Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 9 : Pemandu jalan



Pada akhirnya pengamatan Shaletta tidak berlangsung lama, karena hanya menemukan goblin di perjalanan.


Dia menarik kesimpulan bahwa habitat monster lain tidak berubah, dan hanya goblin yang berpindah.


Namun kesimpulannya agak mengerikan, dimana Shaletta menebak bahwa jumlah goblin sangat banyak hingga habitatnya tidak cukup.


Memikirkan itu, Alfred juga mulai mewaspadai goblin seandainya tiba-tiba terdapat invasi. Tidak lucu jika tiba-tiba di serang ribuan goblin, meski memiliki kemampuan curang itu masih terbatas.


Dia berharap tebakan Shaletta meleset.


Kemudian keduanya kembali, namun hanya Shaletta yang benar-benar kembali ke desa.


Alfred ingin kembali ke hutan untuk berburu dengan alasan keuangannya menipis.


Karena telah melihat kekuatan Alfred yang jauh lebih kuat darinya, Shaletta tidak menghalangi dan segera melapor.


Dengan cepat, Alfred bergegas memasuki hutan dan melesat cepat agar tidak ada yang mengikutinya.


"Aku memang senang bahwa Shaletta tidak tahu keberadaan Orc. Disisi lain, berkat itu juga aku tidak tahu harus kemana untuk mencapai habitat Orc berada." Alfred bergumam masam.


Dia memiliki System yang bisa menunjukkan arah serta informasi, namun sebisa mungkin Alfred tidak mau terus menerus bergantung padanya atau akan kesulitan menjalani kehidupan ketika System menghilang.


System tidak akan menghilang, itu adalah hal wajar sebab tugasnya adalah membantu Alfred menjalankan misi ini untuk mengalahkan The Five Chaos of World-Eater.


Namun yang menjadi pertanyaan adalah setelah misi selesai, apakah System masih berada di samping Alfred? Jika hanya pinjaman maka itu akan menghilang dan menyisahkan kemampuan miliknya sendiri.


"Jika dipikir-pikir, sepertinya ada paman yang menempa benda besi, apakah dia juga membuat pedang?"


Alfred berpikir untuk membeli pedang, meski dia memiliki Sword of God, namun itu tetaplah kemampuan. Ada kemungkinan itu akan menghilang setelah tugas ini selesai.


Lagi pula tidak ada salahnya untuk bertarung menggunakan pedang biasa, Alfred bisa menjadikan Sword of God sebagai kartu truf ketika terdesak.


Terlebih penampilannya yang begitu mencolok, membuat dia khawatir orang serakah mencoba merebut ketika melihatnya.


Setelah melesat cukup jauh melampaui tempat terakhir Shaletta mengakhiri pengamatannya, Alfred mulai melihat ada beberapa hewan unik yang tidak pernah dia temui di dekat desa Avelia.


Kemudian Alfred melihat sungai dari jarak jauh, segera dia mengurangi kecepatannya hingga berhenti setelah berada diujung hutan.


Lalu Alfred bergerak cepat dan bersembunyi di balik pohon setelah melihat beberapa sosok di seberang sungai.


Perlahan-lahan, Alfred mengintip dan melihat, dua sosok Orc yang sedang minum di pinggir sungai.


"Hou?"


Alfred menampakkan senyum senang. Tidak pernah terpikirkan untuk bertemu Orc ketika sedang mencari sarang mereka, hal ini sangat membantunya.


Namun, Alfred tidak akan membunuh keduanya sekarang. Bagaimana pun lebih baik membuat kedua Orc itu membimbing dia ke sarangnya, itu jelas lebih baik dari pada berkeliaran di tengah hutan.


"Fufu, cepatlah kembali ke sarangmu dan biarkan aku memanen exp kalian!" Alfred bergumam dengan menyeringai.


Tetapi setelah menunggu hingga beberapa menit, Orc itu justru menangkap ikan bukan berbalik kembali ke sarangnya.


"Tch, sepertinya aku harus memaksa mereka untuk segera pergi!" gumam Alfred sembari berdecak kesal.


Tanpa menunggu lebih lama, Alfred segera keluar dari dalam hutan menuju sungai.


Orc yang melihat pergerakan segera terkejut melihat kedatang Alfred.


Namun orangnya sendiri tidak peduli, Alfred segera memunculkan Magic Staff of Divine. Lalu menghunuskannya ke arah Orc tersebut.


Dengan cepat, Alfred membayangkan struktur dan sifat suatu sihir yang paling sering digunakan.


"Fear!"


Kemudian gelombang rasa takut di tembakkan ke arah dua Orc tersebut.


Suara rengekan takut terdengar dan kedua Orc tersebut bergegas balik ke dalam hutan dengan cepat.


Melihat kecepatan tidak masuk akal Orc itu, Alfred mengangkat alisnya.


Bukan berarti Alfred tidak bisa mengikuti pergerakannya, hanya saja baru kali ini dia melihat kecepatan yang seperti itu.


Membuang pikiran tidak berguna, Alfred segera mengejar kedua Orc tersebut.


Dalam perjalanan, Alfred terus memantau area dalam radius 100 meter menggunakan 'Magic Search'.


Dia berniat menggunakan kedua Orc itu sebagai pemandu jalan. Saat Alfred telah menemukan tempat para Orc bersarang, dia akan membunuh keduanya.


Alfred tidak bisa menggunakan 'Magic Search' dengan jangkauan lebih jauh sebab akan memakan lebih banyak Mana.


