
"S-siapa anda!?" Dengan terbata sambil memegangi kepalanya yang sakit Violence mencoba untuk berdiri.
Orang yang menolong Violence tadi menghela nafas ringan saat melihat Violence sepertinya sudah bangun dan berbicara meski sedikit terbata.
"Aku menolongmu saat masuk kedalam toko tua yang hampir roboh di tengah kota, karena tidak ada yang mengetahui keberadaan mu di sana" Jelas wanita muda bersama dengan seorang pria itu.
Violence menghela nafas ringan karena tahu ada yang mau menolongnya untuk sekadar tetap hidup.
"Terima kasih telah menolongku dan merawatku" Violence mencoba berdiri tapi hampir saja ambruk karena kondisinya yang belum sepenuhnya pulih.
Wanita muda itu tersenyum, "tidak masalah karena aku dan suami ku waktu itu akan pergi makan bersama di toko kesukaan kami dan saat melihat toko itu hampir roboh membuat kami ingin memeriksa ke dalam dan benar saja aku menemukanmu tidak sadarkan diri" Jelasnya.
Suaminya mengangguk, "benar! Untung saja kamu tidak tertimpa reruntuhan dari bangunan itu" Tambahnya.
"Oh ya! Siapa nama kamu?" Tanya wanita muda itu dengan mengambil secangkir teh hangat untuk Violence.
Violence menerima secangkir teh itu dan mengucapkan terima kasih, "namaku Violence dan kalian...?"
"Aku Helena dan ini suamiku Osiris"
Violence mengangguk dan mereka selanjutnya melakukan obrolan-obrolan ringan.
Tidak diketahui oleh Violence jika kedua orang itu tengah menyeringai ketika mereka berhasil membawa Violence masuk kedalam perangkapnya.
"Jika kamu sudah selesai dengan makananmu, keluarlah sebentar dan kami akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu" Hellena masuk ke dalam kamar itu dan menaruh air putih di sisi meja untuk Violence minum setelah makan.
Violence mengangguk dan terus menyuapkan makanan itu hingga habis, dia langsung mengambil air putih itu dan meminumnya hingga habis. Dapat terlihat Helena menyeringai ketika Violence telah meminum habis air putih yang sudah dia racik sedemikian rupa.
"Duduklah!" Suruh Osiris.
Violence mengangguk saja dan duduk di kursi yang ada di teras rumah itu. Memang mengerikan jika duduk bersantai dengan melihat pemandangan lahar panas di depan sana.
"Jujur saja kami melihatmu berbeda dari yang lainnya!" Ujar Osiris dengan menghadap ke depan.
Violence yang mendengar itu mengernyit heran, "maksudnya?" Tanya Violence yang memang tidak mengerti apa maksud dari pria di depannya itu.
Helena saat ini tengah bersender di pintu dengan mendengarkan seksama apa yang akan dibicarakan suaminya.
"Kau memiliki energi yang sangat besar dan itu membuatmu menjadi tidak terkendali, saat itu kami sedang berjalan-jalan ke kota dan melihatmu diserang oleh para pasukan khusus dan tiba-tiba saja energi besar itu muncul sehingga mengulang waktu para makhluk hidup" Jelas Osiris.
Violence masih tidak paham dengan maksud dari pembicaraan ini.
"Singkatnya kamu membutuhkan kami untuk bisa mengendalikan kekuatan besar yang kamu miliki agar tidak berpengaruh bagi dunia ini" Jelas Helena dari arah belakang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk mengendalikan kekuatanku?" Setelah berdiam lama akhirnya Violence berbicara.
Itu yang ditunggu-tunggu oleh keduanya, terbukti dari mereka yang kini tengah menyeringai tanpa diketahui oleh Violence.
"Kamu harus menurut dengan kami dan harus mau untuk menghancurkan kota itu"
"Kamu harus menurut dengan kami dan harus mau untuk menghancurkan kota itu"