Spirit World

Spirit World
CHAPTER 5



Darma berlatih meditasi selama semalaman, hingga akhirnya dia mengalami kenaikan tingkat atau bintang menjadi Spirit pelajar bintang 2 pada pagi harinya. Dari tubuh Darma keluar kotoran seperti yang dibicarakan oleh guru Rama, orang pertama yang menyadarinya adalah Rahuk yang baru bangun tidur.


"Hoam, eh?. Darma masih berlatih?, rajin sekali dia." Puji Rahul.


"Eh?, kotoran yang berbau menyengat yang keluar dari sekujur tubuhnya itu. Jangan-jangan, dia berhasil naik tingkat dalam semalam?. Darma, bangun!." Sambung Rahul yang segera membangunkan Darma dari meditasinya.


Darma membuka matanya dengan perlahan dan melihay wajah Rahul yang sangat dekat dengan matanya.


"Kenapa kamu ganggu aku lagi Rahul?. Dan juga, bau apa ini?, kamu kentut ya?." Tanya Darma yang kembali menutup matanya.


"Enak saja kalau ngomong!, itu bau dari tubuhmu yang naik tingkat!. Lebih baik kamu mandi dulu sana, sebelum kotorannya menjadi berkerak." Seru Rahul sambil menutup hidungnya.


"Apa?." Tanya Darma sembari membuka matanya lalu melihat bahwa yang dikatakan oleh Rahul adalah benar adanya.


"Gimana?, masih mengira bahwa ini kentutku?." Tanya Rahul dengan wajah kesal.


"Hehehe, maaf." Seru Darma dengan tersenyum malu.


"Terserahlah, cepat mandi sana." Suruh Rahul.


"Tapi, bagaimana aku bisa naik tingkat dalam semalam?. Dari yang aku tahu dari buku, kenaikan tingkat dari pelajar tingkat 1 ke tingkat 2 memakan waktu 1-2 bulan." Tanya Darma yang masih kebingungan melihat tubuhnya sehingga mengabaikan perkataan Rahul.


"Apa lagi?, itulah yang dinamakan seorang jenius!. Sialan!, bikin iri saja." Sahut Rahul dengan wajah kesal.


"Hahaha, sekarang kamu harus memanggilku tuan muda Darma." Ledek Darma sambil merangkul Rahul.


"Jangan mimpi, lebih baik kamu cepat mandi. Waktu sarapan akan dimulai 5 menit lagi, kamu tidak ingin kehabisa tempat seperti kemarin kan?." Seru Rahul sambil melepaskan rangkulan Darma.


"Baiklah, kamu tunggu tuan muda ini mandi disini." Ledek Darma sambil mengambil handuk dan pakaian ganti lalu keluar.


"Dasar, kamar mandinya ada di arah sebaliknya. Bodoh!." Gumam Rahul.


Ketika Rahul sedang bergumam, Darma kembali dengan tiba-tiba dengan hanya bagian kepala yang terlihat dari pintu.


"Ngomong-ngomong, dimana kamar mandinya?." Tanya Darma.


"Lurus saja diarah sebalikmu pergi tadi." Sahut Rahul.


"Baiklah, terima kasih." Seru Darma yang segera berlari kearah kamar mandi.


Setelah mandi, Darma segera kembali ke kamar, lalu pergi sarapan bersama Rahul. setelah sarapan, Darma melanjutkan meditasinya bersama Rahul dikamar mereka.


Hari demi hari berganti, tak terasa sudah sepuluh hari sembilan malam Darma bermeditasi. Selama sepuluh hari, Darma bermeditasi tanpa henti kecuali saat istirahat makan, ia selalu pergi makan bersama Rahul. Sementara Rahul hanya bermeditasi 5-6 Jam sehari. Tepat hari kesepuluh pada pagi harinya, Darma menembus tingkat 10. Darma segera bangun dan pergi mandi, lalu melanjutkan meditasinya. Tetapi ketika Darma mencoba mensirkulasi energi spiritualnya, terasa ada sendatan dan tubuhnya terasa terpenuhi oleh energi spiritual.


"Kenapa ini?. Rahul, kenapa aku tak bisa mensirkulasikan energi spiritualku?, seperti ada yang menahan dan tubuhku terasa penuh?." Tanya Darma pada Rahul yang sedang bermeditasi.


"Kamu mau pamer ya?. Itu adalah tanda kamu sudah mencapai tingkat 10, kamu harus berburu Spirit Beast untuk naik ke Spirit Mahasiswa." Jelas Rahul sambil terus menutup matanya.


"Eh?, benarkah?. Aku tak menghitung berapa kali naik tingkat sehingga tidak terasa bahwa aku sudah sampai ke tingkat 10." Ujar Darma sambil melihat ke sekujur tubuhnya.


