
Para pembaca sekalian, saya mempunyai permintaan. Permintaan ya bukan paksaan, saya hanya ingin para pembaca sekalian untuk like dan komen.
Ketik huruf 'A' aja udah termasuk komen kok :') dan selamat membaca.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ujian tahap pertama sesi kedua, di adakan di sebuah ruangan yang memiliki bentuk mirip dengan stadium dan bernama Stone Circle. Di sana para Murid Luar akan mengadu Teknik mereka masing-masing.
Jarak antara Stone Circle dan Shady Hut tidak terlalu jauh, cukup melesat menggunakan jurus meringankan tubuh selama 10 menit. Maka mereka akan sampai.
Pagi-pagi buta, Davian sudah bangun dari tidur nya. Kemudian dia membangunkan orang-orang yang biasanya bekerja di dapur, dan mereka pun memasak sarapan.
Suara bising di dapur di tambah bau harum dari makanan yang sedang di masak, membangunkan para penghuni Shady Hut. Mereka semua pun langsung mengantri di depan dapur.
Beraneka masakan sudah tersedia di sana, dan secara bergantian para penghuni Shady Hut mengambil jatah mereka masing-masing.
Semuanya nampak mengobrol santai sambil menikmati makanan mereka masing-masing. Davian juga demikian, di tempat biasanya dia, Zyan dan Liana makan sambil mengobrol santai.
Setelah selesai mengisi perut, 20 orang yang lolos di sesi pertama. Langsung bersiap-siap untuk berangkat ke Stone Circle. Sedangkan yang lain nya ada yang menonton dan ada pula yang melakukan kesibukan masing-masing.
Perlengkapan yang Davian bawa sederhana saja. Dia membawa Soul Weapon pedangnya dan beberapa Magic Paper. Setelah siap, Davian langsung mengajak dua sahabatnya untuk berangkat bersama.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Walaupun hanya pertarungan antara Refinement Of Shinsu, namun ujian tahap pertama sesi kedua ini mendapatkan cukup banyak penonton. Mayoritas Penonton nya adalah para Murid Dalam dan Inti.
Bahkan saat ini podium penonton sudah hampir penuh dan hanya tersisa beberapa kursi kosong saja.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ujian tahap pertama sesi kedua di mulai. Pertandingan di buka dengan cukup seru dan sengit.
Dua orang pemuda yang kekuatan nya saling berimbang bertarung dengan sangat sengit, dan semua penonton menganggap hal itu adalah hiburan yang seru.
15 menit kemudian, pertandingan selesai dengan kemenangan tipis dari salah satu pemuda itu. Selang 5 menit kemudian, pertandingan kedua pun dimulai.
Seorang gadis dan seorang pemuda maju menaiki arena pertandingan. Pertandingan kedua ini juga sama serunya dengan pertandingan yang pertama.
Permainan pedang dari si gadis dan Teknik tangan kosong dari si pemuda, sama-sama hebat nya. Dan pada akhirnya pertandingan kedua di menangkan oleh si gadis walaupun di bumbui dengan sedikit keberuntungan.
Di akhir pertandingan tadi si pemuda sedikit lengah hingga kehilangan keseimbangan, dan memanfaatkan hal tersebut gadis yang menjadi lawan nya langsung melayangkan sebuah tendangan. Dan alhasil, si pemuda terpental keluar arena pertandingan.
Lalu pertandingan ketiga, saat namanya disebut, Liana langsung maju menuju arena pertandingan. Dan dia akan melawan salah satu teman perempuan nya di Shady Hut.
Saat pertandingan nya di mulai, Liana langsung menghilang menggunakan Violet Light Petals. Dan sesaat kemudian, dia muncul kembali di belakang lawan nya.
Perempuan itu telat menyadari keberadaan Liana, jadi dia harus rela kalau dia kalah dalam satu tendangan saja. Dan para penonton yang mengharapkan hiburan yang seru pun, menjadi sedikit kecewa.
Setelah di nyatakan sebagai pemenang nya oleh Wasit, Liana langsung berlari mendekati teman perempuan nya itu. Kemudian membantunya untuk berdiri.
“Layla, kau tak apa-apa? maaf aku tadi sedikit berlebihan...” Liana mengulurkan tangan nya.
Layla menggapai tangan Liana. “Yaa... Aku tak apa-apa.”
Menyadari hal itu, Zyan pun bertanya. “Ada apa kawan? wajahmu terlihat kusut begitu.”
Davian menghela nafas panjang. “Zyan, jangan kaget jika ada yang akan mati mengenaskan nanti,” kata Davian lirih.
“Hah?!”
“Pertandingan keempat akan segera di mulai!!” Wasit mengumumkan.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Zyan maju ke arena pertandingan, di ikuti juga oleh Flarace. Saat sudah saling berhadapan, mereka berdua saling memberi salam.
Kemudian saat Wasit berkata “mulai.” Pertandingan sengit yang lainnya pun terjadi. Zyan bergerak cepat mengelilingi Flarace menggunakan Blue Lighting Steps hingga menciptakan bayangan dirinya sendiri.
Flarace yang telat menyadari niat dari Zyan di awal-awal, akhirnya terpaksa harus berada di posisi bertahan. Dia terus menengok kesana kemari sambil mencengkram erat pedangnya.
Setelah satu menit berputar putar, Zyan langsung berhenti secara mendadak. Lantas melayangkan sebuah tendangan tepat di betis Flarace dan berhasil.
Lantas Zyan salto dua kali kebelakang untuk menghindari tebasan pedang Flarace. Kemudian dia langsung maju dengan telapak tangan yang di aliri oleh Shinsu.
Dengan mengandalkan Blue Lighting Steps lagi, Zyan membuat Flarace terkecoh. Dan setelah menemukan celah, Zyan langsung mengarahkan pukulan ke wajah Flarace.
Tapi pukulan itu dapat di tangkis oleh si anak bangsawan. “Kau pikir aku akan tertipu untuk yang kedua kalinya? tidak akan!!”
TANG!!
Dari situ pertukaran serangan pun terjadi. Setelah bertukar puluhan serangan, akhirnya pemenang nya keluar, yaitu Flarace Song. Dan suara sorakan penonton pun mulai memenuhi seisi Stone Circle.
Flarace dapat menang dengan cara yang cukup tidak terduga. Di tengah pertandingan, dia membuang pedangan nya. Lantas terjadilah baku hantam dan pemenangnya adalah Flarace.
⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩
Dari podium penonton, Davian melompat ke arena pertandingan. Menyambut seorang perempuan di hadapan nya.
Dan satu menit kemudian, Davian kembali ke bangku tempatnya duduk tadi dengan sebuah kemenangan. Lantas sorakan penonton pun kembali terdengar.
“Sudah ku duga kau akan menang dengan mudah Davian,” ujar Liana.
“Hehe, terimakasih pujian nya.”
“Halah... Kau cuma beruntung kawan.”
Mendengar perkataan Zyan, Davian menepuk pundak sahabatnya itu, dan ekspresi wajah nya dengan jelas menunjukkan ekspresi mengejek. “Kalau begitu, kau juga harus melatih keberuntungan mu.”
“Pertandingan ke 6 Dimulai!!”
To Be Continue.