
Ketika Darma dan akan Iqbal akan mulai menyerang, seorang pria muncul ditengah-tengah mereka dan menangkap tangan Darma dan Iqbal, membuat pertarungannya berhenti.kemunculan pria tadi membuat semua orang terkejut dan terdiam seketika.
"Guru besar Rama." Sebut Iqbal.
"Tidak baik ribut ditempat makan. Ada apa ini?." Tanya guru Rama.
"Tidak ada apa-apa Guru, kami hanya bertukar pukulan sebagai sambutan pada murid baru ini." Jawab Iqbal.
"Benarkah itu?." Tanya guru Rama pada Darma.
"Bukan Guru!, dia menghinaku yang dari kampung dan melarang kami makan dilantai atas." Jawab Darma.
Guru Rama melepaskan pegangannya dari kedua orang itu dan berjalan pergi,.
"Kamu, murid baru. Ikut aku." Suruh guru Besar sambil berjalan yang diikuti oleh Darma.
"Ada gerangan apa ini?." Ujar Iqbal dengan wajah terkejutnya.
"Guru Rama yang biasanya memihak kepada murid kelas bawah, tiba-tiba menjadi seperti ini?." Gumam Rahul.
Setelah sampai ke ruangan guru Rama, guru Rama duduk dikursinya dan menatap Darma.
"Guru, tolong tegakkan keadilan. Aku tak bersalah disini, tapi Iqbal." Protes Darma.
"Ya, aku tahu. Tapi yang lebih penting, coba tunjukkam bentuk Spirit milikmu." Suruh guru Rama.
Darma memejamkan mata dan memfokuskan tenaga ke telapak tangannya dan lalu membuka telapak tangan kanannya yang memunculkan Spirit rubahnya. Guru Rama dengan wajah terkejut berdiri dan berjalan mendekat kearah Darma.
"Spirit rubah ini, ekornya memiliki ujung berwarna putih. Tidak salah lagi, ini Rubah 9 element Kurama yang legendaris." Seru guru Rama yang sangat terpana.
"Emm, apa maksud guru?." Tanya Darma yang kebingungan.
"Ini adalah Spirit legendaris yang tertulis dibuku kuno. Rubah yang memiliki 9 ekor, setiap ekor bisa memiliki element sendiri." Jelas guru Rama.
"Eh?, tapi punyaku hanya ekor 1 saja." Ujar Darma.
"Memanglah, kamu baru dibangkitkan, makanya hanya satu ekor. Rubah Kurama akan bertambah ekor ketika dia bertambah kuat." Jelas guru Rama.
"Terima kasih ata ilmunya guru." Seru Darma yang menundukkan kepalanya.
"Hei, aku menyuruhmu untuk menunjukkan bentuk Spiritmu, maksudku semuanya bukan cuma satu." Seru Guru Darma.
"Bagaimana guru bisa tahu?." Tanya Darma yang berjalan mundur dengan wajah waspada.
"Haduh, Kamu pikir jika kamu tidak membuka tangan kananmu aku tidak tahu?. Asal kamu tahu saja, hanya seorang Spirit Mahasiswa dan kebawahnya saja yang bisa kamu kelabui dengan trik murahanmu itu. Lagipula, aku sudah tahu dari buku kuno itu, kalau Spirit Rubah kurama 80% ditemani oleh Spirit senjata." Jelas guru Rama.
"Sepertinya orang ini adalah orang bijak dan berpengetahuan, tidak ada salahnya menunjukan Spiritku." Benak Darma.
Darma membuja telapak tanganya, dan muncullah Spirit pedang raja naga miliknya. Guru Rama yang melihatnya tidak bisa berkata-kata.
"Menakjubkan, sungguh dukungan dari langit. Di satu sisi ada Spirit rubah Kurama dan di satu sisi ada pedang raja naga yang sangat hebat. Sugguh pasangan Spirit yang sangay serasi dan sempurna." Seru guru Rama yang semakin takjub dibuat Darma.
"Guru sangat berpengetahuan." Puji Darma.
"Siapa namamu?." Tanya guru Rama.
"Darma guru." Jawab Darma.
"Darma, jujur saja, aku kagum dengan bakat,sifat dan latar belakangmu. Maukah kamu menjadi muridku dan membuktikan bahwa orang biasa bisa menjadi hebat serta membungkam seluruh orang yang meremehkan orang kampung?." Tawar guru Rama.
"Orang ini sangat berpengetahuan dan tidak meremehkan orang-orang kelas bawah, sungguh rugi jika aku menolaknya menjadi gurumu." Pikir Darma.
Darma berlutut dan berkata "Murid memberi hormat pada Guru." .
guru Rama berjalan kebelakang dan melihat keluar jendela.
