Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 32 : Kenyataan



"Gunakan lebih banyak tenaga pada lengan lalu ayunkan seperti tadi."


Saat Elard memberi penjelasan, Alfred mengikuti instruksinya lalu mengayunkan pedang asli dengan gerakan tertentu.


Beberapa menit lalu, Elard memberikan contoh gerakan teknik prismatik atau begitulah yang dipikirkan Alfred.


Pada dasarnya, Elard belum memberi tahu nama tekniknya dan langsung mencontohkan gerakan mengayun.


Alfred juga belum memiliki waktu untuk pertanyaan jadi saat ini dia hanya perlu mengikuti instruksi Elard.


"Bagus, sudah cukup!"


Setelah melewati pelatihan panjang, setidaknya dari perspektif Alfred, Elard mengakhiri kegiatan itu.


Bagi Elard, untuk awal-awal tidak perlu terlalu serius. Itu hanya perkenalan, ketika Alfred telah akrab baru diberi porsi tinggi.


"Perkembangan yang bagus, apa jangan-jangan kau memiliki bakat dalam bidang berpedang juga?" tanya Elard penasaran.


Setahu Elard, setidaknya orang lain membutuhkan 2 hari untuk menyesuaikan tubuh saat berlatih berpedang.


Namun Alfred hanya dalam beberapa menit, itu jauh lebih cepat.


Setidaknya, itu sama dengan bakat tingkat tinggi.


"Mungkin, aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti, bakat sihirku lebih tinggi!" balas Alfred dengan percaya diri.


"Yah, kupikir itu benar," balasnya lalu melanjutkan, "Ngomong-ngomong, seharusnya milikmu adalah pedang besi bukan? Kenapa sekarang berbeda?" tanya Elard dengan menujuk pada pedang yang dipegang Alfred.


"Ah, ini aku membelinya dari seseorang dengan harga murah, awalnya kukira pedang sampah ternyata tidak. Jadi kupikir saat itu cukup beruntung sebab tidak ada yang tertarik membelinya sebelum aku datang."


"Itu sangat beruntung. Aku dulu harus mengeluarkan ratusan koin emas untuk membeli pedang ini," jelas Elard sembari memegang gagang pedangnya.


Dan Alfred hanya menjawab dengan suara aneh.


Pedang yang Alfred miliki sekarang berbahan Diamond Adamantite, itu adalah mineral logam sihir yang tercipta dari kandungan Mana berlebihan.


Kepadatan, ketahanan serta kekuatan jauh puluhan kali lebih kuat dari pada pedang Adamantite dan Diamond itu sendiri.


Terlebih pada pedang itu terdapat simbol rune magis. Pedang Alfred sudah termasuk senjata tingkat tinggi.


Setelah mendengar penjelasan itu, apakah ada orang yang percaya Alfred membeli dari orang acak dengan harga murah?


Tentu saja tidak ada, dan Alfred juga mustahil mendapatkan itu dari orang acak. Itu adalah hal yang tidak wajar.


Kalau begitu dimana dia bisa mendapatkan itu?


Jawabannya adalah dari System. Alfred mendapatkan pedang itu dari System Shop dengan harga 13.000.000 poin lebih.


Alfred percaya diri terhadap penjelasannya karena pedang yang dia miliki dominan dengan merah gelap dan diselimuti warna abu-abu.


Itu menghasilkan warna yang suram, dia yakin Elard menganggapnya pedang lusuh.


Lagi pula awalnya Alfred juga menganggap pedang tersebut lusuh. Namun segera terdiam, sebab itu ada hubungan dengan harganya yang sangat mahal.


"Nama teknikmu apa?"


Ketika keduanya duduk dihalaman depan rumah Alfred, dia bertanya pada Elard.


"Entah, guru yang mengajariku juga tidak memberi tahu namanya. Tapi jika melihat skill yang kudapat, mungkin teknik prismatik?"


"Itu benar-benar aneh. Lalu bagaimana dengan skill gurumu?"


"Kalau tidak salah ingat itu ada hubungan dengan elemen petir."


"Hmm?"


Mendengar penjelasan itu, Alfred merasa aneh. Kenapa skill yang didapat berbeda meski itu satu teknik?


"Dulu saat aku masih berlatih, orang-orang memanggil teknik ini dengan nama 'acak'. Awalnya cukup kesal karena terkesan mencemoh. Namun setelah mendapatkan skill pertama, aku jadi mengerti kenapa namanya seperti itu."


Alfred menatapnya dalam diam sebelum mengalihkan tatapannya.


Apa yang dia pikirkan adalah kesempatan mendapatkan skill prismatik sangat rendah.


Namun berdasarkan tebakan, jika Alfred menirukan semua gerakan Elard tanpa salah sedikit pun, ada kemungkinan dia mendapatkan satu skill prismatik.


Ini adalah taruhan, jika dia tidak mendapatkan skill prismatik sama sekali maka Alfred hanya perlu membeli dari System Shop.


Dia telah mengamankan beberapa skill prismatik yang menarik. Tentu saja Alfred menahan untuk membelinya sebelum menguasai teknik Elard.


Jika tidak, insting Elard akan aktif dan dia kemungkinan dihujani pertanyaan.


"Baiklah mari kita lanjutkan latihannya!"


"Eh? Bukankah durasi istirahatnya terlalu singkat?!"


"Ini masih tidak seberapa dibandingkan diriku dulu dimana harus berlatih satu jam tanpa henti!" jelas Elard dengan sombong.


Sementara itu, Alfred memiliki ekspresi pahit sembari berdiri untuk melanjutkan berlatih.


"Oh? Tuan Elard?"


Elard segera memiliki ekspresi bermasalah sebelum memalingkan tubuhnya.


