The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 28 – Sihir Ilusi Milik Khun



Di Benua Archi, ada empat Keluarga Bangsawan besar. Yaitu Keluarga Arie, Song, Zahard dan Loren. Keempat Keluarga Bangsawan besar itu, memiliki keunggulan masing-masing.


Dan posisi terkuat jatuh pada Keluarga Arie. Arie Leonhard merupakan pemimpin dari Keluarga Arie, dan dia juga merupakan salah satu dari Sixten Saint.


Jadi bukan berlebihan jika mengatakan kekuatan Keluarga Arie bisa di setarakan dengan Kerajaan besar atau bahkan lebih kuat. Namun lebih lemah dari Empat Kekaisaran.


Leonhard adalah ayah dari sahabat Davian di Dark Shadow Sect, yaitu Zyan. Jadi tidak heran jika Zyan sudah bisa menggunakan Teknik Bela Diri Gaya Keluarga Arie.


Selain kuat, Keluarga Arie juga memiliki ciri khas yang lainya. Yaitu penampilan mereka, berambut putih keperakan, mata perak dan kulit yang seputih salju.


Membuat Keluarga Arie dapat begitu mudah untuk di kenali. Terlepas dari semua itu, keluarga Arie dapat begitu kuat bukan hanya karena keberadaan Leonhard.


Keluarga Arie bisa begitu kuat itu karena mereka memiliki banyak Teknik Bela Diri yang sangat kuat. Jadi secara otomatis para anggota Keluarga Bangsawan itu juga akan menjadi kuat jika berhasil menguasai Teknik-Teknik Bela Diri itu.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Zyan langsung terduduk lemas di bangku Peserta setelah berjalan dengan gontai dari Arena. Tubuh nya terasa sangat berat, itu akibat dari penggunaan Teknik Bela Diri itu.


Walaupun Zyan hanya bisa mengeluarkan kurang dari 3% kekuatan asli Teknik Bela Diri khas Keluarga Arie itu. Tapi tetap saja akan membebani tubuh Zyan.


Davian menepuk pundak sahabat nya itu, sebelum melemparkan beberapa Pil Penyembuh. “Jangan sampai pingsan, karena kali ini giliran Liana.”


Zyan menangkap Pil-Pil itu, kemudian memasukan nya ke dalam mulut nya. Dia menengok ke arah Davian, lantas mengangguk pelan.


Di sisi lain, Liana sudah berdiri di hadapan Khun. Dia memberi hormat pada Senior nya itu, sebelum menggenggam Wind Blade di kedua tangan nya.


Khun tersenyum menyeringai. “Bersiaplah, karena kali ini aku akan menggunakan Illusion Magic...”


Tepat setelah Khun menyelesaikan perkataan nya, dirinya lenyap bak di telan bumi menjadi burung gagak. Di ikuti oleh bisikan pelan. “Illusion Magic – The Crow's Dream...”


Burung-burung gagak itu langsung menerjang ke arah Liana, gadis itu langsung menyilang kan kedua tangannya di depan wajah dan saat dia membuka mata nya hal yang sangat mengejutkan pun terjadi.


Sekarang ini Liana merasakan dirinya sudah berpindah alam. Dan yang dapat Liana lihat hanya lah tempat yang di penuhi oleh warna merah dan burung gagak.


Liana benar-benar tidak bisa bergerak, dirinya hanya bisa menggerakan bola mata nya. Liana hanya bisa mengumpat dalam hati karena tidak menghindar dan malah menahan nya.


Di dunia nyata, sekarang ini para Penonton sedang sangat tengang memperhatikan Liana yang bertekuk lutut. Tubuh gadis itu juga di banjiri oleh keringat dingin.


“Menggunakan Illusion Magic tingkat dasar seperti itu tidak akan membuat Liana terkena dampak nya.”


“Huh?!” Zyan menatap Davian dengan kebingungan. “Ya aku tau itu Sihir dasar, tapi-”


“Tapi dia langsung menangis saat kau di bawa oleh Patriach waktu itu.” Zyan berusaha menepis pemikiran Davian.


“Ee... Em... Eeee... Itu... Beda konteks nya, haha.” Davian menggaruk-garuk pipi nya.


Zyan mendengus pelan, sebelum kembali menatap tubuh Liana yang sedang di kelilingi oleh burung gagak itu.


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Perkataan Davian ternyata terbukti benar, memang Liana tidak bisa bergerak namun Illusion Magic itu menyerang mental bukan fisik.


Ribuan burung gagak saat ini sedang terbang mengitari Liana, dan setiap burung-burung itu mengeluarkan suara “Ak!” akan muncul hal buruk di pikirkan nya.


Namun semua itu tidak mempengaruhi Liana sama sekali, gadis itu masih bisa berpikir jernih walaupun harus menggunakan tenaga yang tidak sedikit.


Setelah beberapa saat, ada seekor burung gagak yang bermata biru hingga di pundak Liana. Burung gagak itu mengepak-ngepakan sayap nya sejenak, sebelum mematuk kepala Liana.


TUK! TUKTUK! TUK!


Liana yang tubuh nya tidak bisa di gerakan hanya bisa pasrah, setelah puluhan patukan, burung gagak itu pun berhenti dan secara mengejutkan di berbicara.


“Nikmati perjalanan mu, Murid Rekomendasi.”


Mata Liana langsung melebar saat suara dari Khun keluar dari paruh burung gagak itu. setelah itu burung gagak tersebut langsung hilang, pandangan Liana langsung buram.


Dia merasakan tubuh nya berpindah ke tempat lain. Mata nya terbuka secara perlahan dan sekarang dia sedang berdiri di tengah kerumunan orang di sebuah kota.


Pandangan Liana langsung bergerak kesana-kemari memandangi seisi kota yang terlihat sangat nyata itu.


Diri nya faham betul bahwa kota ini hanya lah Ilusi, tapi ini benar-benar terlalu nyata. Para penghuni nya berkomunikasi layaknya seorang manusia di dunia nyata.


Itu adalah sebuah pemandangan yang sangat mengagumkan sekaligus, menyeramkan.


Saat Liana masih memandangi sekeliling nya, tiba-tiba ada seorang pria yang tidak sengaja menabrak dirinya hingga terjatuh.


“Ah, maaf nona aku sedang buru-buru. Apa kau tidak apa-apa?” Pria itu mengulurkan tangan nya.


Sambil mengelus-elus kaki nya sedikit sakit, Liana menengok ke atas dan teryata pria yang menabrak nya itu adalah. “Davian?”


To Be Continue.