The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 20 – Sang Kemarahan



Untuk para pembaca sekalian, saya ucapkan terimakasih karena sudah membaca Novel saya dan sebelum lanjut.


Selalu ingatlah pesan dari Jotaro Kujo, karena dengan begitu. Kalian akan mendorong Novel ini untuk semakin baik lagi.


Dan... Selamat membaca 🙂



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah semua nya mendapatkan Bone Forging mereka masing-masing. 40 orang itupun langsung membentuk barisan untuk mengantri. Mereka mengantri untuk mengambil jatah Shinsu Collecting Pills di bulan ini.


Semuanya mendapatkan masing-masing 5 Shinsu Collecting Pills, kemudian mereka kembali ke Shady Hut untuk berlatih, karena Ujian Tahap Kedua akan di laksanakan 2 Minggu dari sekarang.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Penempaan Tulang itu dilakukan dengan cara mengelola Shinsu yang di serap oleh seorang Magic Caster. Dan cara mengelolanya juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan, atau akan menimbulkan bahaya.


Shinsu yang di serap masuk ke Soul Core, akan di edarkan ke seluruh tulang yang ada di tubuh. Dengan begitu Kualitas Tulang akan lebih murni dan kuat.


Proses ini juga baru boleh dilakukan oleh minimal Refinement Of Shinsu 3 Davian yang sudah Refinement Of Shinsu 4 tentu akan lebih mudah dalam menjalankan proses ini.


Di tambah kondisi Night Dark Body, membuat Davian tidak hanya bisa memurnikan Tulang, melainkan Sum Sum nya juga. Berbekal Forging Dragon Bone, dan Shinsu Collecting Pills.


Davian melakukan Penempaan Tulang di pinggir sungai dekat Shady Hut, karena memang di sana memiliki kepadatan Shinsu yang tinggi. Untuk bahaya Artic Beast, Davian tidak perlu mencemaskan nya.


Davian duduk bersila di sebuah batu besar, kemudian memejamkan matanya dan memulai proses Penempaan Tulang. Proses yang seharusnya sangat nikmat di tubuh.


Kini malah terasa sangat sakit bagi Davian, karena memurnikan Sum Sum dan tulang secara bersamaan itu sangat berbeda, dengan melakukan nya secara terpisah.


Raut wajah Davian sekarang menjadi sangat serius karena menahan sakit, bahkan tubuh nya kini sudah basah kuyup karena keringat.


Setelah menahan rasa sakit selama kurang lebih 2 jam, Davian langsung membuka matanya dan memuntahkan cairan berwarna merah dari mulut nya.


“Hah... Hah... Hah... Sepertinya aku terlalu berlebihan.”


Setelah mengatur nafas nya, Davian pun mendekati sungai dan membasuh wajahnya agar lebih segar. Kemudian dia tidak langsung kembali ke Shady Hut, melainkan berburu Artic Beast karena hari sudah mulai siang.


Dengan Kulitas Tulang nya yang sudah mencapai Yellow Tigger–Old, Davian bergerak lincah mengejar seekor Artic Beast berbentuk ayam, yang bisa menyemburkan api.


Tidak perlu waktu lama bagi Davian untuk menangkap nya, cukup dengan gerakan kecil saja, Davian sudah bisa membunuh Artic Beast itu.


Setelah di bunuh, Davian pun merobek perut Artic Beast itu dan mengambil sebuah bola Crystal yang bercahaya biru terang. Kemudian memasukkan nya ke dalam Space Ring milik nya.


“Aku butuh lebih banyak lagi.” Kemudian Davian melesat untuk memburu lebih banyak Artic Beast.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Sejak semua penonton di Stone Circle waktu itu sudah sembuh dari ketegangan. Desas-desus tentang kematian Akira dan Lyla yang di bunuh oleh Davian pun mulai menyebar.


Hingga kemarin, desas-desus tersebut akhirnya sampai ke telinga Tetua Azrud. Langsung saja berita itu membuatnya marah dan sedih di saat yang bersamaan.


Jika dia tahu akan seperti ini kejadian nya, dia sudah pasti tidak akan membiarkan cucu nya itu berduel dengan Davian. Ya, mau bagaimana lagi? duel ini sudah di setujui oleh Patriach jadi tidak ada yang boleh protes.


