The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 14 – Ujian Tahap Pertama



Masih di hari yang sama, saat ini Davian sedang duduk santai di depan gubuk nya. Dia saat ini sedang melamun sambil memikirkan tentang masa lalunya.


‘Aku tidak menyangka akan hidup kembali, ini adalah sebuah keajaiban.’


SRAK! DAK!


Lamunan Davian tidak berlangsung lama karena tiba-tiba dia mendengar suara orang terjatuh. Cepat-cepat Davian mencari sumber suara itu dan ternyata itu adalah Liana yang sedang berlatih jurus meringankan tubuh.


Davian pun langsung berlari mendekati Liana yang sedang membersihkan baju nya dari debu. “Hei, kau tak apa-apa?” Davian mengulurkan tangan nya.


“Ya, cuma kecelakaan kecil.”


HUG!


“Hei, kalian berdua! minggir! minggir!”


BRUAK!


Zyan yang tidak bisa mengendalikan jurus meringankan tubuh nya. Malah kebablasan dan pada akhirnya hampir saja menabrak Liana dan Davian. Beruntung mereka berdua berhasil menghindar tepat waktu.


“Haish, kalian berdua ini...” Davian menggeleng gelengkan kepalanya. “Sekarang serahkan gulungan kalian masing-masing. Akan ku ajarkan bagaimana cara yang benar untuk menggunakan nya.” Davian mengulurkan tangan nya kepada Liana dan Zyan.


“Kawan, apa kau tidak melihat aku baru saja menabrak pohon?” Zyan mengelus-ngelus mukanya yang memerah.


“Hihihi... Kau itukan laki-laki.”


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Davian pun memberikan instruksi kepada mereka berdua. Awalnya mereka berdua agak ragu, tapi setelah mengikuti apa yang di katakan Davian. Mereka berdua pun percaya.


Kehebatan dari Violet Light Petals mulai terlihat setelah seharian Liana pelajari. Violet Light Petals memang jurus meringankan tubuh yang di khususkan untuk kaum hawa saja.


Sepertinya nama nya, Violet Light Petals dapat membuat penggunanya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Itu di buktikan saat Liana mencoba untuk melompat dari satu pohon ke pohon yang lain, pergerakan hampir tidak bisa di tangkap oleh mata. Tapi itu hanya bagi Refinement Of Shinsu di bawah 6.


Davian dapat dengan mudah memberikan instruksi yang benar kepada jurus meringankan tubuh milik Liana yaitu Violet Light Petals. Karena jurus meringankan tubuh tersebut merupakan ciptaan nya dan Shisi.


Dulu Davian dan Shisi menciptakan jurus tersebut hanya digunakan sebagai hadiah untuk Rena yang berhasil mencapai Soul Realm. Tapi ternyata jurus tersebut masih ada sampai sekarang, walaupun instruksi nya tidak lengkap.


Sedangkan untuk jurus meringankan tubuh milik Zyan. Davian harus melihat nya dulu baru memberikan arahan, karena ini merupakan kali pertama dia melihat jurus tersebut. Jurus meringankan tubuh milik Zyan bernama Blue Lighting Steps.


Blue Lighting Steps tidak terlalu mengarah ke kecepatan, tapi lebih mengarah ke kemampuan nya untuk mengecoh lawan. Tapi bukan berarti jurus meringankan tubuh itu lamban.


Setelah beberapa hari berselang, Zyan dan Liana mulai mempertanyakan mengapa Davian tidak mempelajari jurus meringankan tubuh milik nya? Saat mendapatkan pertanyaan itu Davian hanya menjawab. “Aku sudah menguasai nya.”


Umumnya untuk seorang Refinement Of Shinsu 2 mempelajari jurus meringankan tubuh itu paling lama butuh waktu 3 Minggu, tapi dengan mengikuti instruksi dari Davian. Liana dan Zyan berhasil menguasai jurus meringankan tubuh mereka masing-masing dalam waktu seminggu saja.


Tidak hanya mengajarkan tentang jurus meringankan tubuh, Davian juga mengajari mereka berdua tentang ilmu beladiri tangan kosong. Tapi Davian hanya mengajarkan dasar-dasar nya saja.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Satu bulan sudah berlalu sejak rombongan Shady Hut menjadi Murid Luar. Dan sekarang saat nya ujian tahap pertama untuk menjadi Murid Dalam.


