
Suasana begitu riuh ketika banyaknya para pekerja yang berlalu lalang mengejar waktu karena sebentar lagi tepat pukul delapan dimana para karyawan dan karyawati harus masuk untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar itu.
Gedung-gedung tinggi berjejer rapi menghiasi kota Paris itu, kota yang terkenal dengan menara Eiffel itu sangat rampai dengan para pesepeda yang melaju dengan santai.
Seorang perempuan berusia 16 tahunan berjalan santai dan terlihat menggunakan jaket tebal dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket karena cuaca kota Paris yang sangat dingin beberapa hari ini.
"Hei Violence! Apa kamu ingin pergi bekerja hari ini?" Teriak seorang wanita paruh baya memanggil perempuan itu yang ternyata bernama Violence.
Violence menoleh dan tersenyum hangat saat melihat wanita paruh baya itu yang memanggilnya barusan.
"Iya bi, aku hari ini harus menerbitkan banyak koran karena berita tentang para superhero terlalu banyak pesanan!" Balasnya dengan mendekat kearah wanita paruh baya yang dia panggil Bibi itu.
"Benar juga hari ini memang banyak sekali yang membicarakan tentang penampakan gerhana matahari yang tiba-tiba muncul juga sebuah sinar hitam yang ada di bukit" ucap bibi Perry.
"Iya itu bi! Berita itu yang akan aku terbitkan nanti" sahut Violence dengan berbinar.
Setelah itu mereka berdua berbincang-bincang ringan hingga waktu tiba untuk Violence pergi karena sebentar lagi kantor tempat dia bekerja akan segera masuk.
"Sudah dulu ya bi! Lain kali aku akan mampir, sampai jumpa!" Teriak Violence dengan berjalan menuju tempatnya bekerja.
Tepat pukul delapan Violence sampai, untung saja dia tadi sadar jika lama-lama berbincang dengan bibi Perry akan membuatnya terlambat.
"Fyuh, untung saja aku tidak telat" gumamnya dengan menutup pintu.
Pada tahun 1997 seperti saat ini mesin tik memang masih lumrah untuk digunakan sebagai alat untuk menerbitkan koran ataupun artikel.
Tidak ada hal istimewa didalam pekerjaan kecuali menambah tulisannya menjadi tambah panas dengan itu dia sedikit senang tanpa memikirkan dampaknya kedepan.
"Bagus juga kelihatannya!" Ucap Violence dengan mengangkat pekerjaan tangannya yang sudah selesai.
"Aku akan menerbitkannya nanti sebelumnya aku harus ke luar sebentar untuk membeli makanan ringan di kantin" gumamnya dengan bahagia.
Violence berjalan keluar menuju kantin tempatnya bekerja yang lumayan sedikit ramai karena memang pekerjaan yang mereka jalani beberapa waktu ini sedikit lenggang.
Violence melihat kearah keluar dan menyadari jika ada hal janggal disana, tampak sebuah pusaran cahaya yang cukup besar diujung seberang sana tanpa ada yang menyadarinya. Violence melangkah keluar hingga mencapai seberang sana tanpa berani mencoba mendekatinya, dia tidak tahu benda apa itu yang terlihat cahaya biru berputar membentuk sesuatu mirip seperti terowongan.
"Apa sebenarnya cahaya ini?" Gumam Violence dengan mendekat kearah cahaya aneh itu, dia menengok kanan kirinya untuk memastikan jika ini bukan bahan bercandaan saja.
Keadaan gang itu sepi tanpa ada tanda-tanda orang disana meski begitu violence tetap tidak percaya dengan hal itu sehingga dia mencoba untuk berteriak kencang.
"Halo! Ada orang disekitar sini" teriak Violence menggema hingga ujung gang itu.
Tidak ada yang menyahutnya karena memang keadaan gang itu yang sepi sehingga hanya terdengar suasa gema dari Violence barusan.