
Mengingat salah satu magic support yang pernah dia pelajari dari temannya, Alfred kemudian mulai menggambar dalam pikirannya.
Sembari mengangkat tongkatnya, Alfred bergumam pelan.
"Cursed Seal!"
Lingkaran magis muncul di depan tongkat Alfred.
Bersamaan dengan itu, kabut suram serta menindas muncul dibawah roh es tersebut.
Kemudian, rantai hitam penuh duri melompat keluar dan melilit tubuh roh es tanpa membiarkannya lolos.
Saat memilih sihir jenis apa yang akan digunakan untuk membunuh roh es itu. Alfred melihat bahwa rantai yang digunakannya justru mulai membeku secara perlahan.
"Ack, aku tidak pernah terpikirkan bahwa akan semudah itu untuk hancur."
Alfred menggerutu kesal ketika merasakan rantai itu semakin melemah. Mungkin karena membaca buku yang dibeli dari System, dia mendapatkan kemampuan untuk melihat kondisi suatu sihir.
Hal itu membuat Alfred bisa merasakan keadaan rantai sihirnya.
Tapi tetap saja, Alfred tidak melihat roh es itu mengeluarkan sihir. Dia tidak begitu yakin, namun itu mungkin terjadi karena bersentuhan dengan tubuh roh es.
Jika benar, maka dia hanya harus mengeluarkan elemen yang bertentangan dengan es.
Dan kebetulan Alfred ahlinya.
"Blazing Spear!"
Api berkumpul di depan tongkatnya, lalu membentuk tongkat yang berkobar dan eksplosif.
Blazing Spear adalah versi superior dari Fire Lance.
Alfred mengetahui itu karena dalam hal statistik, Fire Lance jauh lebih lemah.
Hal ini juga membuatnya memilih sihir tersebut. Sebab, dia mencari keunggulan kecepatan melesatnya.
Swosh!
Blazing Spear melesat cepat menuju roh es.
Namun sebelum sampai, udara menjadi dingin dan kemudian, dari tanah muncul tembok es.
Itu dengan cepat menjadi sangat tinggi hingga tidak ada tempat Blazing Spear melewatinya.
Bom!!
Blazing Spear meledak dengan dasyat, namun setelah asap menghilang Alfred melihat tembok itu tidak hancur.
Tidak, lebih tepatnya setelah tembok pertama dihancurkan, roh es itu membuat lagi.
Dan kali ini lebih dari 3 lapis!
Disisi lain, muncul boneka salju yang mirip dengan goblin. Hanya saja kepalanya tetap seperti boneka salju normal.
Itu tidak berjumlah satu, namun cukup hanyak hingga tidak bisa dihitung.
Terlebih, roh es itu terus mengeluarkan boneka salju sembari berusaha menghancurkan rantai yang mengikatnya.
Alfred merasa akan kesulitan jika membiarkan boneka salju itu mendekat.
Dengan cepat dia melemparkan sihir lain.
"Flame Tornado!"
Diudara, api mulai berkobar lalu membentuk pusaran yang menarik apapun disekitarnya.
Perhatian Alfred terfokus pada roh es.
Dia mulai membuat Blazing Spear kembali.
Bukan seperti diawal, Alfred sekarang membuat lebih dari 1 Blazing Spear.
Tanpa ragu, Alfred melemparkannya secara berurutan agar bisa langsung mengenai roh es.
Kemudian, roh es itu terkena dan mati. Itulah yang dia pikirkan.
Sayang sekali, dia berada di era perang pada masa lalu dan monster yang hidup disana lebih superior dari pada saat masa damai.
Roh es juga adalah keberadaan pintar.
Karena itulah, lapisan es bertambah lebih banyak bersamaan dengan area sekitar mulai membeku.
Itu hampir mirip dengan sihir Cocytus yang pernah Alfred gunakan, hanya berbeda efek.
Saat Blazing Spear memasuki area beku itu, apinya mulai berkurang dan dampak eksplosif juga diturunkan secara tidak wajar. Lalu itu segera meledak tidak begitu kuat saat mengenai tembok es.
Disisi lain, udara disekitar Alfred, dimana jarak antara roh es dengannya sejauh ratusan meter, mulai mengalami penurunan suhu.
[Ice Storm] itulah sebutannya.
Alfred pernah terjebak dalam area skill itu saat masih di dalam permainan VR dan pengalaman tersebut tidaklah bagus.
Setidaknya, saat awal-awal dia mati berkali-kali karena membeku dan dipukuli hingga darahnya habis.
