
"Nomor 4!" Teriak nenek Perry dari arah dapur toko.
Violence melirik kearah meja nomor 4 yang terlihat ada seorang pria berjubah hitam dengan topi dan terlihat sangat misterius.
"Ini pesanan anda tuan!" Ucap Violence dengan sopan saat menyajikan pesanan tuan didepannya itu.
Violence yang hendak pergi terhenti ketika tuan didepannya tadi mencegahnya.
"Tunggu!"
Violence berbalik dan tersenyum sopan untuk bertanya apakah ada yang salah dari pesanannya itu.
"Ya tuan, apakah ada yang salah dari pesanan yang ada pesan?" Tanya Violence dengan sopan.
"Tidak! Tapi aku tidak pernah melihatmu ada disini, apakah kamu orang baru di kota ini?" Tanyanya dengan penasaran.
Violence yang mendengar itu bingung ingin menjawab apa dan terlihat agak gugup didepan orang misterius didepannya itu.
"I-iya tuan, saya cucu nenek Perry dari luar kota yang berlibur kesini sekalian membantu nenek yang sudah cukup tua" jawabnya dengan sedikit terbata karena takut dia terlihat berbohong.
"Oh baiklah, terima kasih atas makanannya! Ini tip untukmu" ucap orang didepannya itu dengan memberikan selembaran uang pada Violence yang langsung diterima dengan senang hati.
Siapa yang akan menolak ketika diberi uang.
"Ada apa Violence?" Tanya nenek Perry ketika melihat Violence tadi sedang berbicara pada seseorang yang tidak dia kenal.
"Tidak nek! Tapi emm, apakah nenek tahu tentang orang yang bicara denganku tadi? Apakah dia langganan toko ini?" Tanya Violence dengan menatap kearah nenek Perry yang kini terlihat mengernyit.
Nenek Perry menggeleng tanda tidak tahu siapa yang dimaksud Violence barusan.
Violence menghela napas ringan ketika mendengar jawaban nenek Perry barusan.
Nenek Perry yang melihatnya cukup khawatir dan kini mendekat, "memangnya ada apa nak?" Tanyanya.
"Aku rasa orang tadi cukup mencurigakan" jawab Violence dengan jujur.
Nenek Perry menghela nafas pelan, "jangan terlalu paranoid pada semua orang karena tidak semua orang yang terlihat jahat benar-benar jahat dan sebaliknya juga" jawab nenek Perry mencoba menenangkan.
Ditempat lain...
"Sudah aku duga bahwa dia bukan dari tempat ini!" Ucapnya dengan meremat kuat tangannya.
"Dari mana kita tahu dia benar-benar tidak dari dunia ini?" Tanya seseorang dari arah belakang saat melihat sang tuan tengah mendengarkan sebuah alat yang dia pasang pada uang tip tadi.
"Dia terlihat sangat asing dan berbeda dengan wajah-wajah orang di kota ini" balas sang tuan kini mengetik sesuatu pada alatnya sehingga beberapa saat kemudian memunculkan sebuah video seseorang yaitu nenek Perry dan Violence.
"Lalu sekarang apa?"
Sang tuan yang merupakan orang misterius tadi menghela nafas panjang.
"Cepat cari siapa sebenarnya wanita tadi dan kita tangkap untuk mengintrogasi nya" suruhnya yang langsung diangguki oleh anak buahnya tadi.
Anak buahnya langsung pergi ketika mendapat perintah dari sang tuan dan dia kini tengah mengotak-atik komputer kuantum miliknya untuk mencari keberadaan wanita tadi.
"Ck, sepertinya aku ingat siapa sebenarnya dia" gumamnya.
Kembali pada Violence yang kini tengah tertidur dan berada disebuah alam mimpi yang tidak bisa dideskripsikan oleh kata-kata.