
Sesaat setelah cukup mengamati, Alfred memutuskan untuk berhenti, lalu mulai menyerang.
"Dragon Lightning!"
Petir mulai muncul dari udara kemudian membentuk naga yang mengintimindasi.
Naga itu segera terbang cepat menghantam golem tersebut setelah tercipta.
Hanya saja saat bersentuhan, Dragon Lightning dibelokkan ke arah lain.
"... Eh?"
Alfred terkejut melihat kejadian itu, dia juga segera menghindar sebab golem tersebut menyerang.
Dbom!!!
Menghindari serangan serta menjaga jarak yang cukup aman, lalu Alfred kembali mempersiapkan diri untuk menghindari serangannya.
Tetapi ....
[Misi baru di temukan]
[Bunuh Cursed Spider]
[Reward : Mendapatkan poin 5x lipat dan 1 skill acak]
Sebuah pemberitahuan dari system membuatnya terkejut, lalu Alfred tersenyum masam.
Pemicunya adalah karena Cursed Spider terkena Dragon Lightning yang dipentalkan Ice Golem Emperor beberapa saat lalu.
Namun hal itu dianggap membantu, sebab Elard yang sedari tadi kesusahan untuk menyerang tiba-tiba melihat kesempatan. Dia segera menusukkan pedangnya ke kepala Cursed Spider dan memotong menjadi dua bagian.
Kemudian, Alfred kembali dikejutkan saat baru saja mendarat setelah menghindari serangan Ice Golem Emperor.
[Misi telah selesai]
[Mendapatkan 32,996,850 poin, Skill High Dark Element]
Mengesampingkan isi hadiah, Alfred tidak berpikir Cursed Spider akan semudah itu untuk terbunuh karena bantuan serangannya. Yah, sihir Dragon Lightning adalah elemen petir yang jarang dia gunakan sebab tidak begitu kuat.
Jika itu Lightning Slam atau sebagainya, mungkin bisa dimengerti. Namun itu adalah Dragon Lightning, dia pikir hanya serangan lemah. Namun setelah melihat hasil ini, pikirannya tentang Dragon Lightning berubah.
Setidaknya, Alfred mulai mengerti, bahwa Dragon Lightning cocok untuk menghambat pergerakan lawan.
Meski tidak akan berguna bagi golem itu.
Dia tadi menggunakan itu untuk uji coba apakah setelah bergabung dengan roh es, serangan berjenis listrik akan berpengaruh? Ternyata tidak dan hal menariknya tubuh Ice Golem Emperor memiliki efek mementalkan serangan.
Dia tidak tahu serangan sampai tingkat mana yang bisa dipentalkan, namun yang pasti itu sekitar level menengah kebawah.
Melihat hal unik itu, Alfred ingin tahu suatu hal. Apakah serangan tingkat tinggi dalam pengetahuan permainan VR akan memberikan dampak pada golem itu?
Saat berpikir seperti itu, Alfred melemparkan serangan. "Explosion!"
Lingkaran magis berwarna merah pekat muncul dibawah golem tersebut.
Kemudian, api berkobar mulai muncul dari tanah sebelum akhirnya meledak dan membentuk pilar api besar yang menjulang tinggi dan sangat panas.
Alfred merasa Mananya telah banyak digunakan, sebab tubuhnya menjadi cukup berat.
Dia segera mengambil Mana Potion dan meminumnya sembari menunggu hasil.
Namun sesaat kemudian, tangan Golem itu keluar dari dinding api dan melesat kearah Alfred.
Dbom!!!
Itu sama seperti biasanya, tetap mematikan. Hanya saja, kali ini ada sedikit pengurangan dampak.
Tampaknya, sihir explosion memberinya cukup kerusakan.
Terlihat bahwa tangan golem itu mulai sedikit mencair.
Alfred memiliki sedikit emosi senang saat melihat hasil itu, namun perasaan rumitnya lebih besar.
"Jika Explosion hanya memberikan sedikit dampak, maka apa harus terus menghujaninya?" dia bergumam dengan ekspresi bermasalah.
"Mau bantuan?"
Ketika sedang berpikir, suara tidak asing terdengar.
"Aku tidak berpikir kau bisa menarik perhatiannya. Namun jika bisa, maka aku akan terbantu," balas Alfred dengan tak acuh.
Elard menilai golem itu yang akan kembali menyerang.
Kemudian keduanya segera menghindar secara bersamaan.
Dbom!!
Alfred dan Elard mendarat di tempat berbeda.
Beberapa detik kemudian, Explosion menghilang dan Ice Golem Emperor terlihat kembali. Hanya saja tubuhnya dipenuhi air.
