
Pria tua itu tahu bahwa selama Dia menginjakkan kaki ke laut itu, Leviathan dalam bentuk ubur-ubur raksasa tengah mengintainya dari dalam air dan siap mengeluarkan kekuatan pemakan segala miliknya.
Leviathan tercengang saat tidak melihat apa-apa di sana, padahal sebelumnya dia melihat dengan pasti jika ada seorang pria tua yang entah datang dari mana berjalan di atas air dan dia siap memakannya. Tapi entah kenapa dia tidak melihatnya dengan cepat.
"Apa yang terjadi sebenarnya di laut ini!!?" Leviathan melihat ke sekelilingnya dan mendapati bahwa tempat itu berubah yang semulanya adalah lautan air kini menjadi lautan lahar.
Tidak ada yang sekuat itu dalam alam semesta ini ketika dia dapat mengubah tempat atau dimensi bahkan tanpa menyentuhnya, bahkan untuk sekelas iblis pun ini sangat mustahil karena lautan air di tempat Leviathan berada kali ini berbeda dengan samudra yang ada di bumi ini, luas tempat itu lebih dari jumlah galaksi yang ada di alam semesta 55.
"Siapa sebenarnya orang itu?" Gumam Leviathan dengan mengelilingi lautan lahar itu tanpa sedikitpun tubuhnya terbakar.
"Dia sepertinya bukan orang biasa karena tidak mungkin mengubah jumlah terbesar dalam lautan di seluruh alam semesta ini dengan begitu mudah bahkan dengan cepat Dia pergi begitu saja tanpa ada perasaan sebuah energi yang dapat aku rasakan" Ujarnya dengan merubah wujud kembali menjadi sebuah Kraken dan menaiki batu yang ada tepat di tengah-tengah lautan lahar itu.
Leviathan membuka portal menuju ke alam semesta sebelah untuk menemui sang dewa peramal yaitu Dewa Herstal untuk mengetahui sebenarnya apa yang akan terjadi padanya dalam waktu dekat ini dan mengapa ada seorang seperti tadi yang dengan tiba-tiba datang ke tempatnya dan mengubah dunia terluas air dari seluruh alam semesta ini.
Tepat di tempat itulah dewa peramal tinggal dan dengan cepat Leviathan datang ke sana, tidak ada berani menghentikannya karena mereka tahu bahwa itu adalah salah satu iblis tingkat tinggi yang merupakan salah satu dari ketujuh lambang dosa. Banyak pasang mata yang langsung lari dari sana dan bersembunyi ketika melihat siapa yang datang dalam bentuk makhluk berkaki seribu.
Leviathan melihat ada prajurit milik dewa Herstal terlihat tengah menunduk memberi hormat padanya.
"Di mana dewa Herstal berada?" Suara datarnya terdengar pada kedua telinga prajurit itu yang tengah menunduk ketakutan.
"Yang mulia kini tengah berada di taman dan beliau bilang jangan ada yang boleh masuk sebelum beliau mengizinkannya" ujar salah satu prajurit dengan takut-takut dan bercampur dengan jantung yang berdebar kencang.
Leviathan yang mendengarnya langsung masuk tanpa mempedulikan apa yang telah dikatakan oleh prajurit tadi. Dia menyusuri setiap tempat itu dan berakhir sampai ke taman.