Spirit World

Spirit World
kemana kita



Raya pergi keluar dari desa tempatnya selama ini tinggal tanpa sepengetahuan para penduduk desa terutama kakaknya.


Raya pergi keluar desa.


Meski harus melewati beberapa penjagaan yang ketat dari para penjaga portal, Raya berhasil mengelabuhi nya dengan menyamar menggunakan jubah hitam.


Raya sudah berjalan cukup lama di hutan yang terlihat sama indahnya dengan hutan peri itu. Meski ada beberapa tanda larangan tentang hutan itu, Raya tidak menggubrisnya. Dia tetap berjalan saja tanpa tentu arah untuk mencari entah apa itu dia tidak tahu pasti.


"Sebenarnya kenapa aku harus pergi ke tempat yang bahkan aku sendiri tidak tahu pasti itu ada atau tidak!" Gumam Raya tetap berjalan ditengah suasana hutan yang terlihat sepi.


Suara burung yang biasanya menemani suasana hutan tidak terdengar disana hanya ada hembusan angin saja.


"Siapa disana!" Teriak Raya saat menyadari seseorang mengikutinya dari arah belakang.


Raya melihat kebelakang dengan mengeluarkan belati yang dia bawa dari arah belakangan bersiap untuk menyerang.


Seseorang itu keluar dan menunjukkan wujudnya, dia hanyalah...seorang laki-laki tua dengan tongkat, janggut panjang, baju lusuh, dan rambut yang terlihat sudah beruban.


"Siapa anda?" Tanya Raya yang masih waspada dengan orang didepannya itu.


Laki-laki tua itu menatap sekilas kearah Raya sebelum mengetukkan tongkat kayu yang dia pegang ke tanah yang membuat suasana hutan itu berubah menjadi suasana air terjun yang jernih dan tenang sekali.


"S-siapa sebenarnya anda tuan!" Tanya Raya saat melihat apa yang dilakukan laki-laki tua itu sungguh menakjubkan sekali.


"Duduklah dulu di batu itu!" Ucap laki-laki tua itu dengan suara renta nya.


Raya yang semula waspada dengan tetap mempertahankan belati dibalik badannya kini diam tidak berkutik dan menuruti perintah orang aneh didepannya itu.


Laki-laki tua itu duduk juga didekat Raya.


Raya mengernyit heran dengan perkataan orang tua didepannya itu, dia bahkan belum lima menit berkenalan dengannya.


"Ditempat ini kita tidak terikat oleh ruang dan waktu sehingga kamu bisa kembali ke rumahmu dengan tenang nantinya" ucap laki-laki tua itu dengan tiba-tiba saat menyadari Raya yang melihat kesekelilingnya.


Tempat itu sungguh menakjubkan.


"Oh ya, siapa sebenarnya anda tuan?" Tanya Raya dengan sopan.


Laki-laki tua itu tertawa ringan khas orang tua kebanyakan.


"Itu tidak perlu kamu tahu karena aku adalah rahasia alam semesta" balas laki-laki tua itu.


Raya mengernyit heran dengan jawaban orang didepannya itu, padahal dia berusaha untuk terdengar sopan dengan berbasa-basi saja.


Laki-laki tua kini tertawa ringan kembali melihat wajah Raya yang terlihat kesal.


"Tenang saja! Kamu bisa memanggilku SP" ucapnya.


Raya mengangguk masih dengan wajah kesalnya.


"Lalu kenapa kakek membawaku ke tempat seperti ini?" Tanya Raya yang penasaran dengan apa yang dia lihat sekarang.


Tempat itu sangat indah dimana ada banyak sekali gelembung beterbangan dimana-mana dan juga air terjun yang terlihat sangat tenang serta berkilau.


"Ini adalah dunia mimpi dimana air terjun itu adalah mimpi seluruh makhluk yang ada dialam semesta" balas laki-laki tua yang mengaku bernama SP itu dengan tersenyum kecil.