Dan pada akhirnya, Tetua Azrud memilih untuk mengikhlaskan nya saja. Tapi tidak dengan teman perempuan nya Akira, dia adalah Ellena merupakan Murid paling jenius di Sekte untuk saat ini.


Dia juga merupakan putri dari Patriach. Karena sudah terlalu tersulut emosi, Ellena tanpa pikir panjang ingin membunuh Davian, tapi para Murid Dalam yang lain terus menghalangi nya.


Namun tidak untuk hari ini, Ellena sengaja memberikan semacam obat tidur di makan malam. Sehingga saat teman-teman nya sudah tidur, dia bisa bergerak bebas.


WUSH!!


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Suasana Shady Hut saat ini sedang sangat ramai, untuk merayakan kenaikan mereka semua yang sudah mencapai Refinement Of Shinsu 3 Diadakanlah sebuah pesta.


Namun, suasana yang meriah itu pun seketika langsung hening saat tiba-tiba muncul seorang perempuan di tengah-tengah pesta. “Siapa disini yang namanya Davian.”


“Hadir...” Davian menjawab santai sambil mendekati perempuan itu.


Berbeda dengan Davian yang nampak santai-santai saja, yang lain nya malah merasa sebaliknya. Mereka sangat terkejut karena tidak menyangka akan kedatangan salah satu dari Eight Holy Daughters.


Tanpa pikir panjang lagi, Ellena langsung menyerang Davian menggunakan pedang nya. Dan beruntung, Davian dapat menghindarinya.


‘Astaga, dia ini Refinement Of Shinsu 8 di tambah Ilmu Pedang nya jauh di atas Akira, ini benar-benar berbahaya.’


Karena tidak membawa pedang, Davian pun langsung mengambil ranting kayu yang ada di situ, untuk di gunakan sebagai pengganti pedang nya.


Berbekal ranting kayu itu, Davian terus menghindar dan menangkis serangan yang Ellena berikan kepada nya. Para penghuni Shady Hut yang ada di situ pun mencoba untuk menjaga jarak sejauh mungkin.


TAK! TEK! CTEK!


‘Cih, mungkin ini penyebab dari kekalahan Akira.’


Ellena melompat mundur, dan merapal Mystical Magic karena merasa tidak cukup jika menggunakan pedang saja. “Wind–Mystical Magic–Splitting Air!”


Dari samping kanan dan kiri kepala Ellena. Muncul angin tipis yang bergerak cepat menghampiri Davian. Si bocah berambut hitam, menghindari serangan itu dengan cara berlari dan sesekali melompat.


Davian mengelus-elus dada nya saat serangan dari Ellena sudah berhenti. “Fyuh~ untung saj-”


KRETAK! WUUSH! BRAK!!!


Tanpa Davian sadari, ternyata serangan dari Ellena tadi merobohkan sebuah pohon besar. Dan pada akhirnya, pohon itu menimpa sebuah gubuk kecil, yang merupakan gubuk milik nya.


Melihat hal itu, Davian hanya bisa diam mematung dengan kepala menunduk. Kini tangannya mengepal keras.


“Huh? kau takut hanya kerena itu? menyedihkan!” Ellena pun langsung meleset mendekati Davian dan sudah siap menebas leher bocah itu.


CTAK!


Tangan Ellena dengan mudahnya di tangkap oleh Davian, dan kini tubuh bocah berambut hitam itu memancarkan aura yang sangat mengerikan. “Padahal aku sudah berusaha untuk merombaknya sedemikian rupa...”


“Apanya?! heeek!” Ellena berusaha lepas dari cengkeraman Davian.


“Gubuk ku!!!”


DUAKH!! BOOM! BOOOM!! BOOOM!!!


Davian melayangkan pukulan yang sangat keras di perut Ellena, hingga membuat perempuan itu terpental cukup jauh dan baru berhenti saat menubruk pohon besar.


“Kau harus mengganti gubuk kesukaan ku...,” geram Davian.


To Be Continue.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa kalau Davian itu adalah sang Wrath–Sins. Jadi wajar kalau marah nya sampai sebegitu nya.