The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 23 – Ras Ardonia



Pada akhirnya Davian memutuskan untuk mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengistirahatkan tubuh dan mental nya.


Dia melompat dari atap ke atap yang lainnya, hingga sampailah dia di sebuah menara yang menjulang tinggi ke langit.


Davian pun memanjat menara itu, dan setelah sampai di puncak, dia duduk bersila sambil kembali memainkan seruling bambu miliknya.


Tapi kali ini Davian hanya membiarkan suara seruling nya terdengar di daerah sekitar belasan meter dari menara itu saja.


Sementara Davian sedang bersantai sambil menikmati suara seruling dan indah nya pemandangan kala itu. Di tempat lain, ada dua orang yang sedang pusing tujuh keliling.


Dua orang tersebut adalah Ellena dan satu teman perempuan nya yaitu Kirana. Saat ini mereka sedang mencari pengunjuk tentang pria misterius yang menyerang Ellena tadi siang.


Sebenarnya Ellena sudah melaporkan tentang kejadian itu kepada Sendaris, tapi Sendaris hanya berkata. “Itu masalahmu jadi selesaikanlah sendiri. Jika kau hanya bergantung pada orang lain, kau tidak akan pernah berkembang.”


Jadi Ellena hanya bisa meminta bantuan dari satu-satunya teman dari golongan Murid Inti yang dia punnyai. Lalu kenapa Ellena tidak meminta bantuan dari para Murid Dalam?


Itu karena Ellena tidak diizinkan keluar dari Green Garden oleh Sendaris sebagai hukuman nya. Jadi Ellena hanya bisa meminta bantuan kepada Kirana.


Sedangkan untuk mencari pria misterius itu tidak perlu keluar Green Garden, karena sudah dapat di pastikan jika pria misterius itu tinggal di Green Garden.


Cara memastikan nya mudah saja, Green Garden itu adalah Hunian para Murid Inti yang sangat di jaga, jadi sangat tidak mungkin jika orang dari Hunian lain bisa masuk begitu saja.


Mengingat pria misterius itu sudah mengikuti Ellena sejak pagi dan seperti telah mengetahui Ellena akan ada di Green Garden, sedangkan proses untuk dapat masuk ke Green Garden itu tidaklah mudah dan singkat.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Pencarian Ellena dan Kaira mulai dengan melihat daftar penghuni di Green Garden. Mereka berdua pergi ke Data Tower.


Data Tower merupakan tempat di simpan nya seluruh data tentang seluruh Hunian yang ada di Dark Shadow Sect. Menara tersebut memang sengaja di bangun di Green Garden.


Untuk alasan nya, hanya Patriach yang tau. Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka berdua tiba di sebuah menara yang sangat besar dan megah.


Setelah mendapatkan izin untuk masuk, mereka berdua pun cepat-cepat mencari data tentang Murid Inti generasi sekarang yang menggunakan Poison Magic.


“Ellena tolong ambilkan buku yang ada di atas itu.”


“Baik.”


Mengandalkan Elemen Angin nya, Ellena mengambilkan buku yang di maksud oleh Karana. Dan mulai lah mereka membaca satu-persatu buku yang berisi data tentang Murid yang ada di Green Garden.


Satu demi satu buku telah mereka baca, tapi tetap saja tidak ada data yang diperoleh dari membaca buku buku itu.


Menurut buku-buku itu di dalam Dark Shadow Sect, tidak ada satupun pengguna Poison Magic. Dan jika benar maka dari mana asal pria misterius yang menyerang Ellena tadi siang?


Karena tidak mendapatkan hasil apapun, kedua gadis itu pun memutuskan untuk mencari petunjuk lain.


Tapi suara seorang bocah laki-laki menghentikan langkah mereka. “Apa kau ini benar-benar Ras Ardonia–Clan Sendaris? kau terlalu bodoh untuk setadar Clan Sendaris.”


Secara spontan, mereka berdua menengok ke belakang dan mendapati seorang bocah berambut hitam sedang duduk di atas rak buku. “Sejak kapan kau-?!”


Bocah berambut hitam itu mengangkat sebelah tangan nya. “Aku berada di sini sejak tadi. Mengandalkan jurus meringankan tubuh miliku, aku menyelinap tanpa di ketahui oleh penjaga, puas?”


Ellena dan Kirana langsung terdiam, mereka benar-benar tau seberapa kuat para penjaga. Ellena menatap tajam ke arah bocah berambut hitam itu. “Jadi kau bilang aku ini bodoh, Davian.”


