The Darkness: Reincarnation

The Darkness: Reincarnation
Ch 1 – Davian



Di Kekaisaran Marlay seorang selir Kaisar sedang mengandung. Tapi tidak ada satupun pihak Kekaisaran yang mengetahui nya.


Selir tersebut merahasiakan kehamilan nya karena selir di larang untuk melahirkan anak Kaisar dan jika di ketahui ada selir yang mengandung, maka janinnya akan langsung di gugurkan.


Mengetahui hal tersebut, selir itu bahkan sampai membuat sandiwara bahwa dirinya itu tidak dapat mengandung.


Tidak sampai di situ, dia juga menggunakan Mystical Magic untuk menyembunyikan kehamilan nya.


Setelah merasa semua telah aman, dia pun melakukan kegiatan nya setiap harinya dengan normal seakan tidak terjadi apapun.


Tapi entah kenapa, ada rasa was-was yang sangat besar di hatinya. Dia terus-terusan merasa di awasi oleh bayangan hitam yang entah muncul dari mana.


Setiap hari dia lalui dengan rasa takut yang besar, karena bayangan tersebut selalu mengikutinya kemana pun dia pergi.


Selir itu menduga jika Kaisar sudah mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung dan mengngutus mata-mata untuk mengawasinya.


Merasa terancam, selir itu pun menambah Mystical Magic yang dia gunakan untuk menyembunyikan kehamilan nya.


9 Bulan Kemudian.


Di tengah malam, selir itu berjalan menyusuri lorong Istana dengan tergopoh-gopoh. Malam itu sangat sepi, hanya ada kesunyian malam di iringi oleh suara burung hantu.


Seluruh tubuh selir itu sudah di penuhi oleh keringat dingin, karena menahan rasa sakit di perut nya. Dia terus berjalan, walaupun rasa sakit di perut nya sudah sangat tidak tertahankan.


Sebenarnya dia ingin sekali berteriak karena sangking sakit nya. Tapi dia tidak bisa melakukan hal itu.


Akhirnya selir itu menemukan tempat yang cukup aman tapi, saat dia menengok ke kiri. Berapa terkejutnya dia saat melihat sesosok laki-laki berjubah hitam.


“Siapa kamu?!” Selir itu mundur beberapa langkah sambil memegangi perutnya.


Sosok itu hanya menundukkan kepalanya tanpa menoleh ke selir itu. “Ikuti saya, saya akan membantu proses persalinan anda.”


Selir itu tentu saja tidak percaya dengan omongan pria itu. Tapi dia sudah tidak punya pilihan lain. Dan dengan berat hati dia di bawa oleh pria itu menuju sebuah ruangan.


Di sana pria itu membantu sang selir untuk melakukan persalinan. Dan setelah beberapa lama, akhirnya lahirlah seorang bayi laki-laki yang sehat.


Si pria misterius menyerahkan bayi laki-laki itu kepada ibunya. “Rawat anak ini sampai berusia 5 tahun. Cuma itu tugasmu.”


Kemudian pria misterius itu menghilang entah kemana setelah meletakan sebotol obat di meja.


“Selamat datang di dunia nak- ah tidak, tapi Davian.”


⟨\=\=\=⟨⟩\=\=\=⟩


Setelah melahirkan anaknya, selir itupun memutuskan untuk keluar dari posisinya dan memilih untuk menjadi petani biasa saja.


Awalnya Kaisar menolak keputusan selir itu, tapi selir itu terus membuat alasan kalau dia harus menjaga ibunya yang sedang sakit keras.


Mendengar hal tersebut Kaisar langsung mengizinkannya. Sebenarnya Kaisar ingin membawa ibu si selir ke Istana saja, tapi dia tidak bisa melakukan hal tersebut. Memang mau di taruh mana mukanya nanti?


Setelah mendapatkan izin, selir itupun secepat nya keluar dari Istana. Tentu saja dengan cara mengendap-endap. Setelah berhasil keluar dia pun bernafas lega, kemudian berjalan menuju rumah lamanya.


Awalnya selir itu ingin menjadi petani, tapi tidak di sangka dia diberi sepeti Koin Emas oleh Kaisar dan koin-koin itu sudah cukup untuk menghidupi diri nya tanpa perlu bekerja lagi.


Sekitar 5 Tahun Kemudian.


Sang mantan selir saat itu sedang menyapu halaman rumahnya, saat sedang asik-asik menyapu dia tiba-tiba dikagetkan oleh Davian yang berlari ke arah nya. Kemudian tanpa alasan yang jelas anak tersebut langsung memeluk ibunya.


“Ibu aku takut.” Davian semakin erat memeluk Ibunya.


Wanita itu mengelus-elus kepala anak nya sambil tersenyum lembut. “Kenapa kau takut? Ibu ada di sini, apa ada hantu?”


Davian langsung mengangguk-angguk, kemudian menunjuk ke arah atas pohon mangga yang berada tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


Terlihat di atas pohon mangga ada beberapa orang berjubah hitam sedang mengawasi mereka berdua. Zhi si Ibu Davian langsung menarik anaknya masuk kedalam rumah.


Tapi langkahnya dihentikan oleh salah satu sosok tersebut. “Maaf Nyonya Zhi, tapi Davian harus kami bawa.”


“Kenapa kau harus membawa Davian?!”


Sosok itu menghela nafas panjang. “Davian adalah salah satu harapan umat Manusia untuk dapat memusnahkan bangsa Devil.”


Tanpa menunggu lagi, sosok tersebut langsung menggendong Davian ke pundak nya kemudian menghilang di ikuti oleh anak buahnya.


Meninggalkan Zhi yang bertekuk lutut di tanah sambil menangis. “Apa karena kelebihannya kalian membawa anak ku untuk di jadikan alat? dasar tidak manusiawi,” umpat Zhi.


To Be Continue.