Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 14 : Kemampuan asing



"Baiklah, akan kugunakan kekuatan penuhku! Jangan menyesal, manusia!"


Setelah mengatakan itu, Orc tersebut seperti membungkuk. Kemudian tubuhnya keluar asap merah dan badannya semakin berkilau.


"Berserk?" Alfred bergumam melihat perubahan itu.


"Hmp! Sebegitu terkejutnya kah manusia? Apakah sekarang kau ingin mengorbankan bawahanmu itu agar bisa lari?" Lich yang telah berdiri setelah kesakitan beberapa saat lalu, berbicara penuh kesombongan.


"Untuk Undead yang bergantung pada bawahan, bukankah kau terlalu tidak sadar diri? Apakah tidak ada cermin dirumahmu?" Alfred berkata dengan sinis, kemudian dia dengan cepat membuka System Menu, pergi ke shop dan membeli skill kecepatan.


Dia akan dirugikan jika tidak menggunakan skill juga, jadi tidak ada pilihan. Alfred memilih Accelerate Speed, karena baginya lebih nyaman untuk menghindari serangan dari pada menahannya.


Sementara itu Lich tersebut menggeram tidak puas. "Gu, kalahkan manusia ini! Aku ingin sekali melihatnya menangis sebelum kubunuh!"


"Lihat, kau bergantung lagi. Astaga, seberapa rendah dirimu sebagai Undead. Bahkan tengkorak lebih memiliki harga diri dari pada Lich sepertimu?"


Tidak lagi menatap Lich itu, Alfred tertawa datar sembari menutup System Menu setelah berhasil membeli skill. Kemudian mengalihlan pandangan ke Orc tersebut yang mulai selesai dengan pengaktifan kemampuan Berserknya.


"Kenapa sebegitu lamanya? Jika bukan karena ingin mencari pengalaman, sangat mudah bagiku untuk memenggalnya tanpa menggunakan skill baru itu." Alfred bergumam cukup rendah.


Ketika ingin maju untuk sedikit melukai Orc itu, sebuah serangan merah suram ditembakkan.


Pact!


Namun, itu begitu lemah hingga bahkan tidak membuat Alfred menghindar. Berdiam diri saja sudah cukup. Sebab akurasinya sangat jelek.


"Kau sebenarnya ingin melukai musuh atau memamerkan seberapa bodohnya dirimu?" Alfred bertanya.


"Be-berisik! Kau manusia tidak tahu tentang pesona sihir!"


Mengabaikan Lich itu yang mengoceh tentang sihir, Alfred melesat cepat.


Beberapa saat berlari, Alfred melompat dan memutar tubuhnya. Kemudian menebas pundak Orc itu dengan ringan.


Slash!


Kemudian suara,-Crash! Desis kuat terdengar. Alfred berbalik dan melihat Orc itu yang memegang pundaknya dengan ekspresi pucat.


"Maaf, kukira menaikkan semua stats. Ternyata tidak dengan ketahananmu?" Alfred berkata.


Seingatnya, Berserk hanya membuat kesadaran pengguna menjadi tidak terkendali. Sebagai gantinya semua statsnya naik sangat pesat untuk sementara.


"Hum, aku mendapatkan informasi penting lain."


"Da-dasar manusia! Kau bahkan menyerang bawahanku yang belum selesai mengaktifkan skillnya!"


Badut itu kembali mengoceh.


"Diamlah bebal, kau begitu berisik sekali!" Alfred membalas sembari bersiap menyerang lagi.


Orc itu, karena telah sepenuhnya mengaktifkan kemampuannya. Dia bersiap-siap juga.


Kemudian, bam!


Itu melesat sangat cepat. Dalam satu kedipan, dia telah berada di depan Alfred.


"... Cepat?!"


Slam!


Ketika Orc itu menebaskan pedangnya, Alfred berputar ke kanan untuk menghindar lalu melompat kebelakang menjaga jarak.


Dalam pandangannya, Katara mengangkat tangan dan menggunakan kutukannya pada Orc itu.


Namun itu segera menghilang dan tidak ada efek sama sekali.


Alfred pada dasarnya telah menebak kutukan juga tidak bisa. Karena itu juga, dia tidak menyuruh Katara mengurus Orc tersebut.


"Memang cepat, tapi hanya itu saja." Alfred berkata ringan, mengamati Orc itu yang mulai berdiri di kawah hasil serangannya.


"Setidaknya ini akan cukup untuk menjadi pelatihanku," gumamnya sebelum melanjutkan, "Accelerate Speed."


Bam! Bam! Bam! Bam!


Serangan beruntun tanpa memperdulikan keadaan dirinya, Orc itu terus mengejar Alfred yang menghindar dengan gesit.


Beberapa saat kemudian, Orc itu meraung marah dan tidak lagi mengejar.


Melihat itu, Alfred berpikir ini kesempatan untuk lebih melukainya.


Segera, Alfred melesat ke depan kemudian mengayunkan pedang secara horizontal.


Dang!


Namun serangannya ditahan oleh Orc itu yang entah kenapa bisa melihat kecepatannya.


Kemudian Alfred mendapatkan perasaan bahaya, dari asap berkilau yang mengepul dari bilah Orc tersebut.


Alfred dengan cepat mementalkan pedang Orc itu lalu melompat mundur menghindarinya.


Lalu dia bisa melihat Orc itu mulai bersiap kembali dengan menyeringai.


"Apakah itu skill 'Magic Item'?" Alfred bergumam rendah sembari bersiap-siap.


Kemudian Orc itu melesat dengan cepat.


Swosh!


Melihat Orc itu mengayunkan pedangnya, Alfred mundur beberapa langka, kemudian menebasnya dari sisi lain.


Slash!


Alfred kemudian melompat mundur menghindari serangannya.


Namun ....


Swosh!


Orc itu tiba-tiba di depan Alfred dengan mengayunkan pedangnya.


Alfred terkejut akan kecepatan tidak masuk akal itu. Seakan-akan Orc tersebut rela memutar tubuhnya dengan paksa agar bisa mengejarnya.


Karena tidak bisa lari lagi, Alfred juga mengayunkan pedangnya agar bisa menerima serangan Orc tersebut.


Bang!


Kemudian percikan api terlihat lagi, namun saat ini asap tadi seakan merambat kepedang Alfred.


Namun itu tidiak memberikan efek apapun.


Sebaliknya, Alfred yang sekedar agak dekat bisa merasakan mukanya menjadi kaku.


"Efek membekukan?!"


Alfred sedikit panik, segera menghindari pedang Orc itu.


Seperti tidak memberinya waktu, Orc tersebut membanting pedangnya di samping Alfred.


Slam!


Tempat dimana pedang itu mendarat, disana segera menjadi kristal. Bahkan ada perasaan untuk menjadikan kristal pada apapun yang mendekat.


Alfred segera melompat mundur dan sedikit menjauh.


"Ada apa dengan kemampuan aneh itu?! Aku tidak pernah melihatnya!"


Setelah mengatakan itu, Alfred teringat bahwa konsep di dunia tersebut tidak pasti sama dengan di VR.


"Ack, kupikir aku cukup sial hari ini."


...Bersambung...