
Spirit World adalah dunia yang memandang tinggi kekuatan, kekuatan adalah segalanya disini, yang lemah menjadi makanan yang kuat adalah peraturan tak tertulis disini.
Disebuah desa bernama Mana di Kota Ranja di kerajaan Majamanis, hidup seorang anak kecil yang sebatang kara, bernama Darma. Darma ditinggal oleh orang tuanya yang mehilang entah kemana, sejak Darma berumur 6 tahun.
Beruntung baginya, para tetangga yang iba selalu memberinya makanan dan bantuan lainnya. Walau begitu, Darma adalah anak yang tidak suka bergantung dengan rasa kasihan orang lain. Darma selalu membantu pekerjaan Warga desa yang mayoritas adalah petani.
"Darma! Pulang,Sudah hampir malam!." Seru seorang pria.
"Baik Kepala Desa." Sahut Darma yang tengah membantu membajak sawah seseorang.
"Pak Inu, Saya pulang dulu ya." Pamit Darma.
"Iya Dar, makasih sudah bantuin bapak." Sahut Pak Inu.
Dengan pakaian lusuh dan badan yang penuh lumpur, Darma kecil berjalan menuju kepala desa dan mereka segera berjalan pulang. Tak begitu lama berjalan, terlihat sebuah bangunan reot yang nampak seperti kandang kuda.
"Kamu mandi dulu Dar, nanti kerumah bapak ya!, buat makan malam." Ujar Kepala desa.
"Baik, Pak Kades." Sahut Darma yang berjalan masuk ke bangunan yang seperti kadang kuda tersebut.
Malam Harinya, Darma makan bersama kepala desa dan istrinya, seperti yang telah dijanjikan.
"Oh, iya Dar. Besok pagi orang dari Kota Ranja akan datang ke desa untuk upacara kebangkitan Spirit, kamu harus ikut ya. Siapa tahu kamu bisa menjadi Spirit Master dan menjadi kebanggaan desa Mana." Ujar kepala desa sambil makan.
"Iya pak Kades. Tapi, Spirit Master itu apa ya?." Sahut Darma.
kepala desa dan istrinya terdiam sejenak lalu tertawa lepas,mendengar pertanyaan Damar.
"Hahaha, Sayang, anak ini seperti hidup dalam goa saja." Canda Istri kepala desa.
"Hahaha, ketika anak kecil terlalu lama di sawah, ya begini jadinya." Sahut Canda kepala desa.
"Eh?, emang aneh ya?, kalau aku tidak tahu tentanh Spirit Master?." Ujar Darma dengan wajah kebingungan.
"Hahaha,Tentu saja, semua anak-anak seusiamu bermimpi menjadi Spirit Master. Tetapi kamu bukan hanya tak bermimpi, tahu saja tidak." Sahut kepala desa.
Ketika kepala desa sedang asik tertawa, Istrinya mencubitnya dan menunjuk kearah Darma yang berwajah murung nan sedih.
"Hei, tak usah sedih. Walau orang tuamu menghilang entah kemana, masih ada kami yang menganggapmu seperti anak sendiri." Hibur kepala desa.
mendengar hal itu, Darma segera memeluk kepala desa sambil menangis dipelukannya.
"Terima kasih Pak kades. Sejak orang tuaku meninggalkanku, Seluruh Warga desa selalu merawatku dengan penuh kasih sayang, terutama pak Kades dan istrinya yang sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri." Ujar Darma sambil menangis.
"Sudah Damar, jangan menangis lagi, nanti makan malamnya menjadi dingin." Seru kepala desa sambil melepas pelukan Damar dan mengelus kepalanya.
Mereka bertiga melanjutkan makan malamnya. setelah usai, Istri kepala desa mengambil piring dan membawanya untuk dicuci.
"Bu Kades, biar aku bantu." Ujar Darma.
"Damar, duduk sini dulu. Biar kujelaskan tentang Spirit Master." Cetus kepala desa sambil menepuk-nepuk kursi.
Damar segera duduk dan memasang wajah penasaran.
"Pertama-tama, tentang Spirit Master. Spirit Master adalah seseorang yang mempunyai bentuk Spirit yang dibangkitkan pada saat mereka berusia 8 tahun." Jelas kepala desa.
"Lalu, apa itu bentuk Spirit?." Tanya Damar.
"Bentuk Spirit adalah pembetukan energi Spirit dari dunia Spirit World kita yang membentuk menjadi sesuatu. Bentuk Spirit di kelompokkan menjadi 3, Spirit Alat, Tanaman, dan Tumbuhan." Jelas kepala desa.
"Lalu, kenapa banyak orang ingin menjadi Spirit Master?." Tanya Darma.
"Karena dengan menjadi Spirit Master kamu bisa mendapat 3 hal yang paling penting untuk hidup makmur di Spirit World ini." Jawab kepala desa.
"3 hal?, apa itu?." Tanya Darma.
"Apa Spirit Master itu kuat?." Tanya Darma kembali.
"Tentu saja, kekuatan Spirit Master sendiri dibagi menjadi 10 tingkat, mulai dari yang terendah yaitu Spirit Pelajar, Spirit Mahasiswa, Spirit Prajurit, Spirit Kapten, Spirit Jenderal, Spirit Raja, Spirit Kaisar, Spirit pahlawan, Spirit Legenda, dan yang terkuat adalah Spirit Dewa yang menurut cerita bisa membelah langit dan bulan.Dan juga dari setiap tingkat ada 10 tahap yang harus dilewati, tahap tersebut biasa disebut bintang."