Setidaknya jika itu radius 1km maka Alfred akan kembali pucat sebab belum terbiasa menghabiskan banyak Mana dalam sekali pakai.


"Hmm?"


Ketika sedang main kejar-kejaran dengan dua Orc itu. Alfred merasakan keberadaan banyak Orc di depan.


"Paralyze!"


Gelombang listrik dipancarkan dan kedua Orc itu segera terperosok ke depan.


Alfred juga berhenti dari larinya, kemudian menambahi serangan lain. "Earth Spikes!"


Tanah sedikit bergetar lalu, Crash! Banyak duri panjang yang menembus tubuh Orc itu tanpa ampun.


Awalnya kedua Orc itu berkedut, namun segera diam dengan darah yang mengalir deras di sekitarnya.


Setelah memastikan keduanya telah mati, Alfred kembali berlari namun tidak terlalu cepat untuk mendekat kearah sarang para Orc.


Kemudian, Alfred bersembunyi di balik pohon lalu mengintip para Orc tersebut.


Disana para Orc sedang bekerja, menebang pohon lalu mendirikan gubuk sederhana diantara pepohonan, seakan-akan mewaspadai serangan dari atas.


"Apakah mereka adalah jenis yang tidak menyerang manusia?" Alfred berkata dengan bingung.


Kemudian dia melihat beberapa tengkorak diantara pekerja itu.


Pemikirannya tentang membatalkan penyerangan berkurang, dan kembali berkurang ketika melihat salah satu Orc yang sedikit ceroboh melakukan pekerjaan.


Kemudian Orc itu dibunuh dan dimakan dengan keji.


Tatapan Alfred menjadi dingin dan tidak ada kepedulian dalam matanya.


Ingin memastikan sesuatu, Alfred kembali menggunakan 'Magic Search' dalam radius 100 meter.


Lalu Alfred melihat jumlah Orc itu yang begitu banyak, namun bukan itu tujuannya.


Magic Search terus menyebar tetapi tidak memberi Alfred informasi penting.


"Bukannya mereka terlalu banyak hingga jangkauan 100 meter tidak bisa melihat keseluruhan?" Alfred menggerutu kesal.


Segera Alfred menambah jangkauan dan pemakian Mananya menjadi lebih banyak.


Namun itu tidak masalah, sebab apa yang Alfred ingin pastikan benar-benar ada. Ya, itu adalah manusia yang dijadikan pemuas mereka.


Alfred berpikir bahwa Orc itu terlalu disiplin dan memiliki kesan bahwa mereka tidak jahat. Namun kenyataannya tidak.


Pemimpin mereka terlalu kuat dan pintar membuat gerombolan Orc ini menurut tanpa melawan.


Setidaknya pemimpin Orc itu setingkat dengan Orc King kemarin. Hanya saja terlihat lebih pintar dan berpengalaman melihat kinerja para Orc tersebut.


"Kupikir aku harus habis-habisan dengan pertempuran ini untuk mendapatkan pengalaman. Tidak ada jalan mundur, sebab jika aku melakukan itu maka tidak akan ada kemenangan saat melawan target utama," gumam Alfred dengan tenang.


Kemudian dia membuka System Menu dan membeli beberapa Low Mana Potion. Lalu meminum satu botol untuk memulihkan Mana yang dipakai.


Setelah berhasil lepas dari genggaman Shaletta kemarin, Alfred menjelajahi shop dan melihat beberapa Potion.


Pertama, Low Mana Potion yang meregerasi 25% dari kapasitas milik pengguna. Kedua, Med Mana Potion meregerasikan 60% dan 100% untuk High Mana Potion.


Harga pada tiap tingkat tidak masuk akal, Alfred yang masih miskin hanya bisa menggunakan tingkat Low. Namun tetap saja tingkat itu sangat hebat.


Jika pengguna memiliki kapasitas sebesar 1.000.000 Mana maka akan dapat 250.000 Mana.


Namun itu tergantung pada kapasitasnya jika sedikit akan tetap rugi.


Kapasitas Alfred besar, selain itu dengan Magic Staff of Divine Mana yang dipakai akan terpotong sebesar 50%.


Alasan lain Alfred menggunakan Potion karena Super Regeneration Mana miliknya membutuhkan waktu cukup lama bagi dia, untuk memulihkan seluruhnya.


"Baiklah, lebih baik menggunakan Fire Burst atau yang lain?"


Ketika Alfred bergumam seperti itu, dia mengingat Earth Spikes yang tadi dia gunakan.


Selain biayanya lebih murah, itu juga sangat tajam mengingat dua Orc tadi yang segera mati ketika tertusuk.


Namun akan merepotkan jika sedikit yang mati.


"Jika tidak kena, maka hujani saja!" ujar Alfred sembari memegang Mana Potion.


Dia ingin menguji, bagaimana jika suatu serangan ia memusatkan seluruh Mananya, apakah dampaknya lebih mengerikan?


Memikirkan teori-teori dari beberapa 'game' tidak akan berguna ketika 'logic' dunia itu berbeda. Maka dari itu dia harus melakukan eksperimen.


Kebetulan Orc itu sangat banyak.


Jika terdesak maka tinggal bakar semuanya, jika kekurangan Mana maka minum Potion dan hanguskan semuanya!


"Ups, sepertinya aku mengalami 'sedikit' perubahan setelah memasuki dunia lain."


...Bersambung...