Davian mengangkat kedua bahu nya. “Begitulah... Kau lebih mirip Ras Ardonia–Clan Voltaris, bodoh tapi kuat.”


Ellena merapatkan gigi nya. “Oh, kau ingin mencari masalah! hu-mmm”


Sebelum Ellena bertindak lebih jauh lagi, Kirana cepat-cepat membungkam mulut sang putri Patriach. “Apa mau mu?” Kirana bertanya dengan tenang.


“Menawarkan bantuan, tapi tentu saja tidak gratis.”


“Hah... Jangan langsung mempercayainya Senior, bisa saja dia akan menjebak kita.”


Kirana tidak menggubris perkataan Ellena, dia masih terus memandangi Davian. “Cepat katakan kami tidak punya banyak waktu.”


Davian tersenyum tipis. “Senior... Ellena... Gunakan Elemen Kayu milikmu untuk memperbaiki kerusakan yang telah kau timbulkan di halaman kediaman ku.”


Karena terlalu kaget Davian bisa mengetahui tentang Elemen kedua miliknya, Ellena sampai tersedak nafasnya sendiri. “Bagaimana kau bisa tau?”


Davian mendengus kesal. “Sudah jawab saja, kau mau atau tidak? jika tidak aku akan segera pergi.”


“Baiklah kami mau,” celetuk Kirana.


“Bagus.”


WUSH!


Mata kedua gadis itu melebar saat melihat Davian sudah tidak ada lagi di atas rak buku itu dalam sesaat. Setelah berhasil sembuh dari keterkejutan nya, Ellena langsung melemparkan pandangan bingung ke arah Kirana.


“Senior kenapa kau menerima bantuan nya?! jelas-jelas itu sangat mencurigakan.”


“Hei ayolah, sekali-sekali cobalah untuk mempercayai orang yang baru kau temui, tentunya setelah kau mengamati nya dengan seksama.”


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Ras Ardonia adalah Ras Manusia yang bermutasi, sehingga Ardonia bisa mengendalikan sebuah kekuatan yang disebut Holy Songs.


Dan diantara Holy Songs ada yang terkuat, yaitu Prime Holy Songs. Yang mana Prime Holy Songs hanya di miliki oleh Master dari masing-masing Clan Ras Ardonia.


Ardonia sendiri di bagi menjadi 4 Clan, yaitu yang pertama ada Sendaris yang dilambangkan dengan mata biru mereka dan kecerdasan mereka.


Kedua ada Voltaris, mereka di lambangkan dengan mata merah dan kekuatan mereka. Tapi walaupun kuat, mereka punya satu kelemahan besar, yaitu kebodohan.


Ketiga ada Kaltaris. Mereka di lambangkan dengan mata emas dan kemahiran mereka dalam membuat senjata, terutama Holy Songs.


Dan yang terakhir sekaligus yang keempat ada Normeris. Mereka di lambangkan dengan mata hijau dan kemampuan Sihir mereka.


Awalnya keempat Clan Ras Ardonia itu saling bertempur, tapi perdamaian antar Clan tercipta karena ada nya bangsa Devil.


Dan dari situ mereka sepakat, bahwa Prime Holy Songs hanya boleh di miliki oleh masing-masing Master Clan saja.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Malam itu juga Ellena berniat melakukan apa yang Davian minta, dia menatap ke arah pintu kediaman Davian dengan penuh amarah. Sebelum melakukan pekerjaan nya.


Dia menggerakan tangan nya dengan halus, dan seketika tumbuhan-tumbuhan yang tadinya layu atau rusak langsung kembali segar.


Di sisi lain, Kirana sedang mengumpulkan barang yang Davian minta. Tadi mereka sempat mengobrol sebentar dengan Davian, dan di bocah berambut hitam meminta untuk di carikan beberapa barang.


Berbeda dengan Kirana yang menjalankan tugas nya dengan antusias. Ellena benar-benar membenci hal ini. Dan jika bukan demi menangkap pria misterius itu Ellena tidak akan sudi melakukan permintaan Davian.


Pagi hari pun tiba, mereka bertiga saat ini sedang duduk di bawah pohon untuk merundingkan perihal rencana apa yang akan di lakukan untuk menangkap si pria misterius.


Davian tersenyum menyeringai. “Baiklah, saatnya memulai rencana.”


To Be Continue.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf kemarin saya tidak bisa Up karena saya sedang sakit. Dan sekarang sudah sembuh, jadi bisa Up lagi 🙂