"Itu tentu saja, kamu naik tingkat setiap hari, sehingga sudah menjadi kebiasaanmu." Jelas Rahul sambil terus meditasi.


Sementara itu, sesaat setelah Darma pergi keluar. Rahul bangun dari meditasinya dan memukul-mukul bantal miliknya.


"Sialan!, bikin iri saja si Darma itu. Aku yang lebih dulu mulai meditasi, dia yang duluan ke tingkat 10." Maki Rahul yang lalu berjalan dan melihat keluar jendela dan melihat Darma berlari meninggalkan gedung.


"Tapi kenapa dia bisa tahan meditasi lama-lama?. Sedangkan, aku meditasi selama 5 jam saja sudah sampai batasku, jika aku paksakan tubuhku akan terasa sakit. Ah, biarkan sajalah, lebih baik aku lanjut meditasi lagi." Keluh Rahul yang segera kembali duduk dan mulai lanjur bermeditasi.


Beberapa menit kemudian, Darma akhirnya sampai ke ruangan guru Rama. Darma segera mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Guru, ini saya Darma, muridmu." Panggil Darma sambil terus mengetuk pintu.


"Masuklah." Sahut guru Rama dari dalam ruangan.


Darma segera masuk keruangan tersebut dan melihat tengah sibuk menulis sesuatu.


"Duduklah." Suruh guru Rama sambil terus menulis, Darma pun duduk di kursi di depan meja guru Rama.


"Ada apa?, bukannya aku menyuruhmu untuk kesini setelah sampai ke tingkat 10?." Tanya guru Rama sambil meletakkan alat tulis miliknya.


"Itulah sebab aku kesini guru." Jawab Darma.


"Hahaha, jangan bercanda. Mana mungkin kamu naik tingkat dari tingkat 1 ke tingkat 10 hanya dalam 10 hari, memangnya kamu meditasi setiap hari?." Ledek guru Rama.


"Iya guru, muridmu ini sudah bermeditasi setiap hari dan hanya berhenti untuk makan dan mandi selama 10 hari 9 malam." Jawab Darma dengan sopan.


"Apa?, berikat tanganmu dan bermeditasilah." Suruh guru Rama dengan wajah terheran-heran.


Darma memberika tangannya kepada guru Rama dan mulai menutup mata serta bermeditasi. Guru Rama segera memegang tangan Darma dan menekan urat nadinya.


"Tidak mungkin, ternyata benar apa yang kamu katakan." Seru guru Rama sambil memasang wajah kaget tidak kepalang.


"Apa kemajuanku terlalu aneh guru?." Tanya Darma yang berhenti meditasi.


"Tentu saja. Bahkan untuk seorang jenius sangat mustahil untuk naik 10 tingkat dalam waktu 10 hari. Kamu sungguh jenius diatas jenius diatas jenius." Puji guru Rama.


"Guru terlalu memuji." Sahut Darma dengan rendah hati.


"Hmm, bersiaplah. Besok kita akan memburu Spirit beast untuk naik tingkatmu." Seru guru Rama.


"Guru, memang apa pentingnya Spirit Beast untuk seorang Master Spirit?." Tanya Darma.


"Spirit Beast atau binatang Spirit memiliki lingkaran Spirit atau sering disebut Hollow yang berguna untuk menambah kemampuan bertarung dan menaikkan tingkat seseorang ketika Spirit Beast itu mati. Setiap Hollow memiliki warna berbeda bedasarkan usia Spirit Beastnya, dimulai dari Putih yang berusai 10-99 tahun, Kuning berusia 100-999 tahun, ungu berusia 1000-9999 tahun, hitam 10000-99999 tahun, merah 100000-999999, dan emas 1000000 tahun lebih. Setiap Warna memiliki Warna yang berbeda." Jelas guru Rama.


"Lalu, kita besok akan berburu Spirit Beast berusia berapa tahun, Guru?." Tanya Darma.


"Hmm, untuk seorang Spirit pelajar, biasanya orang akan mengambil Hollow berwarna kuning, untuk amannya. Akan tetapi, kamu memiliki 2 Spirit legendaris sehingga kemampuan kamu untuk menyerap Spirit Hollow pun bertambah. Jika menurut perhitunganku kamu maksimal bisa menyerap Beast berusia 237 tahun, lebih dari itu akan berbahaya untuk nyawamu." Jelas guru Rama.


"Murid mengerti guru. Kalau begitu, saya permisi untuk bersiap-siap untuk besok." Pamit Darma yang segera meninggalkan ruangan.


"Hahaha, Sungguh anak yang penuh kejutan." Tawa guru Rama.