
"Salah dari para penyihir! Maaf jika kami datang secara tiba-tiba seperti ini" Penyihir yang turun itu menunduk hormat meminta maaf atas kedatangan mereka yang sangat tidak terduga itu.
"Tolong turunkan tembakan anda komandan, karena kami kesini untuk memberi tahu hal yang sangat penting pada umat manusia di sekitar kota ini" Jelasnya.
Komandan Lakhutos yang mendengarnya tidak langsung percaya dan sekarang mengarahkan senjatanya ke tubuh penyihir itu.
"Jika anda tidak percaya, sekarang tembak saja diriku" Ujarnya menantang dan memperlihatkan wajah untuk menyakinkan komandan Lakhutos bahwa mereka tidak berbahaya dan ada di pihak para manusia.
Tubuh para penyihir bisa didefinisikan mirip seperti para manusia, hanya saja yang membedakan mereka hanya warna kulit, rambut, dan juga tangan mereka. Kulit mereka cenderung sangat putih dan rambut mereka berwarna pirang semua hingga hampir tidak mungkin salah satu diantara mereka memiliki warna rambut yang berbeda. Jari-jari tangan mereka cenderung lebih lancip dan warna bola mata mereka adalah hijau muda.
Komandan Lakhutos mengarahkan tangannya untuk menurunkan senjata itu dan memberikan kesempatan untuk penyihir itu menyampaikan maksud mereka datang kemari.
Bisa dibilang komandan Lakhutos merupakan pemimpin dari kota itu dan keberadaannya disembunyikan atau lebih tepatnya ditutup-tutupi dari publik, sehingga hari ini merupakan hari pertamanya menunjukkan dirinya yang asli.
Tiga penyihir turun kembali dari atas kapal dan mereka ingin melakukan pembicaraan yang sangat penting.
"Kami akan memberikan sebuah informasi mengenai perang yang akan menghancurkan bumi jika kita tidak akan mempersiapkannya dari sekarang" Jelas salah satu penyihir yang harus saja turun dari atas kapal.
Komandan Lakhutos yang mendengar itu sontak tertawa kecil, "hei! Apa yang kau bicarakan huh? Bumi tidak akan hancur jika perang dunia ke tiga tidak dimulai oleh para penyihir seperti kalian!" Ucapnya dengan menatap tajam ke arah mereka berempat.
Salah satu penyihir mengeluarkan sebuah buku yang terlihat kuno dan menunjukkannya pada mereka, sedangkan para pasukan Lakhutos bersiaga dengan mengarahkan senjata yang mereka bawa ke arah para penyihir.
"Tenang saja, itu hanya buku turun temurun dari leluhur para penyihir" Jelas penyihir pertama yang bernama Els.
"Sebelum itu, kita harus berpindah tempat dulu" Ucap Els dengan menjentikkan jarinya satu kali yang membuat tempat mereka berdiri berpindah tempat menjadi sebuah ruangan yang mirip dengan milik komandan Lakhutos.
Buku itu dibuka dan memunculkan sebuah cahaya berwarna ungu, cahaya itu membuat sebuah gambaran mengenai peperangan yang terjadi ribuan tahun lalu.
"Para iblis akan menyerang manusia saat the blood moon terjadi" Jelas Els disertai dengan gambaran buku itu yang merujuk pada tumbangnya para manusia dan penyihir ketika menghadapi kekuatan mereka.
"Kekuatan mereka bisa dibilang sangat besar dan kita harus mengerahkan pasukan kita untuk bekerja sama dalam menghadapi mereka semua dan mempertahankan bumi ini agar tidak terkontaminasi dengan hal-hal jahat" Jelas North yang merupakan salah satu penyihir tadi.
"Lalu kapan itu akan terjadi?" Tanya Lakhutos yang sedari tadi diam menyimak apa yang mereka bicarakan.
Clation menoleh dan berbisik pada Lakhutos, "apa anda percaya dengan perkataan mereka komandan!?" Tanya Clation yang masih sangat tidak yakin dengan perkataan para penyihir itu.