Tampaknya, Alfred tidak salah menggunakan sihir itu.
Dengan ini dia bisa melihat kelemahan golem tersebut. Meski begitu, dari awal golem tersebut memang memiliki kelemahan terhadap api. Tapi yah, agak meragukan bahwa sihir Fire Ball akan memberikan efek.
Saat itulah terdengar ujaran keras ditempat agak jauh darinya.
Kemudian dilangit muncul berbagai warna layaknya aurora, dan itu segera berkumpul menjadi satu sebelum membentuk pillar lalu menghantam golem tersebut.
Bam!
Berbeda dengan explosion yang memberikan perasaan panas, Prismatic Smite hanya terkesan misterius dan berbahaya.
Hanya saja...
[Misi telah selesai]
[Mendapatkan 5,499,475 poin, Skill Absolute Cold Resistance]
Sesuatu yang mengejutkan terjadi.
"Tunggu, kenapa ada yang mati!?"
Alfred tersentak kaget.
[Prismatic Smite berfokus untuk serangan langsung pada jiwa, dan tidak memiliki dampak fisik.]
[Ice Spirit terkena dampak paling kuat sebab Ice Golem Emperor memiliki kesadaran dari sihir yang berbeda dengan jiwa pada umumnya.]
Penjelasan itu membuat Alfred bertanya-tanya, apakah akhirnya golem itu tidak menyerangnya?
Dan itu segera dijawab oleh hantaman cinta penuh gairah milik golem tersebut.
Dbom! Dbom!
Bom!
Kali ini lebih agresif dari pada saat roh es menguasai kesadarannya.
"Ini jauh lebih gila bukan?! Elard sialan!"
Saat Alfred sudah cukup jauh dan bersiap menghindari serangan lagi, Elard muncul disampingnya.
"Yah, ternyata tidak berhasil. Kupikir dia menargetkanmu sebab memiliki jiwa, namun ternyata bukan."
"Ya, berkat itu juga sekarang serangannya menjadi lebih gila." kemudian, Alfred menatap Elard dengan tersenyum.
"... Maaf."
Sementara itu, Elard memiliki ekspresi getir saat melihat reaksi Alfred dan hanya bisa meminta maaf.
Kemudian keduanya menghindari serangan golem itu bersama.
Disela-sela menghindari serangan, Alfred memulai berbicara.
"Dari pada merenungi kesalahan, bukankah lebih baik menutupi itu dengan hal lain?"
"Contohnya?"
"Kemampuan yang seperti tadi, apa kau memilikinya?"
"Maksudmu Primastic Smite?"
"Ya, tapi yang lain."
Kemudian Elard mengingat kemampuannya, sementara itu Alfred memikirkan cara untuk memberikan dampak besar.
Dia sebenarnya memiliki beberapa kartu truf untuk situasi ini, tapi Alfred tidak tahu apakah itu masih bisa digunakan di dunia ini.
Jika bisa Alfred membutuhkan waktu cukup lama untuk pengaktifannya.
Salah satu kemungkinan agar bisa berhasil adalah menahan golem itu selama mungkin. Namun sihir penyegel tidak bisa berbuat banyak, hal itu cukup mengecewakan.
"Ah, benar juga."
Saat Alfred mendarat, dia teringat salah satu serangan paling tanpa ampun.
Alfred segera mengarahkan tongkatnya kedepan, lalu bergumam.
"Black Hole!"
Ruang hampa di dekat kaki Golem itu segera runtuh dan kegelapan yang dalam tersebut mulai menyerap apapun disekitarnya.
Kaki golem itu segera diserap bersamaan dengan udara dingin disekitarnya.
Lubang hitam tanpa batas itu menghilang sesaat setelahnya dan golem tersebut kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya jatuh.
"Uwah! Apa yang kau lakukan tadi Alfred?!"
Elard yang menghindar bersama Alfred bertanya padanya setelah cukup jauh dari golem tersebut.
"Hanya uji coba?"
Alfred tidak berbohong, serangan tadi agak mengejutkannya. Dia tidak berpikir itu akan bisa digunakan juga.
Disisi lain, dia juga merasa aneh sebab black hole yang Alfred kenal tidak semematikan itu. Lagi pula ukurannya sangat kecil, dia pikir akan ada bagian yang tidak diserap.
Tapi black hole yang dia keluarkan justru menyerap setengah kaki golem itu yang hampir sama dengan gedung.
Itu memang mengejutkan, namun disaat yang sama Alfred merasa menemukan jawaban untuk menang melawan golem tersebut.
...To be Continued...