Spirit World

Spirit World
siapa pemiliknya?



Rey terbangun dengan terbauk-batuk dan mengeluarkan sebuah darah berwarna hitam keungu-unguan dari dalam mulutnya. Dia melihat ke sekitar dan saat ini dia tidak ada di dalam kamarnya, apakah ini sebuah mimpi tapi ini begitu nyata sekali. Jika ini sebuah kejadian asli maka dia akan terlihat sangat syok karena ini sangat sama persis dengan apa yang ada di alam mimpinya baru-baru ini.


"Ah, akhirnya kamu sadar! Sebentar aku akan mencoba menyembuhkan tubuhmu" Ujar Lucas dengan memfokuskan energi penyembuhan pada tubuh Rey.


"Z-zinc!" Satu kata itu saja yang keluar dari mulut Rey dan itu membuat Lucas mengernyit heran.


"Siapa yang kamu sebut Zinc sedari tadi? Oh ya maaf, namaku Lucas bukan Zinc yang kamu maksudkan" Ucap Lucas mengelap keringat yang membasahi pelipisnya.


"K-kau sangat mirip dengan sahabatku yang beberapa waktu lalu telah pergi untuk selamanya" Ucap Rey yang mulai menerawang kembali setiap adegan tempo hari yang lalu yang membuatnya kehilangan sahabatnya tercinta.


Lucas diam menyimak setiap perkataan orang di depannya itu dan tetap fokus dalam penyembuhan yang dia lakukan.


Rey mencoba berdiri setelah dirasa tubuhnya cukup membaik dari pada sebelumnya.


"Ada apa denganku sebenarnya hingga tak sadarkan diri seperti ini?" Tanyanya setelah berhasil duduk dan bersender pada salah satu pohon.


Lucas dan Els menatap satu sama lain seakan mengisyaratkan bahwa Rey ternyata tak mengingat apa yang baru saja dia alami beberapa saat yang lalu.


"Kau tidak sadarkan diri karena ada sebuah kekuatan yang sangat besar baru saja masuk ke dalam tubuhmu" Jawab Els.


Pertanyaan itu lagi-lagi membuat Els dan Lucas menatap satu sama lain, mereka berdua sadar bahwa apa yang tidak diingat Rey hanya tentang batu kematian yang telah masuk ke dalam tubuhnya.


"Hey! Kenapa kalian diam saat aku bertanya oh" Protes Rey dengan wajah masamnya.


Els dan Lucas tersadar saat mendengar teriakan Rey barusan, "e-eh maaf! Kami hanya baru sadar jika kami belum mengetahui siapa namamu" Ucap Els mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Namaku Rey dan kalian tidak perlu canggung denganku seperti itu karena memang bumi ini penuh dengan kejutan seperti monster-monster yang sering masuk ke kota dan hutan seperti ini memang sarang mereka" Jelas Rey dengan menunjuk beberapa tempat yang terlihat beberapa jejak kaki besar.


Lucas mengernyit heran, "apa maksudmu dengan monster-monster?" Tanyanya yang penasaran dengan cerita Rey.


"Lebih baik kita pergi dulu dari tempat ini karena sebentar lagi matahari akan terbenam dan itu membuat tempat ini semakin berbahaya" Jawab Rey dengan mencoba berdiri dari tempat itu yang langsung dibantu oleh Els dan Lucas.


"Rumahku dan ayahku tidak jauh dari sini karena kita harus cepat-cepat kesana sebelum matahari terbenam!" Ujarnya dengan mencoba mengeluarkan kekuatan miliknya tapi gagal karena keadaan yang masih belum terlalu baik.


"Jangan dipaksakan! Kita akan berjalan saja dan kami akan membantumu sampai ke rumah" Ucap Els yang diangguki setuju oleh Lucas.


Rey terkekeh kecil dan mengangguk saja, "baiklah mari!" Ucapnya dengan senang dan berjalan tertatih yang dibantu oleh Els dan Lucas.