Tetapi dia sekarang memiliki pengalaman tersebut, Alfred yakin bisa menang tanpa harus mati.
Yah, meski kematian di dunia itu bukanlah kenyataan tapi kerugiannya cukup besar, bagaimanapun Alfred membutuhkan pengalaman perang serta berbagai skill gratis saat berhasil menyelsaikan misi dari System.
Sebenarnya menggunakan efek tambahan tidak akan membuatnya menang. Namun itu tetap dibutuhkan.
Saat dalam permainan, dia menggunakan item sihir yang membatasi suhu dingin.
Karena itulah jika Alfred tidak menggunakan efek tambahan, bahkan kalau pengalaman dalam permainan sepenuhnya berguna, dia tetap akan kalah namun dengan alasan mati kedinginan.
Dan untuk tambahan, Alfred menggunakan Sword of God.
Karena efek skillnya, Alfred yakin tidak akan membeku meski tetap kedinginan. (chap 2)
"Flame Tornado!"
Alfred sekali lagi mengeluarkan tornado api sebab boneka salju dari roh es itu terus menerus bertambah.
Kali ini Alfred membuat 3 tornado api.
Berkat itu, suhu disekitar Alfred menjadi sedikit panas. Namun hal tersebut tidak akan membuatnya membatalkan efek tambahan.
Alfred juga tidak akan tinggal diam menunggu roh es kabur.
Karena itulah, dia bersiap menyerang.
"Flame Tornado," gumam Alfred saat memperkirakan posisi kemunculan sihirnya.
Detik berikutnya, pada tempat dibelakang dinding es, muncul tornado api yang berkobar dengan ganas.
Alfred segera mengaktifkan skillnya, "Accelerate Speed!"
Dengan kecepatan penuh, Alfred berlari memutar kearah kanan.
Dia ingin menyerang pada tempat dimana Roh es tidak dilindungi tembok tersebut.
Tornado api perlahan-lahan mulai melemah sebab berada diarea Ice Storm.
Alfred tidak mempermasalahkan itu. Sebab hanya digunakan sebagai pengalih perhatian serta sedikit memanaskan suhunya.
Saat Alfred telah melihat area yang tidak tertutup dinding es, dia melihat roh es itu menghilang.
Lebih tepatnya telah berjalan menjauh.
Karena itu roh es, kecepatannya tidak begitu dikhawatirkan. Namun tetap saja sudah terlalu cukup jauh.
Alfred merasa jika tidak melakukan sedikit pemborosan Mana, maka roh es itu akan lolos seperti roh api.
"Blazing Spear!"
Tombak api mulai terbentuk diudara, namun detik berikutnya bertambah satu persatu hingga memancarkan cahaya sangat terang.
Alfred membuat deretan sihir Blazing Spear, hal tersebut tampak seperti multi casting.
Dia sendiri belum memasuki pembahasan double casting di Magic Book of Great Mage, jadi semacam itu mustahil. Jika tidak, maka akan lebih cepat lagi.
Setelah merasa cukup banyak, Alfred segera melontarkan Blazing Spear.
Swosh!
Bam!!
Blazing Spear melesat cepat lalu meledakkan tanah dibelakang roh es menjdi kawah besar.
Namun lemparan itu tidak berhenti, sebab Alfred melontarkannya secara berurutan.
Hal tersebut membuatnya tampak seperti hujan ledakan.
Bam!! Bam!! Bam!!
Setelah melemparkan beberapa Blazing Spear, Alfred merasa ada salah satu dari mereka mengenai roh es secara tepat.
Asap ledakan dengan cepat menghilang, dan Alfred bisa melihat roh es itu yang terluka dan berusaha untuk bangkit.
Tanpa menunggu lebih lama, Alfred segera melemparkan Blazing Spear yang tersisa secara serentak.
Swosh!!
Pemandangan Blazing Spear melesat membuat beberapa orang terpukau karena cukup indah jika mengabaikan dampaknya.
Saat Blazing Spear akan menghantam roh es dengan kejam, gudukan tanah yang membeku tampak bergetar dalam penglihatan Alfred.
Dia berharap bahwa hanya salah lihat.
Dbom!!
Kemudian suara cukup keras dan ledakan sangat dasyat terlihat.
Di ledakan itu juga terdapat beberapa petir menyambar serta semburan kabut es.
Akhirnya selesai, itulah yang dia pikirkan.
[Misi baru di temukan]
[Bunuh Ice Golem Emperor]
[Reward : Mendapatkan poin 5x lipat, 1 skill acak, Frost Mask, Frost Armor, Frost Boots, dan 1 Ice Core]
...To be Continued...