Ujian tahap pertama ini dibagi menjadi dua sesi yaitu, sesi pertama adalah menguji para Murid Luar tentang seberapa dalam mereka memahami jurus meringankan tubuh yang mereka pelajari. Intinya sesi ini adalah balapan lari.


Lalu untuk sesi kedua, para Murid Luar yang berhasil lolos di sesi pertama akan melakukan latih tanding. Tapi sesi di kedua ini, tidak akan ada yang di eliminasi.


“Davian, aku tidak pernah sekalipun melihat mu menggunakan jurus meringankan tubuh yang kau pilih waktu itu.” Liana menyenggol tubuh Davian.


“Benar aku juga tidak pernah.” Zyan menambahi.


Davian menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Hahaha... Kalian lihat saja nanti saat ujian nya sudah di mulai.”


Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang tunggu sebelum ujian sesi pertama nya dimulai. Dan setelah menunggu beberapa lama, akhirnya sesi pertama pun dimulai.


Untuk sesi pertama ini dilakukan di sebuah pegunungan yang cukup luas. Para peserta memiliki dua pilihan jalur. Pertama adalah melewati gunung, tapi itu akan cukup susah namun jarak yang di tempuh juga pendek.


Dan jalur kedua adalah memutari pegunungan tersebut, dan jalurnya juga sangat mudah untuk di lewati. Tentu saja yang namanya memutari pasti akan menempuh jalan yang lebih jauh.


Sesi pertama ini juga mempunyai hadiah bagi yang memasuki sepuluh besar. Dan yang akan lulus ke sesi berikutnya hanya 20 orang saja.


Sekarang ke empat puluh Murid Luar Shady Hut sudah di kumpulkan di garis start. Davian, Liana dan Zyan berada di barisan paling belakang.


Davian pun menengok ke arah depan, dia bisa melihat senyuman meremehkan dari wajah Flarace. “Semoga beruntung.” Flarace berkata mengejek.


Salah satu instruktur mengangkat sebelah tangannya. “Baiklah, Ujian tahap pertama sesi pertama... Dimulai!!”


Rombongan Shady Hut pun langsung melesat dengan kecepatan tertinggi yang dapat mereka lakukan.


Baru beberapa detik saja, Posisi pertama sudah menjadi milik Liana, disusul oleh Zyan di posisi kedua dan di belakangnya ada Davian yang bergerak dengan lincah nya.


Lalu di belakang Davian terlihat Flarace yang wajah nya mulai memerah kerena marah. Flarace benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata Davian bisa mendahului nya.


Davian pun melambaikan tangannya, sebelum mengambil jalur menaiki gunung. Tidak mau kalah, Flarace ikut mengambil jalur menaiki gunung.


Yang mengambil jalur menaiki gunung hanya ada 9 orang saja, yang merupakan Davian, Liana, Zyan, Falrace beserta komplotan nya.


Davian melirik sedikit ke belakang. Dan dia bisa melihat ada batu berukuran sedang di tangan Flarace beserta komplotan nya.


Lima batu berukuran sedang pun melesat ke arah mereka bertiga, beruntung Davian yang berada di posisi ketiga. Jadi dengan sigap dia menangkap ke-lima batu itu.


Setelahnya dia melemparkan kembali batu-batu itu dengan kecepatan dua kali lipat. Flarace and the gang yang terlambat menyadari nya hanya bisa menahan batu-batu itu.


Para anak buah Flarace langsung tersungkur di tanah, sedangkan si Flarace sendiri mengalami luka memar di perutnya. “Sialan.”


Flarace pun langsung menambah kecepatan walau itu akan membebani tubuhnya. Kemudian setelah jaraknya dengan Davian sudah cukup dekat, dia langsung melayangkan pukulan ke arah kepala Davian.


Tapi si bocah berambut hitam dapat dengan mudah menghindari nya. Dan akibatnya Flarace menabrak dahan pohon, kemudian dia terjatuh ke area lumpur.


“Nikmati pemandian mu tuan bangsawan.” Davian pun langsung melesat menjauh dari situ.


Liana dan Zyan yang dari tadi menyaksikan dari jauh hanya tertawa kecil, kemudian kembali fokus ke ujian.


Disisi lain, Flarace saat ini sedang berteriak kesal karena harga dirinya hari ini sudah benar-benar dilukai.


Setelah beberapa saat, akhirnya garis finis pun terlihat. Liana menempati posisi pertama, Davian yang kedua, lalu disusul oleh Zyan. Tepuk tangan meriah pun terdengar saat mereka bertiga melewati garis finis.


To Be Continue