"Wow,Spirit Master terdengar sangat hebat. Apa didesa Mana kita, ada Spirit Master, pak kades?." Tanya Darma.
"Sekarang tidak ada, tapi dulu leluhurku adalah Spirit Master tingkat Prajurit, karena itulah Kota Ranja selalu mengirim penguji ke desa kita setiap 2 tahun sekali." Jawab kepala desa.
"Oh iya, kedua orang tuamu adalah Spirit Master yang pertama kali pindah dan tinggal didesa kita." Timbrung Istri kepala desa sambil terus mencuci piring.
"Eh, Benarkah itu pak Kades?." Tanya Darma yang terkejut.
"Iya, tapi aku tidak tahu tingkat berapa mereka dan juga, sepertinya hilangnya orang tuamu berhubungan dengan Spirit Master." Jawab kepala desa.
"Kalau begitu, aku harus menjadi Spirit Master untuk bisa tahu alasan orang tuaku menghilang dan menjadi Spirit Dewa yang akan membagakan warga desa yang telah kuanggap seperti keluarga sendiri." Seru Darma dengan penuh semangat.
"Hahaha, Semangat yang bagus. Aku dan seluruh Warga desa akan menantikan hari itu terjadi." Ujar kepala desa sambil mengusap rambut Darma.
tak lama kemudian, Darma berdiri dan pamit pulang kepada kepala desa dan istrinya. Sesampainya dirumah, Darma segera tidur dan mengistirahatkan badanya.
"Eh?,Dimana aku?, kenapa tubuhku bersinar." Darma kebingungan dan melihat di sekitar.
Disekiling Darma gelap gulita, dan cahaya yang keluar dari tubuh Darma menjadi satu-satunya penerangannya.
"Eh?, ada cahaya lain!." Ujar Darma yang mencoba melihat cahaya apa itu.
"Itu.... Ayah dan ibu?." Gumam Darma yang terpaku melihat ayah dan ibunya.
Ayah dan ibu Darma perlahan mendekat dan memeluk Darma. Dari mata Darma menetes deras air matanya.
"Galilah tanah dibawah ranjangmu." Ujar ayah Darma.
"Apa?." Tanya Darma yang terbangun dari mimpinya dengan posisi duduk.
"Eh?, kok aku dirumah?." Gumam Darma yang kebingungan sambil melihat sekitar.
"Bawah Ranjang!." Seru Darma yang bergegas menggeser Ranjang miliknya lalu mengambil cangkul dan menggalinya.
tak beberapa lama menggali, terlihat sebuah kotak tua terkubur disana. Darma langsung mengambil kotak tersebut dan membukanya. Ada 2 buah bungkus kertas dan sebuah cincin putih didalamnya.
Darma mengambil ketiga barang tersebut, lalu mencoba membuka salah satu surat, tetapi tidak bisa.
"Eh?, kenapa surat ini tidak bisa dibuka?. Coba yang lain dulu." Gumam Darma.
Darma dengan mudah membuka gulungan yang satunya.
"Darma Anakku, ketika kamu melihat surat ini, kamu pasti sudah berumur 8 tahun dan akan membangkitkan bentuk Spirit. Kedua orang tuamu ini memang tak berguna menjadi orang tua. Kami tak pantas meminta maaf padamu atas hari-hari berat yang kamu lewati. Kamu pasti bertanya-tanya alasan kami tiba-tiba menghilang, tapi maaf kami belum bisa memberitahukannya saat ini. Kami mungkin tak pantas berkata seperti ini, karena telah menghilang tiba-tiba. Tetapi sebagai orang tuamu, kami berharap kamu menjadi Spirit Master. Ada satu lagi gulungan dan sebuah cincin putih didalam kotak ini, Saat ini kamu tidak bisa membuka gulungan tersebut. Bukalah saat kamu mencapai Spirit Mahasiswa dan latihlah teknik didalam gulungan itu. Untuk cincin putih tersebut, adalah Cincin penyimpanan yang ada sebuah dimensi tanpa batas untuk menyimpan barang. Teteskan setetes darahmu ke cincin tersebut agar kamu dapat memilikinya sepenuhnya. Berjuanglah menjadi kuat, dan jaga kesehatanmu. kelak ketika kamu cukup kuat kamu akan bertemu dengan kami dan saat itu, kami akan menjelaskan alasan kami menghilang. Peluk erat, Orang tua tak bergunamu." Bunyi Surat tersebut.
Darma membaca surat tersebut sambip terus menangis tersedu-sedu.
"Darma, ayo!. Sudah waktunya upacara pembakitan bentuk Spirit." Seru kepala desa dari luar rumah.
Suara kepala desa membangunkan Darma dari kesedihannya, dia segera menghapus airmatanya dan berjalan menuju kepala desa.
"Eh?, kamu kenapa?, Habis nangis ya?." Tanya kepala desa sambil memegang wajah Darma dengan sangat khawatir.
"Ngak pak kades. Semalam aku terlalu bersemangat untuk hari ini, jadi tidur terlalu larut." Elak Darma.
"Hahah, Semangat anak muda. Ayo kita berangkat ke aula desa." Tawa kepala desa sambil berjalan bersama Darma.
"Ayah, Ibu. Aku pasti akan menjadi Spirit Master dan menjadi sangat-sangat kuat, hingga akhirnya bisa bertemu kalian." Seru Darma dalam hati.