
"Nah kita sudah sampai!" Ujarnya dengan senang saat sampai di ujung cahaya itu.
Tempat kali ini sangat berbeda dengan apa yang ada tadi karena tempat ini sangat terang dan sejuk, energi positif keluar dan pemandangan indah tersaji dalam tempat yang sangat indah itu. Terlihat sebuah air terjun dengan gelembung-gelembung yang berisi sesuatu tapi entah apa itu.
Mulut Rey bergumam wao saat melihat pemandangan indah itu dan Hedero saat ini mengetukkan tongkatnya satu kali pada tanah yang membuat semua gelembung-gelembung yang ada meletus. Cahaya yang menyinari tempat itu berubah suasana menjadi malam lagi dan sekarang sama seperti tempat tadi tapi kali ini terlihat lebih sedikit terang.
Rey menghela nafas panjang, "kenapa kau suka sekali dengan malam huh!?" Gerutu Rey dengan menatap kesal ke arah Hedero.
Hedero tersenyum kecil, "karena jika tempat ini siang akan membuatmu tidak fokus dan itu akan menggangu pelatihan kita nanti" Jawab Hedero dengan tenang.
"Tenang saja, cahaya sebentar lagi akan hadir dan kita akan disinari oleh kunang-kunang agar suasana menjadi lebih tenang" Tambahnya.
Dan benar saja beberapa saat kemudian sinar muncul di tempat itu membuat jalan untuk menuju sebuah bukit dimana mereka akan melakukan ritual pertama atau Hedero menyebutnya sebagai pelatihan pertama.
"Cepatlah! Karena sinar bulan sebentar lagi akan datang dan kita tidak bisa melewatkannya" Ujar Hedero yang sudah jauh meninggalkan Rey yang masih cengo dengan apa yang dia lihat barusan.
Rey langsung berlari mengikuti arah Hedero yang saat ini sudah sampai di atas bukit, dia mencoba mengatur nafasnya yang masih terengah-engah akibat berlari dan ikut duduk di sana.
"Baiklah!" Ucapnya dengan berjalan menuju lingkaran berwarna merah yang disebut Hedero sebagai sebuah pentagram.
Rey duduk dan Hedero mulai mengitari lingkaran pentagram itu, Hedero mengangkat tongkatnya dengan kedua tangan dan merapalkan sebuah mantra aneh dari mulutnya dan itu membuat Rey mengernyit heran. Tapi entah kenapa tidak ada keraguan dalam hatinya untuk tidak menuruti perkataan makhluk aneh di depannya itu.
"παιδί επιλογής! παιδί επιλογής! καταστρέψτε τους τοίχους! φαρδιά είναι οι σκοτεινές τέχνες! καταστρέψει τη ζωή σου!" (anak pilihan! anak pilihan! menghancurkan dinding! gelap adalah seni gelap! merusak hidupmu!)
Rapalan mantra dari Hedero memicu sebuah sinar dari pentagram itu yang mulai muncul dengan cepat dan tepat di atas sana bulan berada pada sudut yang pas untuk memulai ritual ini.
Pancaran sinar bulan turun menyatu dengan pentagram dan membuat sebuah tulisan yang entah apa itu tidak bisa dia baca tapi yang pasti tulisan itu menjalar hingga menempel pada seluruh tubuhnya.
"Jangan keluar dari sana karena itu akan membuat jiwamu tertarik keluar dari raga sehingga tidak bisa disatukan kembali" Ujar Hedero dengan mengangkat tinggi-tinggi tongkatnya dan setelah itu dia arahkan tongkat itu ke arah Rey.
"AGRHHHH!!!" Teriakan Rey saat merasakan seluruh tubuhnya panas dan tulisan itu menjalar hingga sampai bagian tengah dadanya dan membentuk lingkaran hitam kecil, dari arah sana muncul sebuah titik berwarna ungu gelap mulai kecil hingga sampai pada titik menjadi membara.