Disana terdapat 2 wanita, lebih tepatnya salah satu dari mereka adalah gadis remaja.


Wanita dewasa itu memiliki ekspresi serius dan bijak.


sementara gadis remaja tersebut memiliki ekspresi dingin dan kaku.


Hanya melihat saja, Alfred merasa keduanya adalah orang merepotkan.


"Apakah anda ingin mengajarkan teknik sempurna itu pada dia?"


"Ya, karena Alfred cukup berbakat jadi aku merasa sia-sia jika dia tidak memiliki teknik. Sebenarnya, tanpa teknik dia sudah setara dengan perajurit handal."


"Itu luar biasa. Seperti yang diduga, seorang ahli akan menemukan benih ahli juga."


"Nona Marla terlalu berlebihan."


Ketika keduanya berbasa-basi, gadis remaja dibelakang Marla itu mengeluarkan taringnya.


"Tidak bisa menggunakan teknik padahal sudah dewasa? Tuan Elard, kupikir anda tidak seharusnya menyia-nyiakan waktu berharga itu untuknya," jelasnya dengan dingin menatap Alfred menggunakan mata mencela.


"Kesya!"


Berbeda dengan Elard dan Alfred yang diam, Marla dengan panik menutup mulut Kesya.


Hanya saja, dalam diam Elard memberikan tatapan tidak senang.


Tentu saja Alfred tidak akan tahu dengan cepat, namun setelah melihat tatapannya dia segera memahami itu.


Alfred segera maju dan mencoba memberikan pembenaran atas kesalahan tersebut.


"Maaf, saya sebenarnya penyihir. Namun karena harus memakai pedang disaat tertentu, guru Elard jadi ingin merekrutku."


"Jadi begitu!" balas Marla dengan antisipasi.


Melihat reaksi itu, Alfred pikir bahwa bakat ganda tidak begitu jarang.


"Senjata yang kau gunakan berkata lain. Itu seharusnya puluhan koin emas bukan? Kalau hanya direkrut seharusnya pedang biasa sudah ***-" Kesya yang berkata dengan lebih cepat membuat Marla terlambat untuk menutup mulutnya.


Dia segera memiliki ekspresi malu dan canggung. "Kalau begitu, kami permisi."


Dan mendorong Kesya menjauh sembari mengomel pelan.


"Tch, dasar keparat!" ujar pelan Elard dengan ekspresi kesal.


Alfred yang menatap Kesya dengan pandangan seperti melihat kotak tertutup dengan hiasan warna emas hanyut disungai, langsung menjadi bingung karena ucapan Elard.


"Kau kenapa?"


"Aku kesal karena dia selalu merendahkan rakyat jelata. Padahal bangsawan makan dari kerja keras rakyat!"


"Orang yang memakai latar belakang untuk terkenal sepertinya sangat menjijikan, padahal bakatnya sangat rendah! Lihatlah sekarang mereka mendekatiku seperti lintah, padahal dulu selalu mencemoh dan menganggapku sampah," tambahnya.


"Apakah begitu? Kupikir dia cukup berbakat. Grade yang dia miliki sudah mencapai tingkat A dan itu sama denganku."


Satu hari setelah melawan Ice Golem Emperor, Alfred meminum beberapa High Exp Potion. Gradenya langsung naik menjadi A.


Gradenya telah mendekati S, namun karena kebutuhan exp lebih banyak Alfred menyerah untuk meminum lagi.


Lagi pula meski menggunakan semua poinnya, Alfred tidak akan naik ke Grade S. Dalam kalkulasinya membutuhan lebih dari ratusan juta poin.


"Memang dia Grade A, tapi kualifikasinya sebagai penyihir dibawah standar. Dia adalah cerminan penyihir yang gagal!" jelas Elard sebelum melanjutkan. "Dia lebih sering memakai barang sihir untuk mendukung mantranya!"


Alfred terdiam oleh penjelasan itu, dia ingin menghapuskan pikiran negatif Elard karena itu tidak ada untungnya. Namun itu mustahil karena Kesya memang memiliki terlalu banyak poin negatif.


"Dibandingkan olehmu, dia tidak pantas bersinar. Potensimu masih belum mencapai batas namun kekuatanmu sudah mengerikan," ujarnya.


"Yah, kurasa itu benar, tapi-" saat ingin nelanjutkan, Alfred menelan kata berikutnya. 'aku berkembang cepat karena bantuan System.'


"Kenapa kau terus memberi pembelaan? Apakah hatimu sudah terpikat olehnya? Menyerah saja, dia sudah menolak ratusan laki-laki."


"Aku tidak mengatakan suka padanya oke?" ujar Alfred dengan bermasalah. "Aku hanya menganggapnya sebagai individu tidak dikenal yang cukup menarik. Mana miliknya sangat besar meski tidak mencapai sepersepuluh milikku, bakatnya dalam elemen angin juga bagus tapi entah kenapa dia terlihat benci dan mengambil elemen api."


"Apakah begitu?"


"Juga, aku tidak akan pernah cinta padanya karena beberapa hal," jelas Alfred dengan serius menatap Elard sebelum melanjutkan. "Pertama dia bukan tipeku, kedua aku bosan memiliki hubungan seperti itu, dan terakhir-"


'aku berasal dari masa depan, kalian hanyalah rekaman ulang dari ribuan tahun lalu.' Alfred tidak bisa mengucapkan itu, jadi dia hanya memasang ekspresi masam.


"Apa?"


"Tidak ada, mari lanjutkan. Aku ingin mendapatkan skill super keren dan lebih kuat darimu!"


"Hoho, ada nyali juga kau anak muda!"


...Bersambung...