"Seorang murid hanya memiliki 1 guru sejati, satu untuk selamanya. Yang aku tawarkan kepadamu adalah guru sejatu bukan guru di akademi biasa, apa kamu yakin?." Tanya guru Rama.
"Tidak ada keraguan didalam hati saya guru." Jawab Darma dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, kuterima hormatmu, wahai muridku. Berdirilah!." Suruh guru Rama pada Darma, Darma pun berdiri mengikuti perintah pertama gurunya.
"Benar Guru. Spirit pedang raja naga tak perlu dilatih karena dapat beradaptasi dengan level Spirit pasangannya." Jawab Darma.
"Benar sekali, tapi bukan hanya itu saja. Spirit pedang raja naga dan Spirit rubah kurama seharusnya bisa dikombinasikan." Jelas guru Rama.
"Masudnya guru?." Tanya Darma.
"Rubah kurama memiliki element berbeda di setiap ekornya, sementara pedang raja naga dapat beradaptasi dengan level pasangan Spiritnya. Tapi ada kemungkinan 87% Pedang raja naga dapat mengeluarkan element yang sama dengan rubah kuramamu." Jelas guru Rama.
"Oh, seperti panah api dan panah beracun Guru?." Tanya Darma.
"Yup, seperti itulah. Sekarang coba kamu fokuskan energi Spiritualmu hanya pada telapak tangan kananmu saja, dan tetap buka kedua telapak tanganmu." Suruh guru Rama.
"Energi Spiritual?, apa itu guru?." Tanya Darma.
"Energi Spiritual adalah energi yang keluar dari tubuhmu saat kamu memunculkan bentuk Spiritmu." Jelas Guru Rama sambil melihat keluar jendela kembali
"Baiklah Guru." Sahut Darma yang mulai melakukan perintah guru Rama.
"Mungkin ini membutuhkan waktu, aku akan mengambil teh dulu saja." Gumam guru Rama sambil membalikkan badan.
ketika guru Rama membalikkan badannya, dia terkejut melihat Darma yang telah berhasil pelajaran pertamanya dalam hitungan detik.
"Sungguh kontrol energi Spirit yang hebat." Seru guru Rama yang duduk ke kursinya, karena terlalu terkejut.
"Guru lebih hebat. Saya telah berhasil guru." Sahut Darma.
"Selamat, Tolong buatkan aku teh." Suruh guru Rama sambil memberikan cangkir.
Darma mengambil cangkir tersebut lalu membuatkan teh untuk gurunya.
"Silahkan Guru." Ucap Darma sambil memberikan tehnya.
"Kamu kembalilah, dan berlatih meditasi dikamarmu." Suruh guru Rama.
"Meditasi?, apa itu guru?." Tanya Darma.
"Meditasi adalah proses mensirkulasikan energi Spiritualmu ke seluruh tubuh guna meningkatkan tingkat atau bintang mu. Setiap naik tingkat, tubuhmu akan mengeluarkan kotoran yang berasal dari otot, pembuluh darah, darah dan tulangmu." Jelas guru Rama.
"Baiklah Guru, kalau begitu saya pamit undur diri." Pamit Darma yang berjalan kearah pintu.
"ketika sudah menjadi Spirit pelajar bintang 10, carilah aku." Teriak guru Rama.
"Baik Guru." Ujar Darma sembari keluar pintu.
Setelah Darma keluar, Guru Rama berdiri dan melihat keluar jendela.
"Sungguh berkah langit, mendapat murid sepertinya." Gumam guru Rama.
Sementara itu Darma berjalan ke kantin yang telah sepi dan memakan makanan yang tersisa. Setelah selesai makan, Darma lekas kembali ke kamarnya.
"Dar, kamu dihukum apa sama Guru Rama?." Tanya Rahul yang melihat Darma masuk ke kamar.
"Tidak dihukum, malah aku menjadi muridnya." Jawab Darma yang berjalan kekasur dan duduk diatasnya.
"Wow!, benarkah?." Kejut Rahul.
"Iya, buat apa aku bohong?." Sahut Darma yang mulai berlatih.
"Hebat sekali kamu, bisa mendapat guru seperti guru Rama." Puji Rahul.
"Apa hebatnya?." Tanya Darma yang cuek karena sudah kebelet mau berlatih.
"Apa hebatnya?. Walau hanya berada ditingkat spirit Kapten, tapi dia terkenal sebagai Master pengetahuan lho." Jelas Rahul yang terus menganggu Darma berlatih.
"Sudahlah, aku mau berlatih jangan diganggu. Kamu juga sebaiknya berlatih, biar tidak remehkan lagi." Ujar Darma dengan mata terpejam.
"Heh, ngak asik nih." Grutu Rahul yang mulai tiduran.
"Heheh, sudah kuduga, kalo guru bukan orang sembarangan." Pikir Darma.