisa tersenyum tipis dengan pipi yang sudah di banjiri oleh cairan putih bening. “Hum! dan sekali lagi, terima kasih.”


Malam itu pun mereka bertiga habiskan dengan mengobrol santai di dalam gubuk kecil milik Davian yang sudah di perbaiki.


Di sana Liana dan Zyan banyak menanyakan tentang hal apa saja yang Davian alami di Green Garden. Tapi bukan nya menjawab dengan jujur Davian malah berbohong.


Dia hanya tidak ingin membuat dua sahabat nya itu menjadi kawathir. Obrolan mereka pun terus berlanjut hingga mereka bertiga tertidur.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Ke-duapuluh Murid Luar yang ada di Shady Hut sudah berkumpul di Stone Circle untuk melaksanakan Ujian Tahap Kedua Sesi Pertama.


Di sana sudah berkumpul banyak sekali penonton, karena Ujian Tahap Kedua ini tidak akan kalah seru dari Ujian Tahap Pertama.


To Be Continue.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf dua hari terakhir ini saya tidak bisa Up, di karenakan tugas yang menumpuk. Kalian lah kalau di tengah-tengah pandemi ini kita para pelajar harus belajar secara Daring.


Dan ya~ TUGAS NYA TERLALU BANYAK!!!