
Sudah beberapa hari berselang sejak rombongan Kota Frozen tiba di Dark Shadow Sect. Dan hari ini adalah hari di nobatkan nya Murid Luar yang baru.
Di sebuah lapangan yang luas, ada total 40 orang sedang berbaris di sana. 40 orang tersebut yang akan menjadi Murid Luar yang baru.
Di depan barisan itu, sudah berdiri seorang pria yang tidak lain tidak bukan adalah Tetua Azurd Song. Dan dia juga merupakan paman dari Flarace Song.
“Untuk menjadi murid di Dark Shadow Sect, kalain harus siap memegang sebuah janji, apa kalian siap?!” Terpancar wibawa yang sangat besar dari si Tetua Azrud saat dia berbicara.
“Siap!” jawab mereka semua serempak.
Kemudian Terus Azrud mulai menjelaskan janji janji yang harus di tepati dan sangat di larang untuk melanggar janji tersebut. Intinya mereka harus setia pada Dark Shadow Sect.
Setelah hal itu selesai, para Murid Luar generasi sekarang. Di bawa menuju bagian Sekte yang lebih dalam, mereka semua di bawa menuju kediaman mereka.
Sepanjang perjalanan, Davian hanya mengobrol dengan Zyan dan Liana. Mereka bertiga memang sudah menjadi sahabat sekarang.
Tapi ada hal yang sangat menggangu Zyan sepanjang perjalanan, awalnya dia mengabaikan hal tersebut. Tapi lama kelamaan dia sudah tidak tahan dan pada akhirnya dia bertanya kepada Davian.
“Davian.”
“Ada apa?”
“Kenapa orang itu beserta komplotan nya, selalu menatap kita berdua dengan tatapan yang menyebalkan?!” tanya Zyan sambil menunjuk nunjuk ke arah Flarace.
Davian menggelengkan kepalanya pelan. “Sudahlah biarkan saja, ya kan Liana?” Davian menyenggol Liana pelan.
“Entahlah, tuan uban mungkin akan beranggapan bahwa hal itu menyebalkan,” balas Liana ketus.
“Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan Tuan Uban!!” teriak Zyan.
“Hihihi, kalian sangat serasi sekali,” kata Davian sambil terkekeh geli.
“Siapa coba yang mau sama pemuda beruban, tingkah nya konyol dan tampang nya kurang lagi,” sindir Liana.
Beberapa kata dari Liana tadi benar-benar menusuk hati Zyan. “Ugh... Apakah tampang ku sejelek itu?”
“Sudahlah sudahlah kalian ini...” Davian berusaha melerai mereka berdua.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Sebuah hutan kecil yang berisi beberapa gubuk kecil di dalamnya, serta ada cukup banyak hewan liar yang berkeliaran di sekitar situ.
Itulah tempat mereka, para Murid Luar generasi sekarang akan tinggal Shady Hut. Memang tempat nya sedikit buruk, tapi mereka bebas merombak tempat tersebut sesuka hati mereka.
Tapi tetap saja, masih banyak yang mengeluh karena tempat ini jauh lebih buruk dari tempat mereka tinggal saat masih menjadi calon murid.
“Kalian akan mendapatkan tempat yang lebih layak jika kalian sudah menjadi Murid Dalam.”
Mendengar perkataan dari Tetua Azrud, membuat mereka tidak bisa protes lagi dan menerima saja apa yang ada.
Sebenar nya, masih ada tempat-tempat yang lain bagi Murid Luar, tapi tempat-tempat itu sudah di pakai oleh rombongan Murid Luar yang lain.
Flarace yang memiliki kakak seorang Murid Dalam pun, hanya bisa tersenyum mengejek karena dia akan tinggal bersama dengan kakak nya.
Oh ya, aku hampir saja lupa memberi kan ini.” Tetua Azrud menyerahkan sebuah kotak berisi kan puluh Shinsu Collecting Pills tingkat rendah, sama seperti yang sebelum nya.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Beberapa Hari Kemudian.
Davian sedang duduk di lantai tempat dia tinggal, dia mengeluarkan sebuah pil dari sakunya kemudian memakan pil tersebut. “Emm... Aku selalu suka dengan rasanya.”
Kemudian Davian mulai bermeditasi, dia bermeditasi selama kurang lebih 4 jam, hingga ada seseorang yang menggoyang goyangkan tubuh nya.
“Hei Davian, bangun Tetua Sam menyuruh kita untuk berkumpul.”
Mendengar suara itu, Davian langsung membuka matanya dan terlihat sosok pemuda berambut putih di depan nya. “Kita di suruh berkumpul untuk apa?” tanya Davian setelah mendapatkan kesadarannya kembali.
“Entahlah, tapi tadi aku dengar ada kaitannya dengan jurus meringankan tubuh.”
Tanpa basa-basi lagi, mereka berdua langsung berkumpul di gerbang Shady Hut dan di sambut oleh senyuman manis Liana. Walaupun senyuman itu di arahkan pada Davian.
Setelah berbicara sebentar, Tetua Sam pun menuntun mereka menuju sebuah menara yang berisikan jurus-jurus meringankan tubuh.
Menara tersebut bernama Leisour Tower, Leisour Tower dibagi menjadi 8 lantai dan semakin tinggi lantainya makan akan makin bagus pula jurus meringankan tubuh yang ada di sana.
Tapi Murid Luar hanya boleh memasuk lantai satu hingga dua saja, tidak boleh lebih. Dan mereka hanya diberi waktu 3 jam untuk memilih jurus meringankan tubuh.
Saat memasuki tempat tersebut, Davian langsung teringat dengan perkataan sesosok pria yang muncul di pikirannya beberapa Minggu yang lalu.
“Snow Falling? apa ya itu?” Davian bergumam pelan.
Semuanya sangat bingung harus memilih jurus meringankan tubuh yang mana, karena sangking banyaknya pilihan.
Setelah waktu hampir habis, hanya tersisa Davian yang masih kebingungan untuk memilih jurus meringankan tubuh yang mana.
Dia terus menyusuri setiap rak, sampai pada akhirnya di berhenti saat melihat nama Snow Fals Slowy.
Davian memandangi gulungan tersebut sejenak, kemudian membawa nya tanpa pikir panjang. Walaupun dia tidak tahu kualitas jurus tersebut.
Tepat setelah Davian keluar dari Leisour Tower, waktu yang di sediakan sudah habis dan dia tidak menyesal sama sekali dengan pilihan nya.
“Sayang sekali, padahal kau itu adalah murid yang jenius. Tapi malah mengambil jurus meringankan tubuh yang... Bisa di bilang sampah.”
Liana tidak terlalu memperdulikan perkataan Terus Sam, dia hanya menjawab. “Tidak apa-apa.” Sambil tersenyum.
Davian yang sempat mendengar percakapan singkat itu, langsung berjalan mendekati Liana. “Eee... Kalau boleh tau, jurus meringankan tubuh apa yang kau ambil Liana?”
Liana pun menyerahkan sebuah gulungan berwarna biru muda, Davian pun langsung mengambil nya, kemudian memutar-mutar gulungan tersebut di depan wajahnya.
Tertulis di situ, Violet Light Petals. Setelah beberapa saat, Davian pun mengembalikan gulungan tersebut.
“Ada apa Davian?” tanya Liana sambil menerima kembali gulungan miliknya.
“Entahlah, tapi ku rasa jurus meringankan tubuh ini tidak terlalu buruk.” Kemudian mereka semua kembali ke Shady Hut, untuk mempelajari jurus meringankan tubuh mereka masing masing.
To Be Continue.